Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pemerintah Batasi Usia Pakai Bus AKAP dan Bus Pariwisata

Usia maksimal 25 tahun bagi bus antarkota dan reguler, serta usia maksimum 10 tahun bagi bus pariwisata, ditujukan demi keselamatan berkendara.
Berita
Minggu, 4 September 2016 12:10 WIB
Penulis : ZCH1708


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan RI ke depan akan membatasi usia pakai bus yang boleh beroperasi di jalan raya, baik bus reguler, bus antarkota maupun bus pariwisata.

Untuk bus antarkota dan reguler, usia pakai bus dibatasi maksimal 25 tahun sejak pembelian bus. Sementara, usia pakai bus pariwisata lebih pendek lagi, dibatasi maksimal 10 tahun.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, pemerintah kini membatasi usia pakai bus demi menjaga aspek keselamatan. Bus antarkota dibatasi maksimal 25 tahun dan bis pariwisata maksimal 10 tahun.

"Usia pakai kita batasi agar PO menjadi lebih efisien dan aspek keselamatan jadi lebih diperhatikan. Bus umum juga wajib pakai AC agar nyaman," katanya saat tampil sebagai pembicara kunci di acara forum diskusi MarkPlus Center of Transportation di kantor MarkPlus, Jakarta, Jumat (2/9). 

BACA JUGA

Pudji menambahkan, inisiatif ini diambil untuk menjalankan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang berusaha menekankan aspek manajemen keselamatan angkutan umum di jalan raya.

"Kalau kita bahas masalah bus atau bus umum, kondisinya saat ini kan menurun terus. Tidak memenuhi target (standar keselamatan), hanya 70 persen (yang memenuhi standar keselamatan). Penggunaan kendaraan pribadi malah tumbuh luar biasa, mencapai 30-40 persen sehingga memicu insiden seperti Brexit itu," kata Pudji.

Dia menegaskan, selama arus mudik, Ditjen Hubdat lebih banyak mengutamakan kesiapan dan persiapan moda angkutan umum untuk mendukung warga masyarakat yang mudik ke kampung halaman, seperti bus, dan kereta api. 

"Untuk bus Lebaran lalu kita lakukan ramp check. Begitu kita cek, dari 100, 80 tidak laik jalan, baik masalah perlengkapan maupun administrasi. Hanya 20 yang layak jalan," kata Pudji.

Pudji juga mengungkapkan temuannya saat melakukan rampcheck ke salah satu PO di Kota Bandung. "Saat saya di Bandung di salah satu pool bus, saya lakukan rampcheck administrasi, seperti kecocokan STNK dengan nomor rangka kendaraan. Ternyata dari 24 bus yang dia punya, 18 bus STNK-nya tidak sama dengan nomor rangka.

Ada juga armadanya yang kena tilang, dan satu armda saja yang benar-benar clean and clear. STNK-nya cocok dan layak jalan," ujar Pudji prihatin. 

Namun, tidak semua perusahaan bus kondisi armadanya buruk. Contohnya armada PO Efisiensi. Perusahaan otobus yang melayani  kelas Patas di trayek Yogyakarta tujuan Purwokerto, Cilacap dan Purbalingga, di jalur Selatan Jawa Tengah ini, rata-rata usia armadanya di bawah 10 tahun.

Florentina, Deputy CEO PO Efisiensi mengatakan, armada busnya memiliki maksimal 5 tahun. "Setelah 5 tahun dioperasikan biasanya kami jual," terangnya.

Kurnia Lesani Adnan, pemilik PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) yang melayani trayek Bengkulu ke Pulau Jawa mengatakan, memiliki armada baru menguntungkan pengusaha karena perawatan armada menjadi nol.

Rata-rata bus APTB Jakarta-Bogor masih berusia 5 tahun

Tags Terkait :
Bus AKAP APTB Batas Usia Bus
Z

ZCH1708

kontrib

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Pemerintah Batasi Usia Pakai Bus AKAP dan Bus Pariwisata

Usia maksimal 25 tahun bagi bus antarkota dan reguler, serta usia maksimum 10 tahun bagi bus pariwisata, ditujukan demi keselamatan berkendara.

9 tahun yang lalu


Bus
Punya Ekosistem Sendiri, Tiket Bus Sinar Jaya Jadi Murah

Tiket bus Sinar Jaya murah karena ekosistem sendiri yang mencakup pasokan suku cadang dan sasis dari anak usaha.

4 hari yang lalu


Bus
Penjualan Mercedes-Benz Bus Naik, DCVI Serah Terima Puluhan Bus di Busworld

Sekaligus perkuat kemitraan lebih erat dengan pihak karoseri nasional.

5 hari yang lalu


Bus
Laka Fatal Bus ALS Di Sumsel Bukti Ramp Check Masih Formalitas

Kondisi bus harus diperiksa Dishub sebelum diberangkatkan.

3 minggu yang lalu


Terkini

Tips
Lampu Sein Jadi Bahasa Manuver Aman Di Jalan

Cara menggunakan lampu sein yang benar untuk manuver aman di jalan dijelaskan Training Director SDCI. Pahami jarak dan timing yang tepat saat berbelok, menyalip, atau keluar dari parkir.

9 jam yang lalu


Berita
Chery Resmikan Dealer Besar dan Terlengkap di Bandung

Chery resmikan dealer 3S Pasteur Bandung bersama Andalan Motors untuk memperkuat jaringan di Jawa Barat dengan fasilitas lengkap bagi kendaraan ICE, hybrid, dan EV.

10 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Ayla Tetap Jadi Andalan di Segmen Mobil Murah Indonesia

Harga Daihatsu Ayla 2025 berkisar Rp140 juta hingga mendekati Rp200 juta. Model ini tetap menjadi andalan Daihatsu di segmen LCGC berkat efisiensi bahan bakar dan platform DNGA.

11 jam yang lalu


Berita
BYD Minta Warganet Kasih Masukan Nama Untuk Sedan Mewah Terbaru Mereka

BYD minta nama sedan mewah terbaru kepada warganet melalui pemungutan suara di Weibo, dengan Great Han sebagai kandidat teratas untuk model BEV flagship.

12 jam yang lalu


Berita
Auto2000 Gaspol di Kejurnas Mandalika Festival of Speed 2026, Bidik Pertahankan Gelar Juara

Auto2000 pertahankan gelar Kejurnas Mandalika 2026 melalui GR Garage Racing Team di Kejurnas ITCR 1200 dan Agya OMR. Tim menargetkan hasil lebih baik setelah meraih 21 podium pada musim 2025.

14 jam yang lalu