4 Langkah Pengecekan Sebelum Menyongsong New Normal

4 Langkah Pengecekan Sebelum Menyongsong New Normal

Setelah sekian lama melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutuskan mata rantai penularan wabah virus Covid-19, pemerintah berencana akan melakukan relaksasi sosial yang disebut sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal.

AKB atau New Normal memberikan ruang pada masyarakat untuk memulai aktivitas seperti biasa namun disertai protokol kesehatan yang ketat. Oleh karena itu, sebelum mobil yang lama terparkir di garasi kembali digunakan, ada beberapa langkah pengecekan yang perlu dilakukan.

1. Pemeriksaan Sebelum Mesin Dinyalakan

Sebagai permulaan sebaiknya cek tekanan angin ban. Jangan sampai kurang karena akan membahayakan saat dipakai. Termasuk memeriksa kondisi ban serep. Pastikan pula tidak ada penghalang di kolong mobil yang bisa mengganggu seperti ganjal ban, tetesan oli, atau bahkan binatang seperti kucing yang tidur, termasuk potensi ada binatang di kolong spatbor dan ruang mesin lantaran mobil tidak pernah dijalankan.

Buka kap mesin dan periksa ketinggian oli mesin lewat dipstick. Pastikan ketinggian oli mesin berada di antara high dan low. Perhatikan pula warna dari oli mesin, bila warnanya berubah seperti kopi susu, segera ganti karena ada risiko terkontaminasi oleh air.

Lakukan pula pengecekan pada cairan lain seperti air radiator, washer wiper, minyak rem, dan air aki. Periksa kondisi terminal aki, sambungan dan jalur kabel karena ada risiko digigit tikus saat dibiarkan di dalam garasi, lanjut kekencangan fan belt untuk menjamin semua dapat beroperasi dengan baik saat dipakai.

2. Pemeriksaan Setelah Mesin Dinyalakan

Sebelum mesin dinyalakan, coba nyalakan klakson dan mainkan lampu luar mobil. Jika mati, berarti ada masalah di sistem kelistrikan dan harus diperiksa lebih jauh sebelum mesin dinyalakan.

Perhatikan kembali lampu indikator di balik kemudi, apakah ada yang abnormal seperti mati atau berkedip-kedip? Jika tidak, coba fungsikan fitur-fitur mobil seperti lampu, audio, dan AC secara bersamaan untuk memastikan tidak ada masalah di sistem kelistrikan.

3. Pemeriksaan Berkendara

Sebelum dibawa jalan, cobalah mainkan pedal gas. Apakah terdeteksi suara mesin yang aneh seperti tersendat-sendat atau putaran mesin tidak stabil ketika idle? Pantau pula indikator untuk berjaga-jaga andai tiba-tiba ada lampu yang nyala. Masukkan gigi ke D untuk transmisi otomatis atau gigi 1 untuk transmisi manual, dan rasakan apakah ada masalah saat proses dijalankan.

Maju perlahan dan injak rem sedikit untuk memastikannya bekerja dengan baik. Setelah yakin aman, baru ajak mobil berjalan keliling lingkungan rumah sembari memperhatikan bila ada gejala masalah.

4. Protokol Kesehatan New Normal

Penerapan AKB atau New Normal menuntut pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, termasuk dalam mengendarai mobil. Seperti kewajiban menggunakan masker untuk pengemudi dan penumpang serta jumlah penumpang yang hanya boleh 50% dari kapasitas normal. Siapkan masker di laci dasbor sebagai cadangan dan hand sanitizer di panel pintu untuk dipakai membersihkan tangan saat masuk dan keluar mobil.

“Menjalani New Normal yang butuh mobilitas kembali, pemilik mobil harus memastikan mobil yang lama tidak dipakai tetap dalam kondisi yang prima. Sementara untuk para pemilik Toyota, konsumen bias memanfaatkan layanan THS – Auto2000 Home Service, ucap Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000.

 

Simak Video : VIDEO: Menghindari Malapetaka Pecah Ban

 
 

Bagikan

Tag

 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com