Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Hal yang Harus Diperhatikan Pada Ban Saat Masuk Musim Hujan

Air jadi penyebab melemahnya cengkraman ban pada permukaan jalan.
Tips
Senin, 28 Oktober 2019 11:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Diprediksikan, musim hujan segera hadir menyapa dalam beberapa waktu ke depan. Tak jarang kita akan berhadapan dengan berbagai skala dari rendah hingga tinggi. Namun pada dasarnya pada saat hujan apapun kondisinya, kita harus memberi perhatian yang lebih pada ban dan juga habit mengendara.

“Pada saat hujan, secara umum cengkraman ban terhadap permukaan jalan tidak sekuat ada saat kondisi kering. Hal ini karenakan air yang berada di antara permukaan jalan dan ban,”terang Zulpata Zainal On Vehicle Test (OVT) Manager Gajah Tunggal Tbk.

Pak Zul mengatakan bahwa kita tidak boleh lalai memberi perhatian pada ban terlebih pada saat hujan datang. “Kita harus mempersiapkan kondisi ban mobil secara khusus dan juga kebiasaan menyetir khusus menghadapi jalanan dengan genangan air,” lanjutnya

Setidaknya ada tiga hal yang harus disiapkan dan diperhatikan saat berkendara di saat hujan turun.

Kondisi fisik Ban

Perhatikan kondisi kembangan pada telapak ban dan pastikan kondisinya kembangan bannya masih tebal. Dengan kembang yang baik, maka kondisi aquaplaning atau hydroplaning dapat diminimalisir. Semakin tipis kembangan yang ada pada ban, maka akan semakin sulit air dibuang dari telapak ban.

Tekanan Angin

Tekanan angin ban merupakan faktor penting untuk mengendarai di saat hujan ataupun kondisi kering. Tekanan angin yang sesuai dengan speksifikasi standar kendaraan sangat ditekankan untuk mendapatkan kinerja terbaik.

Kecepatan

Kontrol laju kendaraan anda. Harus disadari bahwa kondisi hujan cengkaraman ban akan berkurang secara signifikan apapun itu jenis bannya. Kecepatan dibatasi 60 hingga 79 kpj saja untuk jalanan lengang dan lurus. Kurangi kecepatan apabila curah hujan semakin besar. Selain genangan air semakin tebal dan juga jarak pandang menjadi lebih terbatas.


Tags Terkait :
Tekanan Angin Tebal Kembangan Habit Berkendara
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Bolehkah Menambah Angin Ban Nitrogen Dengan Angin Biasa

Menambah tekanan ban dengan angin berjenis nitrogen bisa dibilang cukup sulit.

1 tahun yang lalu


Tips
Apakah Angin Biasa Boleh Dicampur Dengan Nitrogen?

Menambah tekanan ban dengan angin berjenis nitrogen bisa dibilang cukup sulit.

2 tahun yang lalu


Tips
Bolehkah Mencampur Angin Ban Biasa Dengan Nitrogen? Ini Penjelasannya

Menambah tekanan ban dengan angin berjenis nitrogen bisa dibilang cukup sulit.

2 tahun yang lalu


Tips
Sulit Menemukan Nitrogen, Apakah Mencampur Jenis Angin Ban Aman?

Menambah tekanan ban dengan angin berjenis nitrogen bisa dibilang cukup sulit.

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
BAIC Arcfox Perkenalkan MPV Mewah, Rival Denza D9

Arcfox, sub-brand dari Beijing Automotive Group (BAIC), resmi membuka masa pre-sale untuk MPV mewah terbarunya, Wendao V9.

1 jam yang lalu


Berita
Volkswagen Hadirkan 2 Model Baru Khusus Pasar Cina, Kolaborasi Dengan Xpeng

Volkswagen resmi memperkenalkan dua mobil listrik terbaru untuk pasar China, yakni crossover ID.

4 jam yang lalu


Tips
Ini Cara Aman Menaikan Mutu Car Audio Di EV

Perhatikan spesifikasi kelistrikan bawaan mobil sebagai langkah pertama.

15 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Terus Buka Kelas Khusus Di SMK

Sebagai penghubung industri otomotif dengan dunia pendidikan vokasi.

16 jam yang lalu


Mobil Listrik
Usung Konsep Modular, KIA PV5 Bakal Hadir Di Indonesia Sebagai Mobil Penumpang

Walau punya fleksibelitas, KIA Indonesia jatuhkan pilihan pasarkan sebagai mobil penumpang.

19 jam yang lalu