Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Waduh, Banyak Mobil Listrik Punya APAR Tak Sesuai Peruntukan

Ternyata APAR yang disematkan sebagai peranti standar saat ini justru belum sesuai peruntukannya dalam memadamkan baterai mobil listrik.
Mobil Listrik
Kamis, 3 Oktober 2024 11:30 WIB
Penulis : Ilham Pratama
APAR Mobil Listrik/Foto: Ilham


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Beragam jenis dan merek mobil listrik sudah hadir di Indonesia. Sejumlah keunggulan pun ditawarkan pada kendaraan bebas polusi udara ini.

Sebut saja pajak rendah, bebas ganjil genap hingga rendahnya biaya operasional jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak. Meski demikian, ada potensi berbahaya yang bisa terjadi di mobil listrik, yakni kebakaran atau thermal runaway.

Kejadian ini sudah beberapa kali ditemukan di luar negeri, seperti China dan Korea Selatan. Bahkan di China saat ini sudah ada larangan untuk memarkirkan mobil listrik di rubanah atau basement.

Di Indonesia sendiri, antisipasi sudah diberlakukan dengan Peraturan Direktur perhubungan Darat nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020 tentang Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor.

BACA JUGA

Pentingnya APAR juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 74 Tahun 2021 Tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor.

Sayangnya APAR yang disematkan sebagai peranti standar saat ini justru belum sesuai peruntukannya dalam memadamkan baterai mobil listrik. Hal ini disampaikan Rahmat Rezki, Presiden Direktur PT Indolok Bakti Utama.

Menurutnya produk APAR yang tersedia di mobil listrik saat ini kemampuannya baru sebatas memadamkan api konvensional. Di mana tipenya bisa foam atau powder yang juga dipasang pada mobil bermesin BBM.

Hal ini menurutnya ada keterkaitan harga jual dari APAR khusus EV ini yang lebih mahal dibandingkan pemadam standar saat ini.

"Kami sempat mengajukan (APAR EV) ke beberapa produsen, namun begitu bicara harga mereka mundur," paparnya saat peluncuran pemadam khusus EV berjuluk Gunnebo Lith-PRO, pada Rabu (2/10),

Harga APAR khusus EV sendiri terbilang tinggi, karena bahan baku dan kemampuannya berbeda. Pasalnya, kebakaran mobil listrik berbeda dari kendaraan konvensional yang biasanya di bawah 600 derajat celcius.

"Kebakaran EV bisa di angka 600-2000 derajat celcius. Jadi tidak bisa memakai APAR (alat pemadam api ringan) yang konvensional. Speknya harus sesuai," ucapnya.

Karena itu, pihaknya menawarkan Lith-PRO dengan keunggulan 100% Bebas fluorine, sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Selain itu, produk ini non-korosif, sehingga aman digunakan pada berbagai jenis permukaan tanpa risiko kerusakan.

Ada pula agen kontrol untuk gas, cairan mudah terbakar dan metal mudah terbakar. Hal ini menawarkan fleksibilitas yang diperlukan di berbagai situasi darurat.

Di pasaran, Lith-PRO tersedia dalam berbagai ukuran tabung. Mulai dari 1 liter dengan banderol Rp 2 jutaan untuk motor listrik. Lalu kapasitas 6 liter untuk mobil listrik kecil dengan harga Rp 6 jutaan, juga ada versi 9 liter di harga Rp 7 jutaan.(IP)


Tags Terkait :
Mobil Listrik Kebakaran
I

Ilham Pratama

Reporter

Penggemar dunia otomotif yang mulai meliput sejak 2010. Hobi membaca, traveling dan bersepeda. Pengguna Kawasaki Athlete...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Harga Mobil Listrik Bekas Jeblok, Begini Kata Pemain Mobil Bekas

Meski memiliki harga yang terbilang tinggi, namun mobil listrik ternyata mengalami ‘terjun bebas’

2 tahun yang lalu


Berita
Harga EV Bekas Terjun Bebas. Mitos Atau Fakta?

Mobil listrik dikatakan memiliki depresiasi nilai jual yang cukup besar dibandingkan mobil bermesin konvensional.

2 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Mobil Listrik

Penjualan mobil listrik global saat ini telah mencapai 14 persen dari total penjualan mobil global.

2 tahun yang lalu


Berita
Toyota Akan Tambah Mobil Listrik di Indonesia

Dengan mengembangkan lebih banyak lagi produksi lokal kendaraan berteknologi elektrifikasi yang lebih beragam beserta komponennya.

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
XPeng X9 Punya Fitur Baru, Bantu Mobil Tetap Terkendali Saat Ban Pecah

XPeng X9 Facelift dilengkapi Flat Tire Stability Control yang mendeteksi kehilangan tekanan ban dan mengoreksi stabilitas melalui ESC serta pengaturan torsi agar kendaraan tetap terkendali.

2 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Terios, Tetap jadi LSUV Idaman Pengguna Mobil Keluarga

Daihatsu Terios spesifikasi dan popularitas LSUV keluarga masih kuat di Indonesia sebagai pionir dengan mesin 1.5 liter dan basis konsumen loyal.

4 jam yang lalu


Berita
Ini Dia Mobil Tiongkok Terlaris Saat Ini Di Jepang

BYD Racco terlaris di Jepang setelah mencatat 1.002 pesanan dalam dua pekan peluncuran. Varian 300 Premium mendominasi dengan kontribusi 80 persen dari total pemesanan.

6 jam yang lalu


Komparasi
Toyota bZ4X Touring vs BYD Sealion 7, Adu SUV Listrik AWD Rp 800 Jutaan

Toyota bZ4X Touring vs BYD Sealion 7 AWD harga Rp 800 jutaan dibandingkan dari sisi dimensi, baterai, tenaga, ground clearance, dan jarak tempuh SUV listrik dual motor.

7 jam yang lalu


Berita
Lamborghini Temerario Siap Hadir di Indonesia, Penerus Gallardo dan Huracán

Peluncuran Lamborghini Temerario di Indonesia pada 13 Agustus 2026 di Jakarta memperkenalkan penerus Gallardo dan Huracán dengan teknologi elektrifikasi.

8 jam yang lalu