Minyak Rem Harus Diganti Secara Periodik, Ini Alasannya

Minyak Rem Harus Diganti Secara Periodik, Ini Alasannya

Rem blong adalah petaka. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti kerusakan mekanikal pada rem, temperatur pada kampas rem terlalu tinggi dan dikarenakan juga oleh minyak rem yang overheat.

Menurut data dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), dari sekian penyebab rem blong, overheat pada minyak rem yang jadi penyebab terbesarnya. Oleh sebab itu minyak rem dirancang sedemikian rupa untuk bisa bekerja di suhu ekstrim. Semisal rem dengan spek DOT 3 punya titik didih dalam kondisi baru atau dry boiling point 237 ? C , sedangkan DOT 4 265?C.

 

Titik didihnya akan merosot tajam menjadi 140?C (DOT3) dan 155?C (DOT4) saat cairan ini terkontaminasi dengan air sebesar 3% setelah dipakai sekian lama.

Kemunculan air ini melemahkan kinerja rem karena sebelum mencapai titik didih optimal (dry boiling point), minyak rem akan mendidih terlebih dulu. Perlu dicatat bahwa pada saat mendidih sebagian berubah menjadi gas sehingga akan kehilangan kemampuannya untuk menyalurkan tekanan. Disinilah terjadilah rem blong.

Dari manakah air itu muncul?

“Minyak rem yang jamak digunakan pada kendaraan adalah DOT 3 dan DOT 4. Keduanya menggunakan bahan berbasis glycol yang memiliki sifat higroskopis (menyerap air) dan kondisi ini diperburuk oleh kelembaban iklim tropis di Indonesia yang bisa mencapai 60%-80%,” terang Taqwa Suryo Swasono dari Bengkel Garden Speed saat ditemui di sela workshop yang digelar oleh PT PT Autochem Industry sebagai distributor produk aftermarket Prestone, beberapa waktu silam.

“Walaupun sistem rem tertutup sedemikian rupa, namun karena kelebaban yang ada maka air dapat muncul pada minyak rem,” sambung Taqwa. “Oleh sebab itu, minyak rem wajib diganti secara berkala tiap satu tahun sekali atau tiap 20.000 km,” lanjutnya.

 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com