Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Desain Bodi Bus Mesin Depan Ala Laksana

Tepis mitos bus mesin depan tidak ‘layak’ jadi bus mewah
Bus
Senin, 5 Agustus 2024 12:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Di ajang GIIAS beberapa waktu lalu ada dua unit bus dengan desain yang unik, karena keduanya memakai basis sasis mesin depan.

Bukan hanya itu, unit milik PO Bagong dengan sasis Hino AK 240 dan juga milik PO Sinar Jaya dengan sasis Mercedes-Benz OF 1623 Euro 4 itu juga sama-sama berdesain kabin yang mewah.

“Untuk SR3 Neo FE menjadi tantang bagi Laksana, khususnya menciptakan bus sleeper dengan sasis mesin depan yang semuanya dikemas jadi luxury bus,” buka Kusririn, R&D Manager Laksana yang dihubungi langsung (1/8).

BACA JUGA

Kemudian diterangkan lagi lebih lanjut oleh Kusririn bahwa pada dasarnya struktur sasis untuk  mesin depan maupun belakang tidaklah berbeda jauh. “Sebenarnya unit front engine secara  konstruksi baik material dan kekuatannya sama, tapi tentunya dasar pembuatannya (bodi) pasti di sesuaikan dengan sasis yang di gunakan,” urainya.

Salah satu hal yang selalu jadi pertimbangan penting tim asuhan Kusririn atau biasa dipanggil Ririe adalah perihal titik keseimbangan bodi dengan sasis. Faktor yang sering disebut sebagai ‘centre of gravity weight’ ini sangat cermat diperhatikan oleh tim yang bermarkas di Ungaran, Jawa Tengah, itu.

Salah satunya untuk menepis anggapan bahwa bus dengan mesin di depan sangat berpotensi untuk limbung berlebihan saat melintasi jalur berliku.

Perbedaan versi Sinar Jaya dan Bagong lebih banyak berkaitan dengan spesifikasi kompartemen penumpang

Kabin versi Bagong, untuk keperluan rute AKDP ataupun pariwisata

Kabin versi Sinar Jaya, untuk rute AKAP

Dilanjutkan lagi oleh Kusririn, aplikasi sasis ‘space frame’ untuk mesin depan bisa menyisakan ruang yang terbilang besar yang diperuntukan sebagai ruang bagasi.

Apa itu sasis ‘space frame’?

Desain dasar dari “space frame” yang diawali pendekatan teknik bernama “Thethraderal Geomtery” itu  merupakan rangkaian struktur tulang besi yang saling terhubung satu sama lain dengan bertumpu pada sambungan antar bilah besi itu.

Karakternya punya daya topang yang lebih kuat karena beban bisa terbagi lebih merata ke semua struktur besi. Selain itu, tiap bagian dari struktur susunan besi itu lebih fleksibel dalam menahan beban karena secara dinamis karena mampu menyesuaikan tekanan beban dalam waktu yang berbeda secara simultan.

Dari sisi penempatan bodi kreasi karoseri juga jadi lebih mudah. Sebab sasis modular tersebut secara fleksibel dibangun menyesuaikan desain bodi bus yang akan ditumpangkan di atasnya. Struktur rangka bodi bisa langsung ditumpukan pada sasis setelah disesuaikan spesifikasi teknisnya berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Baca juga: Beberapa Hal Yang Membuat Bus Mesin Depan Masih Menarik Di Kelas Ekonomi

Baca juga: Bus Mesin Depan VS Mesin Belakang

Baca juga: Lebih Dekat Lagi Dengan Sasis “Space Frame”

Ruang bagasi secara akumulatif mirip dengan daya muat pada sasis mesin belakang

Ruang bagasi pada sasis mesin belakang relatif lebih besar


Tags Terkait :
Laksana Sr3 Neo Karoseri Giias 2024 Mercedesbenz Of1623 Hino Ak240 Mesindepan Sasisspaceframe
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Desain Bodi Bus Mesin Depan Ala Laksana

Tepis mitos bus mesin depan tidak ‘layak’ jadi bus mewah

1 tahun yang lalu

Bus
Hino GB 150 AT Buat Shuttle Pengunjung Palembang Indah Mall

Ini medium bus bertransmisi otomatik

9 bulan yang lalu


Bus
Pakar Utama Pakai Bodi Legacy SR3 Neo HD Prime Ultimate Edition

Bersasis Hino RK 280 Euro 4

10 bulan yang lalu


Bus
Ekspor Perdana Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 Rakitan Cikarang Ke Thailand

Mewujudkan tekad menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur bus di wilayah Asia Tenggara dengan standar bus Eropa

1 hari yang lalu


Terkini

Truk
Mitsubishi Fuso Support Perkembangan Bisnis Cold Chain

Mitsubishi Fuso dukung bisnis cold chain lewat truk niaga lengkap, layanan purnajual di 225 titik, dan monitoring suhu real-time, disampaikan di GIICOMVEC 2026.

16 jam yang lalu


Pikap
Komparasi Spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e Tunland

Komparasi spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e-Tunland: Dua pikap listrik 4x4 double cabin ladder frame dengan baterai 88 kWh, tenaga hingga 335 hp, dan jarak tempuh 340-350 km.

1 hari yang lalu


Van
Beberapa Pilihan Menarik Mobil Komersial EV Di GIICOMVEC 2026

Mobil komersial EV GIICOMVEC 2026 tampilkan model dari JAC, Sany, Wuling, Foton, Farizon, DFSK, Linxys di JIExpo Kemayoran.

1 hari yang lalu


Pikap
Mengenal Lebih Dekat JAC Trekker T90 EV, Pionir Dobel Kabin EV Di Indonesia

Spesifikasi JAC Trekker T90 EV, pionir dobel kabin listrik di Indonesia: 4x4 ganda motor 220 kW, baterai 88 kWh, jarak 344 km, drive mode off-road.

1 hari yang lalu


Van
Farizon Siapkan Van Sampai Truk Heavy Duty, Ini Bocorannya

Farizon V8E van kargo listrik Indonesia debut semester I 2026 di GIICOMVEC dengan kapasitas 7,9 m³. Siapkan juga truk heavy duty untuk pasar lokal.

1 hari yang lalu