Mengapa Model Baru Ferrari Telat Masuk ke Indonesia? Ini Alasannya

Mengapa Model Baru Ferrari Telat Masuk ke Indonesia? Ini Alasannya

Tiga bulan setelah peluncuran perdananya secara global, Ferrari 296 GTS telah melakukan debutnya di ASEAN tepatnya di Malaysia.

Seperti dilansir Paultan.org, supercar ini dijual dengan harga mulai RM1,448 juta atau setara nyaris Rp 5 miliar dan itu masih harga Off The Road, belum termasuk bea masuk, opsi penyesuaian, pajak, dan asuransi.

Secara mekanis, spider berlinetta dua tempat duduk bermesin belakang mengikuti banyak hal yang terlihat pada coupe, tetapi eksterior mendapat beberapa perubahan desain untuk mengakomodasi bagian atas yang dapat ditarik. Atap lipat yang ringan, yang menawarkan siluet mobil yang sangat mirip dengan 296 GTB saat dipasang, terbagi menjadi dua bagian yang dapat dilipat rata di bagian depan ruang mesin.

Sayangnya supercar ini belum juga masuk ke pasar Indonesia. Kedekatan Malaysia dan Indonesia ternyata tidak membuatnya mudah dijual berbarengan. Padahal bisa dibilang peminat Ferrari di Indonesia cukup banyak. Mengingat banyaknya komunitas brand merek asal Italia tersebut di tanah air.

Menanggapi hal tersebut, Nini Chiandra selaku General Manager PT Eurokars Prima Utama mengatakan, pihaknya masih melakukan penyesuaian. Karena memang Ferrari baru saja diakusisi oleh PT Eurokars Prima Utama di Indonesia sehingga masih banyak persiapan yang harus dilakukan.

Sama-sama kita ketahui bahwa saat ini Ferrari baru memperkenalkan show room barunya yang berlokasi di Jl. Proklamasi No.36A, RT.10/RW.2, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320, Indonesia.

Dengan dibukanya show room baru di menteng diikuti beberapa show room lainnya ke depannya. Dengan begitu, bukan tidak mungkin ke depannya Indonesia bisa menjual Ferrari secara berbarengan dengan di Malaysia. Atau malah Indonesia bisa lebih dulu mendapatkan jatah menjual Ferrari ketimbang Negeri Jiran.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com