Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Inilah 7 Kerugian Membawa Barang di Atap Mobil

Nekat mau meletakkan barang bawaan di atas atap mobil saat pergi mudik Lebaran? Baca dulu deretan konsekuensinya berikut ini.
Tips
Jumat, 23 Juni 2017 03:00 WIB
Penulis : Danu P Dirgantoro


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Ketika musim mudik Lebaran sering terlihat mobil pemudik menempatkan barang bawaan sampai di atap. Mulai dari ada yang pakai perangkat khusus seperti box tambahan sampai yang hanya sekedar diikat tali, mewarnai pemandangan mudik pakai mobil pribadi.

Lantas, apakah membawa barang dengan cara seperti itu dibenarkan? Ternyata tidak. Itulah yang diungkap Jusri Pulubuhu, Instruktur Senior Safety Driving - Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Sebab menurut Jusri, banyak kelemahan dan bahaya yang bisa ditimbulkan cara mengangkut barang seperti itu.

Berikut adalah daftar konsekuensi membawa barang di atap mobil beserta alasannya:

1. Mempengaruhi stabilitas

Dengan adanya barang di atap tentunya menambah tinggi mobil, semakin krusial jika barang bawaanya menjulang tinggi. Ini akan membuat titik berat mobil bertambah ke atas. Pada mobil MPV seperti Toyota Avanza maupun Suzuki APV, hal ini sangat berbahaya ketika membelok. Mobil yang punya ground clearance cukup tinggi seperti Avanza menjadikan efek body roll semakin bertambah. Ketika menikung bodi mobil bisa saja semakin miring. Risiko terbalik menjadi lebih besar.

2. Barang rawan jatuh

Hanya dengan mengikat maupun menutup barang di atap, bukan berarti menjamin barang tersebut tak terlepas. Sebab, empasan angin ketika mobil melaju bisa saja membuat tatanan barang berubah. Belum lagi ketika mobil melintasi jalanan bergelombang, guncangan mobil bisa membuat barang di atas bisa berubah posisinya dan paling buruk adalah tercecer.

3. Merusak permukaan atap

Terutama bagi yang tidak menggunakan roof-rack, barang bawaan yang langsung tersususn di permukaan atap bisa membuat cat atap tersebut tergores. Masalah semakin parah ketika bobot barang cukup berat, ini akan membuat permukaan atap melengkung.

4. Rawan dicuri

Karena posisinya yang berada di luar kabin, maka barang di atap berpotensi mengundang si tangan panjang untuk beraksi. Misal sudah diikat dan ditutup terpal, bawaan di atap bisa saja disobek dengan benda tajam ketika mobil ditinggal istirahat di area parkir.

5. Menambah hambatan angin

Karena menempel pada eksterior dan menambah dimensi mobil, maka barang di atap akan mempengaruhi tingkat aerodinamika. Ketika jalan pelan cenderung tak terasa, tapi ketika sudah melaju di kecapatan tinggi seperti di tol maka hambatan angin semakin besar. Dampaknya pemakaian bahan bakar bisa semakin boros.

6. Membahayakan pengguna jalan lain

Jika sampai yang terbruk terjadi, barang tercecer dan terpental ketikan mobil melaju, tentunya bisa menghantam mobil di belakangnya. Atau mobil di sekitarnya terpaksa menghindar yang membuat lalulintas jadi kacau.

7. Bagian atas mobil bisa mentok

Barang di atas mobil akan menambah tinggi total kendaraan. Anda mesti mengukur ulang berapa tinggi mobil Anda plus barang bawaan. Di beberapa pintu tol khusus mobil penumpang ada batasan maksimal tinggi mobil, yakni 2,1 meter. Bahkan di beberapa parkir bawah tanah ada yang batasnya tak sampai 2 meter. Artinya, ketika membawa barang di atas, mobil Anda harus melewati jalur yang batas ketinggiannya aman bagi mobil. Plus Anda akan membuang waktu lebih banyak di jalan karena tak bisa mengantre di jalur khusus mobil penumpang.

Dari penjelasan itu, jelas sebaiknya Anda tidak meletakkan barang di atas mobil. Walaupun menggunakan roof box kokoh sekalipun, tetap akan ada kerugian dan konsekuensinya. Sebisa mungkin letakkan seluruh barang bawaan di dalam kabin.


Tags Terkait :
Tips Mengemudi Mudik
D

Danu P Dirgantoro

Reporter

a

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Jangan Sembarangan! Penggunaan Klakson Punya Aturan Loh

Penggunaan klakson sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah.

3 tahun yang lalu


Berita
Lima Tips Mudah dan Aman Menyalip Kendaraan Besar

Sepintas mudah, tapi ada tata cara mendahului kendaraan besar yang tepat sehingga dalam pelaksanaannya tidak sampai menimbulkan masalah seperti kecelakaan.

4 tahun yang lalu


Tips
Tips Berkendara Aman di Tengah Hujan

Hujan kadang masih datang menyiram beberapa wilayah di Indonesia, tetap terapkan gaya mengemudi aman. Simak panduannya berikut ini.

5 tahun yang lalu


Berita
4 Langkah Pengecekan Sebelum Menyongsong New Normal

4 langkah ini perlu dilakukan untuk memastikan mobil yang sudah lama tidak digunakan selalu dalam kondisi yang prima.

5 tahun yang lalu


Tips
4 Tips Mengemudi Dalam Kondisi Kabut Asap

Ketika kita mengemudi di kawasan yang terkena kabut asap, tentu akan sulit mendapatkan pandangan jernih ke depan. Berikut hal yang perlu Anda lakukan.

6 tahun yang lalu


Berita
Bolehkah Mobil Pribadi Pakai Klakson "Telolet"?

Inilah pasal yang mengatur penggunaan klakson pada kendaraan, lantas bolehkah klakson "telolet" dipakai untuk mobil Anda?

9 tahun yang lalu


Tips
TIPS: Perhatikan Etika, Hindari Pencet Klakson Dalam Kondisi Ini

Inilah 8 area dan kondisi di mana sebaiknya klakson mobil Anda tak berbunyi.

9 tahun yang lalu


Tips
Hasil Penelitian: Pengemudi Wanita Mudah Marah. Ini Cara Menguranginya

Hyundai Inggris menggandeng Universitas London untuk mencari fakta dari sifat pengemudi wanita, dan hasilnya cukup mengejutkan.

9 tahun yang lalu


Terkini

Komparasi
Komparasi Spesifikasi BYD M6 DM vs Chery Tiggo 8 CSH

Komparasi spesifikasi BYD M6 DM vs Chery Tiggo 8 CSH PHEV menyoroti perbedaan dimensi, performa hybrid, dan karakter kendaraan MPV serta SUV keluarga.

51 menit yang lalu


Berita
Bocoran Harga BYD M6 DM-i, Diprediksi Lebih Murah Dari Wuling Darion

Harga BYD M6 DM-i vs Wuling Darion: BYD tawarkan harga indikasi Rp310-380 juta untuk M6 DM-i PHEV, lebih rendah dari Darion mulai Rp449 juta.

10 jam yang lalu


Berita
Xpeng Ungguli Tesla, Produksi Masal Robotaxi Segera Dimulai

Xpeng mengungguli Tesla dalam pengembangan Robotaxi dengan memanfaatkan model GX yang sudah ada, sehingga mampu memangkas biaya dan segera memulai produksi massal.

11 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Gelar Kumpul Sahabat Serentak di Seluruh Indonesia

Daihatsu Kumpul Sahabat Serentak 23 Mei 2026 digelar di seluruh outlet Daihatsu sebagai wujud apresiasi kepada masyarakat Indonesia.

13 jam yang lalu


Berita
Mencoba iCar V27 REEV Di Kampung Halamannya

Review test drive iCar V27 REEV di Wuhu, China. SUV mid-size boxy dengan desain modern, tenaga AWD 455 hp, jarak tempuh 1.200 km, dan kemampuan off-road yang tangguh.

14 jam yang lalu