Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Jadi Komponen Penting, Ternyata Masih Banyak Yang Enggan Cek Angin Ban Rutin

Seperti data dari Michelin Indonesia yang mengungkap masih banyak pengendara mobil enggan memeriksa kondisi tekanan angin rutin.
Tips
Kamis, 18 Februari 2021 14:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Meski terkesan sepele, tapi tekanan angin ban sebenarnya memiliki pengaruh besar di kendaraan. Mulai dari mempengaruhi kenyamanan hingga keselamatan berkendara. Sayangnya, masih banyak yang mengabaikan pengecekannya. Seperti data dari Michelin Indonesia yang mengungkap masih banyak pengendara mobil enggan memeriksa kondisi tekanan angin rutin.

Di mana 64 persen dari pengendara mobil yang mengikuti survei mengakui mengecek tekanan angin pada ban setidaknya setiap satu bulan sekali. Sedangkan 15 persen pengendara lainnya melakukan pengecekan angin setelah lebih dari jangka satu bulan.

Selebihnya, sebanyak 21 persen pengendara yang disurvei menyatakan hanya mengecek tekanan angin sesekali apabila ban mulai kempes, terasa tidak nyaman, atau saat akan melakukan perjalanan jauh. Data itu diambil dari survei dilakukan sebagai bagian kampanye Michelin Safe Mobility 2020 akhir tahun lalu.

Padahal, mayoritas pengendara Indonesia mengetahui tekanan angin ideal namun belum melakukan pengecekan tekanan angin secara berkala.

BACA JUGA

Presiden Direktur Michelin Indonesia, Steven Vette menyampaikan memeriksa tekanan angin wajib dilakukan secara rutin untuk memastikan keamanan selama berkendara.

"Jangka waktu ideal untuk memeriksa tekanan angin pada ban adalah dua minggu sekali. Atau selambat-lambatnya satu bulan sekali, tetapi jangan sampai lebih dari satu bulan tidak mengecek tekanan angin pada ban," kata Steven belum lama ini.

Kurang mengisi angin atau mengisi secara berlebihan, dapat mengakibatkan ban aus lebih cepat, mengurangi daya cengkeram, dan menjadikan lebih boros bahan bakar.

Selain itu pengecekan rutin pun harus dilakukan karena kondisi angin ban bisa saja berubah, meski tidak disebabkan adanya lubang.

“Meskipun tidak ada kerusaan yang terlihat di permukaan, ban bisa kehilangan tekanan udara hingga 1 psi setiap bulan," timpal Customer Engineering Support Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi.


Tags Terkait :
Ban Tekanan Angin Ban
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Michelin: Ban Serep Tiga Bulan Sekali Cek Anginnya

Tekanan angin sangat vital untuk jamin traksi ban dengan permukaan jalan

1 tahun yang lalu


Tips
Perhatikan Selalu Tekanan Ban Agar Perjalanan Selamat

Ada tiga tindakan mudah untuk pantau kondisi ban selama di perjalanan liburan

1 hari yang lalu


Tips
Pantau Tekanan Udara Ban Cara Toyota

Cara pantau tekanan udara ban Toyota ala Auto2000 cegah pecah ban akibat kempis. Technical Leader Aries Budiarto ungkap risikonya.

1 hari yang lalu


Truk
Ramp Check Mandiri Ala Isuzu Untuk Keamanan Masa Nataru

Demi memastikan kendaraan beroperasi dengan baik sekaligus nyaman dikendarai

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Kepedulian Akan Bahayanya Perlintasan Kereta Api Masih Rendah

Bahaya perlintasan kereta api sebidang Indonesia: 3.703 titik, 1.808 kecelakaan dan 1.522 korban jiwa sejak 2020. Kesadaran publik rendah, edukasi mendesak.

56 menit yang lalu


Berita
Honda Prelude Dinobatkan Sebagai Sedan Dengan Desain Terbaik 2026

Harga Honda Prelude 2026 di Indonesia Rp925-975 juta OTR Jakarta. Sedan sport ini laris 100 unit pemesanan pertama dan raih Red Dot Best of the Best untuk desain terbaik.

1 jam yang lalu


Berita
BYD Hadirkan Lini Produk EV Terlengkap Sesuai Kondisi Indonesia

Setiap model dan varian yang dipasarkan seiring dengan ekspektasi masyarakat.

2 jam yang lalu


Berita
Sayonara Toyota Veloz Bensin Stop Penjualan Di Indonesia

Toyota Veloz bensin stop penjualan di Indonesia sejak Februari 2026. Produksi kini untuk ekspor, pasar domestik beralih sepenuhnya ke Veloz Hybrid Electric Vehicle.

3 jam yang lalu


Berita
Ini Dia Bocoran Skyline GT-R R36

Nissan bocorkan teaser Skyline GT-R R36: Generasi baru tetap sedan RWD berdesain retro dengan quad round taillights dan potensi mesin V6 twin-turbo.

4 jam yang lalu