BUS-TRUCK - Wacana untuk penyesuaian tarif Transjakarta nampaknya memang benar-benar akan terjadi. Sebagaimana ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya melakukan penyesuaian tarif untuk Transjakarta dan Transjabodetabek, termasuk Mikrotrans dan Jaklingko.
Hal yang diutarakannya pekan ini (30/9/2026) dan penerapannya efektif pada tanggal 1 Januari 2027, namun besaran penambahan tarifnya masih belum ditetapkan.
Seperti dikutip dari Antara, Pramono juga menyatakan pihak Pemprov DKI Jakartra akan mengurangi subsidi transportasi bagi masyarakat yang dianggap mampu dan memberikannya kepada yang lebih membutuhkan.
Hal itu dilakukan dengan menambah golongan penerima Kartu Layanan Gratis (KLG) dari 15 golongan menjadi 21 golongan. Tetapi menurut Pramono, ada golongan penumpang yang dianggap mampu, subsidinya akan dikurangi.
Menurut Pramono, penyesuaian tarif perlu dilakukan karena sudah lebih dari 20 tahun pihak Pemprov DKI Jakarta belum melakukan penyesuaian tarif.
Walau begitu, diyakinkan oleh Gubernur DKI Jakarta tarif baru tersebiyty nantinya akan lebih murah dibandingkan dengan semua layanan transportasi massal daerah-daerah penyangga kota Jakarta.
Di lain kesempatan, Badan Pusat Statisitk DKI Jakarta mencatat secara tahunan, jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta dan Transjakarta meningkat pada Agustus 2026, masing-masing sebesar; 1,80 persen, 9,94 persen, dan 7,19 persen.
Namun, Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, dalam keterangannya (1/10/2026) di Jakarta, mengemukakan jumlah penumpang MRT Jakarta dan Transjakarta secara bulanan mengalami penurunan.
"Pada Agustus 2026, jumlah penumpang MRT Jakarta dan Transjakarta mengalami penurunan secara bulanan, masing-masing sebesar 12,56 persen dan 5,82 persen," ujar Kadarmanto.
Transportasi massal yang memngalami peningkatan adalah LRT, naik 6,31 persen secara bulanan pada Agustus 2026. Tercatat ada 6.324 perjalanan, relatif tidak berubah dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan ini meningkat sebesar 0,03 persen secara tahunannya.
Sementara itu, armada Transjakarta yang beroperasi pada Agustus 2026 sekitar 4.741 unit atau meningkat 0,8 persen secara bulanan, namun secara tahunan turun sebesar 6,17 persen. (EW)
