OTODRIVER – Pada saat ini tujuh gunung berapi di Indonesia tengah meletus dan aktif mengeluarkan debu vulkaniknya. Materi hasil erupsi ini ternyata bukan sekadar debu biasa.
Menurut United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik terdiri dari pecahan material vulkanik yang keras dan tajam seperti silika, sehingga dapat menggores serta mengikis berbagai permukaan ketika dibersihkan dengan cara diusap.
Abrasif dan Bersifat Asam
Selain punya sifat abrasif, material ini juga berpotensi punya sifat asam. Abu vulkanik dapat membawa lapisan senyawa yang berasal dari gas vulkanik. USGS menyebut partikel abu dapat terlapisi senyawa yang mengandung sulfur, klorin, dan fluor. Pada kondisi tertentu, gas seperti SO2 HCl, dan HF dapat berinteraksi dengan air atau kelembapan dan membentuk lingkungan yang bersifat asam.
Namun, bukan berarti seluruh abu vulkanik memiliki tingkat keasaman yang sama. Komposisinya tergantung pada gunung, jenis erupsi, dan kondisi saat abu terbentuk.
Paduan sifat abrasif dan kecenderungan bersifat asam inilah yang menjadi mimpi buruk bagi cat dan beberapa bagian dari mobil Anda.
Itulah sebabnya abu vulkanik butuh penanganan dan perhatian khusus.
Bagian yang perlu diwaspadai saat hujan abu vulkanik
Masih menurut USGS, terdapat beberapa bagian mobil yang perlu mendapat perhatian dan perlakukan khusus apabila terjadi hujan abu vulkanik
- Cat dan clear coat
- Abu mengandung partikel mineral dan kaca vulkanik yang abrasif.
- Jangan langsung dilap karena bisa menimbulkan baret halus.
- Senyawa kimia yang menempel pada abu juga berpotensi menyebabkan etching atau korosi bila dibiarkan.
- Kaca depan dan wiper
- Ini salah satu bagian paling rentan.
- Jangan menyalakan wiper saat kaca masih penuh abu, karena partikel keras dapat menggores kaca.
- Karet wiper juga bisa menyimpan abu dan kemudian ikut menggesek kaca.
- Celah kaca dan karet pintu
- Abu bisa masuk ke antara kaca dengan weatherstrip.
- Ketika kaca dinaik-turunkan, partikel tersebut dapat menggores kaca.
- Filter udara mesin
- Ini penting terutama jika mobil sempat digunakan saat jalan dipenuhi abu.
- Filter yang terlalu banyak menampung abu dapat membatasi aliran udara ke mesin.
- Filter kabin
- Abu dapat masuk melalui sistem ventilasi dan AC.
- Jika paparannya berat, filter kabin sebaiknya diperiksa atau diganti.
- Radiator dan condenser AC
- Abu dapat menempel di sirip-sirip radiator dan condenser.
- Endapan yang terlalu tebal bisa menghambat aliran udara dan mengurangi kemampuan pendinginan.
- Sistem rem
- Partikel abu dapat masuk ke area rem dan bersifat abrasif.
- Setelah berkendara dalam kondisi penuh abu, bagian ini sebaiknya diperiksa dan dibersihkan dengan prosedur yang tepat.
- Ruang mesin dan komponen listrik
- Abu sangat halus sehingga dapat masuk ke berbagai celah.
- Perhatikan terutama area sekitar alternator, konektor dan komponen kelistrikan yang terbuka.
- Bagian bawah mobil
- Undercarriage, suspensi dan komponen logam juga bisa tertutup abu.
- Jika abu membawa material yang bersifat korosif dan kemudian terkena air, potensi korosi meningkat.
Pengalaman Dari Kaki Gunung Merapi
Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Beberapa erupsi besar menemani kisah gunung yang saat ini punya ketinggian 2.968 mdpl ini
Masyarakat yang tinggal di sekitarnya, salah satunya adalah Yogyakarta sudah punya pengalaman dalam menjinakkan debu yang keluar dari rahim bumi itu.
Mengguyur dengan air adalah langkah awal. Langkap pencucian ini khususnya dilakukan ntuk membersihkan bodi, kaca, radiator dan juga bagian undercarriage. "Guyur terlebih dulu dengan air bersih Mengenai seberapa banyak tergantung kondisinya. Semakin tebal (abunya) maka waktu pengguyuran semakin lama,” terang Irham Kurniawan, salah satu pemilik pencucian mobil di bilangan Turi, Sleman Yogyakarta. “Teknik ini cukup membantu dan kami belajar saat Yogjakarta mengalami erupsi besar Gunung Merapi beberapa tahun lalu,” sambungnya.
Walau demikian Irham menambahkan, saat proses pencucian harus diperhatikan sekali mengenai potensi endapan debu bawah yang terbawa air. Pastikan tuntas, sisa-sisanya tidak menempel di sela-sela kendaraaan.
“Debu yang sempat basah kemudian mengering, justru jadi momok lain, lantaran punya kekerasan di atas debu biasa. Bahkan nyaris seperti semen,” imbuh pria yang tinggal di daerah yang sohor dengan Salak Pondoh ini.
“Setelah semua dipastikan bersih, baru silakan dicuci ulang dengan menggunakan shampoo,” sambung pria ramah ini.
Selain itu Irham juga memperingatkan untuk lebih memperhatikan kondisi filter udara dan juga filter kabin. "Jangan berupaya membersihkan, langsung ganti dengan yang baru. Sangat disarankan untuk memiliki stok filter sehingga bisa diganti kapanpun saat dibutuhkan, tutupnya.(SS)
