Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityPikap

Pikap Mercedes-Benz, Produk Gagal?

Fans Mercedes-Benz tidak mau sharing platform
Pikap
Kamis, 27 Oktober 2022 08:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Pada tahun 2015, Mercedes-Benz bikin kejutan ke seluruh dunia bahwa mereka akan menghadirkan sebuah pikap. Ini merupakan kolaborasi bersama aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Basis produksinya di sejumlah unit produksi Nissan dan Renault di beberapa negara di Eropa maupun Amerika Selatan.

Setahun kemudian, muncul nama baru dari mobil itu sebagai X-Class Concept. Waktu itu, otrang nomor satu pabrikan asal Jerman ini, Dieter Zetsche, mengatakan bahwa segmen pikap diyakini mereka merupakan ceruk pasar yang masih akan berkembang pesat.

Pada masa itu juga sudah dicanangkan bahwa pasar Australia, Selandia Baru, Eropa, Amerika Latin, dan wilayah Afrika adalah sasaran utama dari pemasaran pikap baru itu. Mesin yang terpilih adalah V6 diesel turbocharged yang dipasangkan dengan sistem penggerak all-wheel-drive.

Pilihan mesinnya mulai 2.000 bensin sampai 3.000 cc V6, begitu juga pilihan transmisinya yaitu 6 percepatan manual dan juga 7 percepatan otomatis. Dimensinya; panjang 5,4 meter, lebar 1,9 meter, dan tinggi 1,8 meter.

BACA JUGA

Klaim Mercedes, X-Class akan menjadi truk pikap "premium" pertama di dunia bersaing dengan Lincoln Blackwood, CadillacEscalade EXT, maupun Chevrolet Avalanche. Ya, semuanya termasuk pikap yang akhirnya gagal di pasaran.

Namun dari nama-nama tadi, X-Class termasuk paling terakhir pamit dari pasar. Penjualan global X-Class pada tahun pertamanya di 2018 hanya 16.700 unit. Itu sudah merupakan penjualan di wilayah Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Tahun 2019, penjualan semakin menurun, sekitar 15.300 unit. Sampai kemudian pada Mei 2020 X-Class harus berhenti diproduksi karena penjualan semakin menyedihkan.

Ada sejumlah hal yang membuat pikap Mercedes-Benz ini gagal disukai konsumen. Pertama yang mengemuka, konsumen banyak kecewa dengan opsi sharing platform antara pihak Mercedes-Benz dengan Nissan-Renault. Fans berat Mercedes-Benz justru berharap sebuah model yang sama sekali baru.  

Masalah ini semakin diperparah dengan penggunaan mesin Nissan-Renault di varian terendah, meskipun X350 bermesin sama dengan G-Class. Konklusinya, X-Class terlanjur dipersepsikan sebagai versi rebranding yang lebih mahal dari Nissan Navara.


Tags Terkait :
#bus #truk #busindonesia #trukindonesia #safetydriving #defensivedriving #pikap
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Pikap
‘Toyota Rangga 'Jadi' Rilis Januari 2024?

Salah satu mobil ‘most anticipated’ di segmen pikap nasional

2 tahun yang lalu


Bus
Mercedes-Benz O 6600 H, Bus Mesin Belakang Pertama Di Dunia

Lokasi mesin belakang bikin penumpang lebih nyaman

2 tahun yang lalu


Truk
Truk Ford Ternyata Masih Dibuat di Turki, Rusia, Dan Tiongkok

‘Sayang’ mesinnya Euro 6, (masih) sulit masuk Indonesia

2 tahun yang lalu

Van
Renault Bento: Van Paling Kecil Di Dunia?

Tampilannya termasuk stylish

2 tahun yang lalu


Berita
Volvo FH, Truk Listrik Terbaik Versi IToY 2024

Truk listrik makin jadi perhatian di dunia

2 tahun yang lalu

Pikap
Isuzu Panther Pikap, Masih Layak Diandalkan?

Harga solar yang ‘tinggi’ kini jadi tantangan

2 tahun yang lalu


Bus
Inilah Bus Mesin Belakang Pertama Di Indonesia

Inspirasi lokasi mesin seperti pada VW Kombi

2 tahun yang lalu


Bus
Sasis Bus “Quad Axle” Berpeluang Masuk Indonesia?

Keberadaan jalan tol Trans Jawa membuka kembali asa ini

2 tahun yang lalu


Terkini

Bus
MAN Bikin Tes Bus Kota Tanpa Sopir di Jalur Harian

Pihak MAN menyebut bus tanpa pengemudi adalah tren masa depan

17 jam yang lalu


Bus
Sora Bus Hidrogen Versi Terbaru Kolaborasi Toyota dan Isuzu

Teknologi hidrogen dipadukan teknologi kendaraan listrik dalam satu paket bus kota.

1 hari yang lalu


Bus
Jarak Tempuh Jadi Kendala, Juragan 99 Trans Tunggu Bus Listrik Bisa Tempuh 900 Km

Menurutnya, kebutuhan jarak tempuh bus untuk rute yang dijalankan Juragan 99 Trans saat ini mencapai minimal 900 km.

1 hari yang lalu


Bus
Juragan 99 Trans Buka Trayek Bogor-Yogyakarta, Tiket Mulai Rp 458 Ribu

Layanan perdana rute tersebut mulai beroperasi pada Sabtu (10/10) dengan menggunakan bus double decker yang dilengkapi tiga pilihan kelas, yakni sleeper, business, dan private.

1 hari yang lalu

Bus
Mitsubishi MR470, Salah Satu Perintis Desain Bus Bodi Monokok

Konsepnya hadir sebagai bus yang efisien dalam pengoperasian dan perawatan.

1 hari yang lalu