Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityPikap

Cara Unik Orang Jerman Memodifikasi Pikap Amerika

Salah satu keunikan modifikasi ini, dengan membuat mesinnya mampu menggunakan bahan bakar gas
Pikap
Selasa, 10 Maret 2020 19:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Bagi orang Eropa, mobil Amerika biasanya dipandang sebelah mata dan bahkan menjadi bahan lelucon, terlebih untuk orang Jerman yang sohor dengan kemampuan industri di negerinya untuk membuat salah satu mobil terbaik di dunia. Namun, ternyata tidak semua orang Jerman berpikiran seperti itu. Seperti pada Dodge RAM 1500 yang dijadikan ‘kanvas’ modifikasi yang tergolong ekstrem.

Pikap racikan Fiat Chrysler Automobile (FCA) ini oleh JB Car Design, salah satu rumah modifikasi asal Jerman, dibuat dengan menyuguhkan berbagai upgrade. Yang paling mencolok adalah hadirnya bumper besi yang mengeser posisi bumper bawaan pabrik. Nampak berbagai perangkat off-road seperti winch, hingga lampu tembak tambahan hadir pada sosok yang satu ini.

Seperti dilansir dari JB Car Design memasangkan ban bermotif kasar yang dipadu dengan pelek berukuran 22 inci. Agar pas dipadu dengan ukuran ban dan pelek baru ini, maka pikap yang mengambil basis dari RAM 1500 Rebel ini harus dijejali dengan suspension lift kit 3 inci (7,62 cm).

BACA JUGA

Penampilan pikap ini jadi lebih sangar dengan balutan cat merah khusus, Stone Crush yang diklaim tahan dengan goresan ranting saat pikap ini digunakan untuk off-road.

Mesin HEMI V8 5.700 cc menjadi penyumbang tenaga utama, mesin yang juga dipakai oleh muscle car modern Dodge Challenger ini, mampu menyemburkan daya 428 hp dan torsi 580 Nm.

Uniknya, meski mengedepankan tenaga dan performa yang gahar, modifikator Jerman ini memikirkan agar bahan bakarnya lebih ramah lingkungan, dengan membuatnya mampu menghirup bahan bakar gas.


Tags Terkait :
Ram JB Car Design Germany
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Pikap
Cara Unik Orang Jerman Memodifikasi Pikap Amerika

Salah satu keunikan modifikasi ini, dengan membuat mesinnya mampu menggunakan bahan bakar gas

6 tahun yang lalu


Berita
Land Rover Defender Versi Amerika Kemungkinan Gunakan Sasis Jeep Wrangler

Defender tak hanya akan dirakit di AS, tapi juga akan dibangun di atas sasis tangga SUV atau pikap dari Stellantis

1 hari yang lalu


Berita
Ada Aja Gebrakannya, Xiaomi Punya SUV EREV Dengan Fitur Tenda

Xiaomi memperkenalkan Sky Nomad, sebagai sub-brand mereka. Lebih jauh lagi, raksasa elektronik ini juga sudah menyiapkan unit SUV EREV berukuran penuh yang diduga untuk sub-brand anyar tersebut.

1 bulan yang lalu


Pikap
Ladder Frame EREV, Konsep Hybrid Yang Mulai Banyak Dilirik

Ladder frame EREV untuk pikap mulai dilirik pabrikan otomotif. Konsep ini dipilih karena ketahanan struktural dan kemampuan off-road yang lebih baik, seperti pada BYD Shark, Ram 1500, dan Ford F-150.

2 bulan yang lalu


Terkini

Van
Peugeot Partner Sudah Berusia Edar 30 Tahun, Sempat Mengaspal di Indonesia

Model yang kini dipasarkan adalah generasi ketiga.

8 jam yang lalu

Bus
Transjakarta Akan Operasikan 10.000 Bus Listrik Sampai 2030

Penghematan anggaran untuk pembelian BBM juga bisa dikurangi secara signifikan.

1 hari yang lalu

Truk
IEE Series 2026: Hadir Lagi Barisan Kendaraan Berat Berteknologi Mutakhir

Sebuah pengalaman unik menyimak dari dekat kendaraan yang tak lazim ditemui di area Mining Indonesia.

1 hari yang lalu


Truk
Hino 500 FM 280 JD 6x4 Fire Truck, Sasis Tangguh untuk Kendaraan Pemadam Kebakaran

Bukti sasis truk Hino bisa fleksibel untuk dibangunkan bodi yang beragam sesuai kebutuhan

1 hari yang lalu


Van
Meski Tanpa Insentif, Farizon Bertekad Konsisten Rakit Produknya di Indonesia

Segmen kendaraan niaga tenaga listrik di Indonesia punya potensi pasar yang besar

1 hari yang lalu