Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Pengusaha Bus : Beli Avanza Bunga Maksimal Hanya 8 Persen. Kami Pengusaha Bus Kok 14 Persen?

Pemerintah mewajibkan peremajaan armada bus antarkota dan pariwisata. Tetapi kebijakan bunga kredit tinggi dan adanya ketentuan jaminan dengan jumlah tinggi memberatkan pengusaha.
Bus
Minggu, 4 September 2016 14:05 WIB
Penulis : ZCH1708


Peremajaan armada scara berkala menjadi keniscayaan pengusaha yang mempertaruhkan hidup matinya di bisnis transportasi dan jasa angkutan seperti bus.

Karenanya, membeli sasis bus baru untuk menambah atau menggantikan armada bus yang sudah tua menjadi tuntutan. Minimal, meremajakan bodi bus jika kondisi sasis bus berikut mesinnya.

Tapi problemnya, pengusaha otobus selalu terbentur oleh mahalnya biaya bunga yang harus dibayar ketika membeli armada dengan cara kredit, baik ke bank atau ke perusahaan pembiayaan (leasing).

Kurnia Lesani Adnan, pemilik Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO SAN) mengatakan, perbankan dan perusahaan pembiayaan sangat tidak adil dalam memberlakukan suku bunga kepada pengusaha angkutan. 

BACA JUGA

"Membeli mobil pribadi seperti Avanza bunganya maksimal hanya 8 persen. Sementara, membeli sasis bus, bunganya bisa sampai 14 persen. Ada selisih 7 persen lebih. Di mana letak keadilannya?" ujar Sani dalam perbincangan dengan kami di Jakarta, Jumat (3/9) petang.

Kurnia Lesani Adnan. Pemerintah seharusnya memberikan kebijakan yang meringankan

"Saat ini kami bayar suku bunga lebih mahal daripada mobil kecil. Ini jadi handicap (kendala) buat kami untuk cicilan bus. Sementara, pemerintah membuat aturan membatasi usia kendaraan sampai 25 tahun untuk bus AKAP dan 10 tahun bus pariwisata. Ini terus terang jadi kendala bagi kami," imbuhnya.

Tak hanya itu, pengalaman Sani selama ini, ketika mengajukan permohonan pembiayaan ke bank untuk pembelian unit bus baru, bank minta collateral (jaminan) sangat tinggi ke pengusaha.

"Kita beli bus belanjanya hanya Rp 1,5 miliar. Bank mau membiayai tapi mensyaratkan kita harus buka rekening tabungan di bank tersebut dan harus ada Rp 800 juta dana yang diendapkan," dia mencontohkan.
Jika terus dibiarkan, imbuh Sani, kondisi tersebut jelas tidak menguntungkan pengusaha bus, terutama pengusaha bermodal cekak, untuk meremajakan armada.

"Sudah seharusnya Pemerintah peduli pada angkutan umum. Misalnya, dengan memberikan dukungan subsidi bunga kepada bus angkutan umum kelas ekonomi, bentuknya seperti apa terserah," papar Kurnia Lesani Adnan yang juga Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) ini.


Tags Terkait :
Pengusaha Bus Kredit Bunga Tinggi
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Pengusaha Bus : Beli Avanza Bunga Maksimal Hanya 8 Persen. Kami Pengusaha Bus Kok 14 Persen?

Pemerintah mewajibkan peremajaan armada bus antarkota dan pariwisata. Tetapi kebijakan bunga kredit tinggi dan adanya ketentuan jaminan dengan jumlah tinggi memberatkan pengusaha.

10 tahun yang lalu


Berita
GIIAS 2024: Beli Hino Bisa Nyicil Rp900 Ribuan

Khusus untuk pembelian Seri 300

2 tahun yang lalu

Bus
Kemenhub: Kecelakaan Bus Tertinggi Ketiga Nasional

Perusahaan otobus makin dituntut menerapkan standar pelayanan dan operasional armada sesuai regulasi nasional.

1 hari yang lalu


Pikap
Daihatsu Gran Max Masih Kuasai Pasar Pikap Ringan Nasional

Daihatsu Gran Max kuasai pasar pikap ringan 2025 dengan 56% pangsa Low Pick Up (14.849 unit) dan 92% Low Semi Commercial hingga Mei.

4 bulan yang lalu


Terkini

Bus
MAN Bikin Tes Bus Kota Tanpa Sopir di Jalur Harian

Pihak MAN menyebut bus tanpa pengemudi adalah tren masa depan

13 jam yang lalu


Bus
Sora Bus Hidrogen Versi Terbaru Kolaborasi Toyota dan Isuzu

Teknologi hidrogen dipadukan teknologi kendaraan listrik dalam satu paket bus kota.

1 hari yang lalu


Bus
Jarak Tempuh Jadi Kendala, Juragan 99 Trans Tunggu Bus Listrik Bisa Tempuh 900 Km

Menurutnya, kebutuhan jarak tempuh bus untuk rute yang dijalankan Juragan 99 Trans saat ini mencapai minimal 900 km.

1 hari yang lalu


Bus
Juragan 99 Trans Buka Trayek Bogor-Yogyakarta, Tiket Mulai Rp 458 Ribu

Layanan perdana rute tersebut mulai beroperasi pada Sabtu (10/10) dengan menggunakan bus double decker yang dilengkapi tiga pilihan kelas, yakni sleeper, business, dan private.

1 hari yang lalu

Bus
Mitsubishi MR470, Salah Satu Perintis Desain Bus Bodi Monokok

Konsepnya hadir sebagai bus yang efisien dalam pengoperasian dan perawatan.

1 hari yang lalu