Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Apa Itu Highway Hypnosis?

Karena ‘bengong’ saat mengemudi seringkali muncul tanpa disadari
Tips
Selasa, 31 Desember 2024 08:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Setidaknya ada rencana beristirahat setelah mengemudi 2-3 jam dalam sebuah perjalanan panjang


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Mempertahankan konsenterasi dalam mengemudi di jalan bebas hambatan atau jalan tol tidak semata saat masuk musim liburan seperti saat ini.

Karena di saat hari-hari biasa juga tak jarang kita dengar soal tabrakan beruntun. Bahkan termasuk juga yang terjadi di jalur arteri. 

Nah, jalan bebas hambatan sendiri memang bertujuan untuk mereduksi waktu tempuh sebuah perjalanan. Namun perlu diingat kalau berkurangnya waktu tempuh itu bersamaan dengan tantangan lain yang harus dihadapi seorang pengemudi, yang pasti akan menghadapi kondisi jalur yang monoton.

Situasi tersebut jika dialami dalam hitungan jam sangat berpotensi memunculkan Highway Hypnosis

BACA JUGA

Berdasarkan uraian di laman Suzuki.co.id, Highway Hypnosis adalah kondisi di mana pengemudi mengalami gejala trance atau kehilangan konsentrasi saat mengemudi di jalan tol, terutama dalam perjalanan jarak jauh.

Munculnya gejala itu disebabkan oleh monotonnya lingkungan jalan raya. Sebut saja, pemandangan serupa di sepanjang jarak, karakter jalan yang didominasi jalan lurus, sampai melaju dalam kecepatan yang relatif konstan. 

Dalam suasana yang monoton dan berkepajangan itu, otak pengemudi beralih ke pola "auto pilot" sebagai respons alami terhadap suasana kebosanan ditambah unsur kelelahan berkendara.

Kondisi yang bisa juga disebut melamun itu sangat berbahaya, karena di saat terjadi perubahan situasi yang drastis bisa membuat pengemudi yang sedang turun kesadarannya itu seolah "terbangun" tanpa benar-benar menyadari perjalanan yang telah ditempuh.

“Perlu diingat selalu juga bahwa mengemudi di jalan tol sesungguhnya ‘tidak pernah aman’,” ungkap Jusri Pulubuhu Senior Instructor dari Jakarta Driving Consuktant (JDDC) saat dihubungi langsung beberapa waktu lalu (24/12).

Jika bukan karena distorsi dari perilaku pengemudi lain yang tidak sewajarnya, kontur jalan tol yang mayoritas lurus serta datar juga perlu selalu diwaspadai setiap saat. 

Sejumlah reaksi yang muncul setelah terkena Highway Hypnosis seperti reaksi yang lambat saat di depan kendaraan terjadi kondisi yang mendadak berubah. Misalnya muncul rasa kaget ada kendaraan lain yang menyalip namun tidak bisa melakukan counter pada manuver kendaraan. 

Kadang juga terjadi ketika melintasi permukaan jalan yang tidak rata. Seperti sambungan jembatan kecil yang banyak jumlahnya di jalan tol, seperti di tol Trans Jawa. 

Alhasil kendaraan yang dikemudikan bisa oleng karena kondisi-kondisi tersebut tidak bisa diantisipasi akibat ‘bengong’. 

Kejadian lain yang juga muncul, ketika sebuah kendaraan seperti tidak disadari oleh pengemudi telah keluar jalur meskipun sang pemegang setir dalam kondisi terjaga. 

Bisa ‘dicegah’ dengan istirahat sebelum lelah

Meski berulang kali terdengar, sering disampaikan bahwa menepis rasa lelah atau kebosanan dengan mencari lokasi istrihata untuk rehat sejenak merupakan solusi paling ampuh.

Nano sleep bisa dilakukan efektif untuk bisa tidur berkualitas, butuh waktu 5-10 menit,” ungkap Jusri sembari menyebutkan bahwa istirahat total seperti tidur bisa mengembalikan kebugaran serta konsenterasi penuh untuk melanjutkan perjalanan. 

Untuk itu juga, seperti diterangkan lagi oleh Jusri, menerancanakan waktu tempuh atau jarak tempuh tertentu dalam perjalanan panjang sangat perlu juga memasukan jadwal untuk beristirahat. 

“Jika ada himbauan perlunya beristirahat setelah menempuh perjalanan nonstop selama tiga jam tidak ada salahnya. Walaupun karena berbagai faktor sebelum masuk jalan tol juga punya pengaruh besar dalam berkonsenterasi penuh maka jika dirasa 30 menit perjalanan sudah ada tanda-tanda yag mengkhawatirkan ya disegerakan untuk mencari lokasi beristirahat,” jabar Jusri. 

Setidaknya juga perlu direncanakan untuk punya sesi istirahat, di rest area misalnya, setiap perjalanan sudah menempuh jarak 200 kilometer. (EW)

Mengemudi di jalan non tol yang panjang juga berpotensi mengalami “Highway Hypnosis”

Tags Terkait :
Highway Hypnosis Jalan Tol Longtrip Tidur Istirahat
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait

Tips
Apa Itu Highway Hypnosis?

Karena ‘bengong’ saat mengemudi seringkali muncul tanpa disadari

1 tahun yang lalu


Tips
Awal Kecelakaan Di Tol Karena Bengong Dan Kelelahan

Selalu waspada dengan kondisi tubuh agar konsenterasi mengemudi tetap maksimal.

4 bulan yang lalu


Berita
Ini Lokasi Rest Area Di Jalur Tol Merak-Probolinggo

Luangkan waktu istirahat per 3 jam mengemudi

1 tahun yang lalu


Berita
GitiXcursion RT Meluncur di GIIAS 2026, Ban Baru untuk SUV Premium dan Pikap

GitiXcursion RT akan meluncur di GIIAS 2026. Ban terbaru Giti ini menyasar SUV premium dan pikap kabin ganda dengan kemampuan 60 persen on road dan 40 persen off road.

6 hari yang lalu


Berita
Suzuki Siapkan Mobil Listrik Kecil Penantang BYD Atto 1, Intip Bocorannya

Suzuki Vision e-Sky peluncuran Eropa 2027 direncanakan sebagai mobil listrik kecil dengan jarak tempuh lebih dari 270 km, bersaing dengan BYD Atto 1 dan Honda Super One.

1 minggu yang lalu


Berita
Headrest, Perangkat Sederhana Yang Mampu Memperkecil Cidera Leher

Headrest mobil mencegah cedera leher akibat whiplash saat kecelakaan. Perangkat ini menjadi standar keselamatan kendaraan sejak Volvo tahun 1968 dan diwajibkan NHTSA.

3 minggu yang lalu


Berita
Honda Recall 98.892 Mobil Termasuk Civic dan Accord Karena Airbag

Honda recall airbag sensor Civic Accord melibatkan 98.892 kendaraan di AS karena potensi kerusakan sensor berat penumpang yang dapat memicu pengembangan airbag tidak semestinya.

1 bulan yang lalu


Berita
Update Recall Jok Electric Hyundai Palisade Di Indonesia

Hyundai Palisade mengalami recall secara global. Ketahui masalahnya.

2 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Mazda CX-5 dan Mazda CX-30 Makin Layak Dipertimbangkan, Kabin Lebih Lapang dan Nyaman untuk Mobilitas Harian

SUV dari Mazda menawarkan kabin yang lapang sehingga menyenangkan untuk digunakan harian.

1 jam yang lalu


Berita
Kia Umumkan Harga The all-new Seltos di GIIAS 2026, Mulai Rp 359 Juta

Kia resmi umumkan harga The all-new Seltos GIIAS 2026 mulai Rp 359 juta untuk tiga varian dengan fitur ADAS dan desain Opposites United.

1 jam yang lalu


Berita
Hino Beri Penghargaan Karoseri Terbaik di GIIAS 2026

Hino Bodymaker Award 2026 GIIAS digelar di GIIAS 2026 untuk mengapresiasi karoseri yang memenuhi standar teknis pembangunan bodi kendaraan Hino.

2 jam yang lalu


Berita
Begini Impresi Berkendara Changan Nevo QO5

Changan resmi memasarkan Nevo Q07 di Indonesia dengan harga yang cukup kompetitif.

3 jam yang lalu


Berita
Hyundai Andalkan Keunggulan Kabin Luas dan Teknologi Elektrifikasi pada The New STARIA

Hyundai memperkenalkan The New Staria Electric Hybrid dengan kabin luas di GIIAS 2026. MPV ini menawarkan teknologi elektrifikasi dan ruang kabin lega sesuai kebutuhan konsumen Indonesia.

4 jam yang lalu