OTODRIVER - Toyota bZ3X telah menjalani debutnya di China dan dikabarkan mampu mencetak permintaan pasar yang cukup baik. Hanya dalam 1 jam sejak diluncurkan, The Three Ovals mencatatkan pemesanan sebesar 10 ribu unit untuk mobil listriknya ini.
Lalu apakah mobil yang punya campuran DNA dengan Aion V ini punya kesempatan untuk hadir di Indonesia?
Menjawab hal tersebut, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam angkat bicara.
Namun demikian, Bob menjelaskan bahwa suplay chain bZ3X ada di China. “Jangan sampai masuk ke sini (dengan skema) 100 persen impor. Kita juga harus memikirkan itu,” imbuhnya.

Mengenai profil bZ3X, sebuah EV murni yang lahir dari hasil kerja sama Toyota dengan GAC. Sedangkan GAC itu sendiri memiliki beberapa sub brand, salah satunya Aion. Keberadaan bZ3X sendiri dibangun di atas platform GAC Aion Architecture Electric Platform (AEP) 3.0 yang juga digunakan pada Aion V generasi II yang saat ini sudah mengaspal di Indonesia.
Walau dibiakkan dari satu platform yang sama, namun ternyata dari sisi dimensi keduanya tidak benar-benar sama, kendati ukurannya hanya selisih sedikit saja. Selain itu, motor listrik dan baterai yang ditanam pun tidak sama spesifikasinya.
Meski begitu bZ3X sampai saat ini, belum ditemui adanya pernyataan apapun dari GAC mengenai penjualan di luar China termasuk pasar Indonesia. (SS)