Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Tes Truk Hidrogen Toyota-Coca-Cola-Air Liquide

Toyota ‘masih ngotot’ tak ingin bergantung pada kendaraan listrik
Truk
Selasa, 20 Agustus 2024 18:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Toyota boleh disebut sebagai pabrikan yang masih ‘setengah hati’ utuk bisa ikut dalam pertarungan kendaraan non fosil, khususnya untuk yang bertenaga listrik. Karena Toyota masih berkeyakinan bahwa modul motor bakar masih banyak yang bisa dieksplorasi.

Salah satunya lewat pemanfaatan bahan bakar ramah lingkungan seperti hidrogen. Kali ini bersama Coca-Cola dan raksasa kimia, Air Liquide. Ketiganya melakukan tes intensif di sebuah truk angkut berat dengan tujuan mencari optimalisasi bahan bakar dengan dekarbonisasi teratas.

Pihak Coca-Cola menyediakan kesempatan untuk pengujian langsung di dalam kegiatan rutin pengantaran produknya di sejumlah wilayah di Eropa dengan truk hidrogen.

BACA JUGA

Sementara itu Toyota akan banyak berperan dalam pembuatan serta riset dalam pembangkit daya berbahan bakar hidrogen, berupa pengadaan fuel cell. Dan tentu saja Air Luquide akan memasok kebutuhan hidrogen selama masa pengujian yang sudah berlangsung sejak bulan Juli yang lalu.

Truk berbahan bakar hidrogen ini menjadi medium penelitian ketiga raksasa industri dunia itu untuk mendapatkan optimalisasi pemakaian bahan bakar hidrogen. Sekaligus juga mencari titik yang paling efisien dalam pemanfaatan bahan bakar hidrogen.

Pengujian tersebut memakai platform truk buatan VDL yang bermarkas di Belanda.  

Memakai basis truk buatan VDL asal Belanda

Tentu saja Toyota sangat berkepentingan untuk membuktikan ke dunia bahwa pihaknya memang bisa mewujudkan semuah kendaraan bermotor yang juga masuk dalam skema dekarbonisasi secara global.

Dalam tes ini pula tersebut ketiganya juga membangun sejumlah lokasi untuk pengisian ulang hidrogen.  Karena seperti juga energi listrik, kebutuhan untuk jatingan kendaraan komersial tentu sangat bergantung pada jaringan pemasok yang berada di lintasan tentu agar kegiatan operasional nantinya berjalan dengan normal. Sebagaimana jamak dilakukan pada kegiatan operasional kendaraan berbahan bakar fosil.

Lewat Thiebault Paquet, Vice President R&D, Toyota Motor Europe, diakui bahwa Toyota memang sedang berakselerasi untuk mendapatkan pembuktian yang bisa dilanjutkan dalam tahap produksi massal atas sebuah kendaraan berbahan  bakar non fosil seperti hidrogen.

Sejauh ini kendaraan yang sudah diproduksi massal dan dijual ke pasaran adalah Toyota Mirai. Walaupun masih terkosenterasi untuk pasar dalam negeri Jepang.

“Kami sedang berkosenterasi untuk mencapai tujuan zero tailpipe carbon emissions dalam sebuah kegiatan operasional logistik pada tahun 2024,” pungkas Thiebault, dalam keterangan resminya.

Baca juga: ESDM: Bahan Bakar Hidrogen Potensial Untuk Bus Dan Truk

Baca juga: Toyota Mulai Uji Coba Hilux Hidrogen

Pengujian langsung dalam kegiatan operasional logistik Coca-Cola di Eropa


Tags Terkait :
Toyota Cocacola Airliquide Hidrogen Fuelcell Tes Eropa Toyotamotoreurope
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
Tes Truk Hidrogen Toyota-Coca-Cola-Air Liquide

Toyota ‘masih ngotot’ tak ingin bergantung pada kendaraan listrik

1 tahun yang lalu


Berita
California Operasikan Ribuan Bus Kota Hidrogen

Proyek raksasa untuk ukuran Amerika Serikat sekalipun

1 tahun yang lalu


Berita
Toyota Bersikukuh Mengerjakan Girboks Manual Untuk EV

Toyota kembangkan transmisi manual untuk EV meski tren mobil listrik menuju kesederhanaan. Produsen Jepang ini tengah mematenkan konsep girboks manual yang memberikan pengalaman berkendara klasik.

20 jam yang lalu

Berita
Toyota Pamerkan Konsep GR Camry Dengan Tenaga Raksasa

Potensi tenaga maksimal dipasok dari dua mesin. Hal tersebut membuat mobil ini sangat superior.

1 hari yang lalu


Terkini

Bus
Tarif Baru Transjabodetabek Rp10 Ribu Akan Segera Ditetapkan

Rencana tarif baru Transjabodetabek Rp10 ribu sebagai tarif integrasi maksimal dalam tiga jam akan segera ditetapkan pemerintah DKI Jakarta melalui JakLingko.

20 jam yang lalu

Bus
Tarif Transjabodetabek Akan Naik Signifikan

Akan diawali tarif baru untuk rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

1 hari yang lalu


Truk
Peran Karoseri Bagi Mercedes-Benz Tak Hanya Identik Untuk Bus

Pasang bodi tambahan di atas sasis truk juga butuh penanganan khusus.

1 hari yang lalu


Bus
Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50

Indonesia stop impor solar Juli 2026 diganti B50. Pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen berbasis sawit mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

1 hari yang lalu

Bus
Ini Jumlah Bus di Seluruh Indonesia Bulan Juni 2026

Data per 1 Juni 2026 mencatat 313.385 unit bus di seluruh Indonesia. Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan populasi bus terbanyak.

1 hari yang lalu