OTODRIVER - Akhir pekan (6/9/2026) ini untuk yang berada di wilayah Provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan sebagian area Jawa Barat terpapar abu vulkanik dari erupsi gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda.
Sebenarnya ini bukan kejadian pertama kali, karena di sejumlah wilayah lain di Indoensia dalam beberapa waktu belakangan juga menerima dampak dari erupsi sebuah gunung berapi.
Bodi mobil adalah area yang paling mudah terpapar abu vulkanik, namun karena bidangnya yang lebar maka butuh sejumlah perhatian terperinci agar membersihkan abu vulkanik tidak malah membuat permukaan cat rusak.
Sebab abu vulkanik bukanlah debu biasa, tak bisa juga disamakan dengan terpaan lumpur, dimana komposisi dasar abu vulkanik adalah pecahan batuan, bahkan ada juga kandungan mineral keras seperti besi dari lava, serta silika yang permukaannya tajam.
Bahan-bahan itu juga punya daya lekat yang lebih tinggi dibandingkan debu atau lumpur tanah.
Untuk membersihkannya memang tidak rumit, namun butuh tahapan proses yang sedikit berbeda.
Pemilik bengkel reparasi serta perawatan bodi 86 Garage, Roberts Lugito, menyebutkan langkah pertama membersihkan terlebih dahulu debu vulkanik itu sendiri dengan semportan air biasa bertekanan tinggi.
Sejurus kemudian diingatkannya, saat proses penyemprotan tidak perlu disertai dengan tindakan membilas pakai lap seperti proses pembersihan akibat debu biasa.
Sebab, menurut pria yang biasa menangani perawatan serta perbaikan bodi mobil premium itu, materi abu vulkanik yang keras dan cenderung tajam perlu dibiarkan tersingkir seluruhnya terlebih dahulu dari seluruh permukaan bodi.
Jika proses pembersihan disertai dengan kegiatan membilas pakai lap maka dikhawatirkan materi yang karakternya tajam itu malah membuat goresesan-goresan di sekujur bodi mobil. Sebab abu vulkanik juga tak mudah larut dalam air sebagaimana debu biasa.
Pria yang praktik di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu juga mengingatkan lagi bahwa pembersihan dengan menyemprotkan air biasa bertekanan tinggi sudah bisa jadi langkah awal yang efektif untuk mengusir debu vulkanik.
Jika ada kejadian berulang, proses yang sama juga bisa dilakukan tanpa perlu didampingi langkah membilas dengan cairan pembersih apapun.
Upaya poles bodi usai pembersihan tadi juga dianggap belum perlu karena terpapar abu vulkanik secara berulang juga akan hanya memerlukan guyuran air untuk membersihkannnya. Upaya ini lebih efektif agak abu tak sempat mengeras di permukaan bodi mobil. (EW)
