Suzuki Baleno, Sosok Sedan yang Hadir Kembali Sebagai Hatchback

Suzuki Baleno, Sosok Sedan yang Hadir Kembali Sebagai Hatchback

Sejak diluncurkan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada 2017 silam, Suzuki Baleno hanya menawarkan satu varian model saja yakni hatchback. Padahal sebelumnya nama Baleno kental melekat sebagai sebuah sedan.

Berbincang mengenai Baleno, maka kita harus melihat mundur dua dekade silam, tepatnya pada 1996 saat nama Baleno ditancapkan untuk pertama kalinya di Indonesia.

Sedan ini muncul sebagai penerus tongkat estafet Suzuki Esteem sedan. Baleno muncul dengan menawarkan kabin yang lapang untuk lima penumpang dan bagasi yang mampu menampung banyak barang. Kemunculannya membawa perubahan besar pada peta persaingan sedan di tanah air dan langsung menjadi rival bagi Toyota Corolla ataupun Honda Civic yang muncul dominator yang berseteru memperebutkan segmen sedan kelas menengah.

Dibanding rivalnya yang bermesin 1.500 cc, Baleno punya mesin yang lebih besar yakni 1.600 cc. Mesin berkode G16B dengan sistem bahan bakar multi point injection ini hanya dikawinkan dengan transmisi manual 5 speed.  

Transmisi otomatis baru ada di versi facelift muncul 1999. Pada saat yang sama mesinnya berubah menjadi G15A dengan kapasitas lebih kecil yakni 1.500 cc. Perubahan mesin ini mengerek performa Baleno dengan daya 103 PS (naik 16 PS) walau torsi tetap 127 Nm dan konsumsi bahan bakar lebih irit. Perubahan desain eksterior nampak pada lampu utama dan tidak ada ubahan sama sekali pada lampu belakang. Facelift kedua hadir pada 2002 dengan penyegaran minor pada bagian grill

Kemunculan Baleno generasi II atau yang biasa disebut sebagai Baleno Next G membawa perubahan besar dari sisi desain. Generasi II ini dikembangkan dari MPV Suzuki Aerio sehingga memiliki kabin yang tinggi.

Konstruksi atap tinggi cukup manis saat diadopsi pada Aerio, namun tidak saat dijejalkan pada Baleno. Penampilan sedan ini menjadi aneh namun punya keunggulan pada kelegaan ruang yang cukup lega dan dilengkapi dengan fitur ABS+EBD. Mesin anyar berkode M15A DOHC ini muncul dengan sisipan teknologi VVT yang mampu memuntahkan 110 PS dan torsi 140 Nm. Transmisi 5 speed manual dan 4 speed matic hadir sebagai pilihan.

Media 2005 terjadi facelift dengan memperbarui desain bumper depan dan belakang. Sementara pada interior kembali beralih pada sistem analog dan menanggalkan sistem digital yang digunakan sebelumnya.

Dengan bodinya yang tak seramping Baleno sebelumnya, Next G pun gagal mengulang sukses dalam hal penjualan dan harus menelan pil pahit babak belur dihajar rival sekelasnya Toyota Vios dan Honda City. Model ini rampung kiprahnya pada 2007 dan digantikan oleh Baleno Generasi III.

Tongkat Estafet sedan pun tetap berlanjut. Kemunculan Neo Baleno sebagai generasi III terjadi pada 2008. Perubahan desain terjadi sangat ekstrim. Kali ini Suzuki membiakkan Baleno dengan formulasi baru yakni dikembangkan dari sosok crossover yakni SX-4. Jujur saja, hasilnya pun terlihat aneh seperti layaknya generasi II.

Mesin M15A masih tetap dipertahankan dan sepertinya Suzuki kurang mengikuti perkembangan dengan absennya fitur-fitur kenyamanan yang mulai dijajakan rivalnya. Kombinasi desain aneh dan tidak selengkap pesaingnya dengan serta merta menghempaskan mimpi Suzuki untuk kembali berjaya. Neo Baleno terseok-seok dan terpaksa angkat kaki dari gelanggang pada 2010.

Setelah mati suri selama tujuh tahun, akhirnya pada 2017 Baleno kembali hadir dan bertransformasi menjadi sosok hatchback. Generasi IV ini resmi meluncur pada 10 Agustus 2017 di gelaran GIIAS 2017. Mobil ini secara utuh diimport dari Maruti Suzuki India.

Baleno Hatchback dibangun dengan platform HEARTECT yang menyuguhkan rancang bangun bodi yang kokoh namun ringan. Mesin 4 silinder K14B 1.373 cc yang sebelumnya hadir pada Ertiga jadi andalan. Mesin bensin ini mampu menyeduh tenaga sebesar 95 PS/6.000 rpm dan torsi 130/4.200 rpm yang diakurkan dengan transmisi 5 speed manual dan 4 speed matic.

Model hatchback ini memang belum sepenuhnya membangkitkan eforia Baleno seperti halnya generasi I, namun mobil ini mampu bertahan. Berdasarkan data Gaikindo angka wholesales dari bulan Januari hingga Juli 2019 ini, Baleno mampu mencetak angka di 3.336 unit.

Salah satu selling point terkuat dari mobil ini adalah harganya yang berada di bawah para kompetitor. Harga Suzuki Baleno hanya dijajakan dalam satu trim level saja, yaitu mulai Rp 218 Juta (OTR Jakarta) untuk transmisi manual dan Rp 230,5 juta untuk matic.  

Foto: Danu

 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com