Euro 7, Era Kepunahan Mesin Konvensional

Mesin konvensional bisa saja dipertahankan, namun akan sangat mahal dan jauh dari nilai ekonomis
Penulis: Suryo Sudjatmiko
Sabtu, 26 Juni 2021 13:00 WIB
Berita - Euro 7, Era Kepunahan Mesin Konvensional
Bagikan ke:

Pemberlakukan standar emisi Euro 7 akan diberlakukan pada 2025 mendatang dan sudah disetujui European Commission’s Consortium for Ultra Low Vehicle Emissions (Clove) of engineering consultants. ACEA pada Oktober tahun lalu.

Salah satu yang menjadi target dari Euro 7 adalah ambang batas emisi yang semakin minim yakni maksimal 30 mg NOx (nitro oxide) per kilometer atau skenario kedua adalah membatasi emisi 10 mg/km untuk bensin maupun diesel.

Bandingkan dengan standar emisi Euro 6 yang dibatasi 60 mg/km untuk mesin bensin dan 80 mg/km untuk mesin diesel. Nah, apalagi dibandingkan standar emisi Euro 4 yang sebagian terseok-seok  diterapkan di Indonesia  dengan patokan angka 80mg/km untuk mesin bensin dan 250 mg/km untuk mesin diesel.

Ambang batas emisi yang sedemikian rendah tentunya bakal menuntut pabrikan untuk memutar otak lebih keras untuk menghasilkan mesin yang tak hanya harus efisien namun juga ramah lingkungan.

Dengan diet ambang emisi yang begitu kecil, bisa dibayangkan satu persatu mobil konvensional akan bertekuk lutut dan keberadaannya akan digantikan oleh mobil-mobil dengan teknologi elektrifikasi.  

Apesnya, beberapa mobil elektifikasi yakni Hybrid Electrik Vehicle (HEV) pun terancam keberadaannya karena tidak bisa memenuhi ambang batas 10 mg/km. Mungkin PHEV yang ada saat ini masih bisa eksis yang dikatakan mereduksi tingkat emisi 20% dari emisi mobil konvensional.  

Pada saat itu hitungan di atas kertas, mobil listrik akan lebih diterima untuk biaya operasionalnya dan juga diperkirakan akan semakin terjangkau lantaran pengembangan masif teknologi baterainya. Sebagai catatan, baterai merupakan bagian paling mahal dari sebuah mobil full listrik.

Secara teknologi beberapa pakar mengatakan bahwa masa depan mobil mesin bakar masih ada, namun dibutuhkan biaya perawatan yang cukup besar untuk mencapai ambang batas emisi Euro 7. Bahkan untuk mesin diesel dikatakan bahwa treatment untuk lolos ambang batas tersebut sudah menembus angka ekonomisnya, dengan kata lain mesin diesel bakal berat di ongkos. Karena itu banyak pabrik yang saat ini menyatakan untuk menyuntik mati produksi mesin dieselnya dalam beberapa waktu ke depan. Sebagai contoh adalah Audi dan Hyundai.

Mesin bensin berukuran besar pun akan sampai masa tuanya, di mana hembusan knalpotnya sudah dianggap terlalu beracun dan sulit dicarikan obatnya.

Tahun 2025 tinggal beberapa waktu ke depan. Penerapan Euro 7 akan merubah wajah otomotif Eropa pada khususnya dan akan mempengaruhi wajah otomotif dunia. Mungkin ‘loncat’nya beberapa pabrik otomotif langsung ke mobil listrik bisa dipahami.

Bagi Eropa Barat, kehadiran Euro 7 merupakan masa punahnya mesin-mesin konvensional menuju era mesin elektrifikasi. Mungkin bagi kita di Indonesia, masa tersebut masih akan terjadi lebih lama lagi, namun melihat perkembangan yang ada cepat atau lambat  hal tersebut kemungkinan akan terjadi.

Note : Materi diambil dari berbagai sumber 

#euro7 #emision #ev

Bagikan ke:

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.