OTODRIVER - Geely dengan sub-brand Riddara tengah mempertimbangkan pembangunan fasilitas produksi kendaraan listrik (EV) di Negeri Gajah Putih.
Rencana ini mencuat tak lama setelah peluncuran pikap listrik Riddara RD6 di pasar Thailand pada Oktober 2024, seperti dilaporkan Bangkok Post.
General Manager Geely Riddara Thailand, Cao Feng, menyebut segmen pikap di Thailand masih menyimpan potensi besar untuk kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), meski secara total penjualan pikap tengah mengalami perlambatan.

“Thailand adalah pasar yang penuh peluang untuk segmen pikap. Walau penjualannya melambat, dalam jangka panjang kami yakin pikap listrik akan terus tumbuh karena lebih hemat energi dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil,” ujarnya seperti dilansir dari Paultan.org (1/3).
Thailand menjadi pasar ekspansi pertama Riddara di luar China. Saat ini, aktivitas pemasaran juga mulai digencarkan di Myanmar, Laos, dan Filipina. Sementara itu, Malaysia turut dipelajari sebagai salah satu potensi pasar berikutnya, termasuk untuk model RD6.
Untuk tahun ini, Geely Riddara Thailand menargetkan penjualan antara 3.000 hingga 5.000 unit di pasar domestik. Demi mencapai target tersebut, perusahaan berencana menghadirkan model baru, termasuk pikap kabin tunggal yang menyasar konsumen fleet maupun kebutuhan keluarga.
Dari sisi pengisian daya, RD6 dengan baterai 63 kWh mendukung fast charging DC hingga 90 kW, memungkinkan pengisian 30–80 persen dalam waktu 32 menit.
Versi baterai 73 kWh mampu menerima daya hingga 110 kW DC dan menuntaskan pengisian 30–80 persen dalam 30 menit. Sedangkan varian 86 kWh mendukung hingga 100 kW DC, dengan durasi pengisian 30–80 persen sekitar 32 menit.
Untuk kemampuan jelajah, RD6 versi 2WD memiliki daya jelajah air (water wading) hingga 500 mm. Sementara varian 4WD mampu menembus genangan sampai 815 mm berkat tambahan ground clearance 9 mm serta peningkatan sistem sealing agar lebih tahan cuaca. (AW)








