Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Konsumsi BBM Dengan RON Lebih Rendah Dipandu Buku Manual

Pabrikan Hyundai dan Toyota tekankan RON minimal buku manual mobil sebagai panduan konsumsi BBM aman, hindari risiko mesin di tengah harga naik.
Tips
Sabtu, 2 Mei 2026 09:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Jika terpaksa pilih BBM dengan RON rendah, lakukan secara bertahap sembari perhatikan kondisi mesin sesudahnya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER -  Jenis BBM nonsubsidi beberapa waktu lalu mengalami kenaikan harga yang siginfikan. 

Sebut saja Pertamax Turbo di SPBU Pertamina di bulan April harganya sudah menyentuh angka Rp19.400, naik dari harga Rp13.100. 

Begitu juga dengan harga Dexlite Rp23.600 dari Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex dengan label harga baru Rp23.900 untuk tiap liternya. Alias naik harga dari sebelumnya yang Rp14.500 per liter.

Kenaikan itu juga memicu kenaikan BBM yang sejenis di beberapa SPBU swasta. 

BACA JUGA

Lantas kemudian bermunculan beragam perdebatan publik bahwa ada opsi untuk memilih bahan bakar dengan RON lebih rendah agar mendapatkan harga lebih terjangkau lagi.   

Debat kusir tentu bisa berkepanjangan perihal opsi memilih BBM dengan RON lebih rendah. Oleh karena itu pandangan dari bengkel resmi boleh jadi bisa dianggap panduan yang tidak menyesatkan. 

Sebagaimana diungkapkan oleh Aftersales Manager Hyundai Gowa, Eko Prasetyo, yang dihubungi langsung beberapa waktu lalu. 

Ia menyebutkan bahwa pihak pabrikan sejatinya sudah memberikan rekomendasi RON terbaik untuk kendaraannya. 

Ia mencontohkan pada Hyundai Creta yang menurut buku panduan manualnya bisa mengonsumsi BBM dengan kandungan RON minimal di angka 90, mudahnya itu setara BBM jenis Pertalite. 

Hal serupa juga disebutkan oleh Marketing Div. Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, pemilihan BBM dengan RON minimum sudah ditetapkan pihak pabrikan. 

Dicontohkannya juga pada Toyota Innova Zenix yang diperkenankan memakai BBM dengan RON minimal di angka 91. 

Sejurus kemudian, pria yang akrab dipanggil Tara itu menerangkan lagi, pemakaian BBM dengan RON di bawah rekomendasi spesifikasi yang telah ditetapkan pabrikan berpotensi menimbulkan sejumlah risiko.

Sebut saja, mulai dari gangguan pada mesin, tidak optimalnya performa mesin, dan membuat konsumsi BBM menjadi kurang efisien. Bahkan dalam jangka panjang dapat berpotensi mengalami kendala lain.

Standar minimal RON untuk menjaga performa mesin tidak anjok sekaligus menghindari potensi kerusakan jangka panjang (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Semua BBM jenis bensin yang dijual di Indonesia saat ini sudah bebas timbal alias unleaded (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Rekomendasi seragam untuk semua kondisi kendaraan 

Baik Eko maupun Tara menegaskan soal rekomendasi standar bahan bakar dari pabrikan berlaku untuk kendaraan yang masih dalam masa garansi maupun yang sudah lewat masa garansi. 

Pihak Toyota di Indonesia, menurut Tara, untuk kendaraan Toyota yang masih dalam masa garansi maupun sudah tidak dalam masa garansi sebaiknya tetap mengikuti spesifikasi yang ditetapkan sesuai yang ada di dalam buku pedoman pemilik. Tujuannya agar performa kendaraaan dapat lebih optimal.

Eko kemudian menyitir soal buku garansi atau buku manual yang secara prinsip jadi panduan mutlak bagi pengguna dan dealer untuk saling menyepakati tentang toleransi dan batasan standar RON tadi. 

Untuk kendaraan yang masih dalam masa garansi, jika ditemukan segala bentuk penggunaan yang menyalahi aturan garansi tentu akan menggugurkan jaminan garansi. Menurutnya pihak prinsipal (HMID) juga tidak atau belum ada informasi mengenai toleransi atas hal-hal yang tertera di buku manual. 

Baik Eko maupun Tara, sepakat bahwa panduan umum maupun khusus yang tertera pada buku manual merupakan titik persepsi yang perlu dicermati oleh pemilik kendaraan. 

Nah, pertanyaannya kini apakah jika ada pemilik kendaraan yang sebelumya terbiasa membeli BBM dengan RON 98 secara teknis dapat memilih RON yang lebih rendah?

Menurut Tara, bila ingin menurunkan pembelian BBM dengan RON lebih rendah usahakan dilakukan secara bertahap. Contoh, dari RON 98 ke RON 95 dahulu, tidak langsung mengisi tangki dengan BBM pada tingkat RON terendah

Langkah bertahap itu juga berguna untuk memantau gejala yang mungkin pada mesin kendaraan seperti knocking, tenaga mesin menurun, atau suara mesin jadi kasar. 

Jika ada gejala-gejala seperti tadi disarankan untuk kembali memilih ke BBM dengan RON yang  lebih tinggi lagi.

Eko juga memungkaskan, misalnya pada konsumsi jenis bensin, dimana konsumsi BBM dengan RON 98 bukan syarat mutlak karena masih ada opsi RON 92 dan 90. 

Sekali lagi, rekomendasi pemakaian bahan bakar dengan RON minimal yang tertera pada buku panduan pemilik perlu diperhatikan secara cermat. Subyek ini perlu diikuti dulu sembari menunggu harga BBM stabil lagi. (EW)

Pemilihan bahan bakar solar juga perlu merujuk pada rekomendasi pabrikan untuk cegah potensi kerusakan mesin (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Bbm RON
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Merangkak Naik Lagi, Kali Ini Untuk RON 95

Harga BBM subsidi belum ada kenaikan sampai akhir tahun 2026.

2 hari yang lalu


Berita
Harga BBM Nonsubsidi di SPBU Pertamina Bergerak Lagi di Awal September

Harga di SPBU swasta masih belum ada pergerakan.

3 hari yang lalu


Berita
Mitsubishi Destinator Diuji Jakarta-Palembang PP, Seberapa Nyaman?

Destinator jadi mobil yang cocok untuk perjalanan jauh dengan menghadirkan kenyamanan sebuh SUV

5 hari yang lalu


Berita
Solar B50 Mulai Disosialisasikan Luas, Pelaku Usaha Soroti Ketersediaan dan Mutu BBM

Sosialisasi B50 biodiesel dan ketersediaan BBM dibahas dalam talkshow GIIAS 2026, dengan pelaku usaha menekankan distribusi dan kualitas bahan bakar.

4 minggu yang lalu


Berita
Toyota Ikut Berperan Dalam Pengembangan Bietanol Indonesia

Saat ini sudah beredar di sejumlah SPBU dengan nama Pertamax Green berspesifikasi E5.

1 bulan yang lalu


Berita
Strategi Changan Tebar Jala Melalui Deepal S05 BEV dan REEV

Changan Deepal S05 REEV pertama di Indonesia hadir dengan pilihan BEV dan REEV untuk mengatasi range anxiety serta mendukung transisi mobilitas berkelanjutan.

2 bulan yang lalu


Berita
Solar B50 Sudah Masuk SPBU, Harga Rp6.800 Per Liter

Pembelian tetap pakai barcode karena masuk kategori bahan bakar bersubsidi.

2 bulan yang lalu

Berita
Harga Pertamax Bulan Depan Berpotensi Turun Lagi

Potensi itu tidak lepas dari munculnya tren harga minyak dunia yang juga mulai melandai dan diperkirakan akan berlangsung sampai Desember 2026.

2 bulan yang lalu


Terkini

Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

3 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 3 jam yang lalu


Berita
Beberapa Unit Tesla Model Y Alami Ambles Suspensi Belakang

Tesla Model Y L, SUV enam penumpang yang diproduksi di Gigafactory Shanghai, China, tengah menjadi sorotan.

4 jam yang lalu


Berita
Zeekr 7X Bakal Gendong Baterai 85 kWh dan Tenaga Hampir 500 Hp

Zeekr 7X bakal mendapat pembaruan signifikan. Begini spesifikasinya.

5 jam yang lalu


Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

6 jam yang lalu