Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Pabrik Baterai China Klaim Bikin Baterai Untuk 1000 km dan Bekerja di Suhu Ekstrim

Teknologi battery salah satu sttategi perang EV di masa depan
Mobil Listrik
Minggu, 11 Juni 2023 06:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Sebuah startup Cina mengklaim telah mencapai terobosan dalam manajemen termal untuk baterai otomotif. Terobosan ini memungkinkan mereka beroperasi secara efisien pada suhu tinggi dan rendah, dan dapat menempuh jarak sejauh 621 mil (1.000 km).

Perusahaan tersebut bernama Greater Bay Technology dan mereka memperkenalkan produknya yang dilabeli “Phoenix” yang memiliki battery cell baru sebagai material superkonduktor yang memfasilitasi teknologi manajemen termal baru. 

Bloomberg melaporkan bahwa hal inilah yang memungkinkannya memanaskan sel dari -4 ° F hingga 77 ° F (-20 ° C hingga 25 ° C) hanya dalam lima menit. Dampaknya baterai mampu mengisi lebih cepat dan output yang lebih efisien serta mampu beroperasi dengan baik di temperatur ekstrim sekalipun.

“Kita semua tahu kisaran EV sangat terpengaruh di daerah dingin, menjadikannya pengalaman pengguna yang buruk,” kata Huang Xiangdong, salah satu pendiri dan ketua perusahaan. “Baterai Phoenix tidak hanya memangkas waktu pengisian yang lama untuk EV, tetapi juga masalah lainnya. Tidak peduli apakah itu hari yang panas atau dingin, jangkauan baterai Phoenix tidak akan terpengaruh.”

BACA JUGA

Seperti yang telah banyak dilaporkan, saat inj baterai kendaraan listrik beroperasi paling efisien pada suhu yang relatif ringan. Suhu musim dingin yang berkisar 20 °F hingga 30 °F (-7 °C hingga -1 °C) dapat memperpendek jarak mengemudi pada kendaraan listrik tertentu sebanyak 30 persen, meskipun itu bervariasi dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya.

Greater Bay Technology berupaya untuk menghilangkan kehilangan jangkauan  sepenuhnya pada suhu rendah itu.

Perusahaan mengatakan akan dipasang di kendaraan masa depan dari Aion, yang dimiliki oleh Guangzhou Automobile Group Co (GAC). Namun, ia menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan pabrikan lainnya juga mengincar produk mereka ini.

Pada teknologi generasi pertama ini, diharapkan pengisian daya cepat mampu memukihkan jarak 500 km (311 mill) hanya dalam 15 menit saja. Tentu Hal ini juga harus didukung dengan alat pemasok daya (charger) yang cukup kuat untuk dapat mensuplai baterai ini.

Saat ini baterai ini sudah siap diujicoba dan telah terpasang pada SUV EV Aion V Plus

Greater Bay Technology, adalah perusahaan yang dipisahkan dari GAC pada tahun 2020. Sejak saat itu, perusahaan ini disebut oleh investor sebagai "unicorn", atau perusahaan rintisan yang bernilai lebih dari $1 miliar. 


Tags Terkait :
Battery EV Teknologi
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Wuling Eksion Diperkenalkan, Ada Versi EV dan PHEV

Perkenalan Wuling Eksion EV PHEV di IIMS 2026: SUV 7-seater basis Starlight 560 dengan jarak tempuh EV 530 km dan PHEV >1.000 km.

3 jam yang lalu


Berita
Semakin Mendekat Ke Pasar Indonesia, Prototipe Wuling Eksion Kembali Terlihat Di Jalanan

Dugaan besar adalah Eksion PHEV atau ICE

1 hari yang lalu

Berita
IIMS 2026 Siap Kedatangan Banyak Mobil Baru, Ini Bocorannya

Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) mengungkapkan rencana peluncuran, penyegaran model, hingga debut kendaraan elektrifikasi di ajang tersebut.

1 hari yang lalu


Berita
Hongqi Klaim Berhasil Menjalankan Prototipe Baterai Solid State

Grup FAW China mengumumkan bahwa merek premium Hongqi telah berhasil memproduksi prototipe kendaraan pertamanya yang dibekali teknologi baterai all-solid-state.

1 hari yang lalu


Berita
Geely Bakal Kembali Bawa Zeekr Dan Perkenalkan Brand Lynk & Co Di Indonesia

Zeekr dan Lynk & Co bakal hadir di Indonesia dibawah naungan Geely Group.

1 hari yang lalu


Berita
Cara Wuling Memperkenalkan Produk Barunya Ke Konsumen

Wuling langsung menggelar beberapa tempat tes drive model terbaru mereka di awal tahun ini.

1 hari yang lalu

Berita
Insentif Mobil Listrik Justru Membebani Negara?

Belakangan ini, pemerintah menggalakkan peraturan Low Carbon Emission Vehicle alias LCEV.

1 hari yang lalu

Mobil Listrik
Mengenal Baterai Blade, Tulang Punggung Mobil Listrik BYD

Baterai Blade merupakan salah satu kunci keberhasilan BYD dalam berjibaku di pasar EV dunia.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Harga Veloz Hybrid Resmi Dirilis, Mulai Dari Rp 308 Juta

Harga Toyota Veloz Hybrid resmi dirilis PT TAM di IIMS 2026, mulai Rp 308 juta hingga Rp 385 juta. Promo tipe V Rp 303 juta.

1 jam yang lalu


Berita
GWM Tank 500 Diesel Meluncur Di IIMS 2026, Harga Mulai Rp700 jutaan

Kehadiran Tank 500 di Indonesia tersedia dalam dua varian. Berikut harganya.

2 jam yang lalu


Berita
Hyundai Boyong Varian Santa Fe Baru DI IIMS 2026

Harga Hyundai Santa Fe XRT IIMS 2026 Rp 932,4 juta. Varian flagship Hyundai tampil serba hitam eksterior-interior dengan spesifikasi hybrid 235 PS seperti Calligraphy.

2 jam yang lalu


Berita
Wuling Eksion Diperkenalkan, Ada Versi EV dan PHEV

Perkenalan Wuling Eksion EV PHEV di IIMS 2026: SUV 7-seater basis Starlight 560 dengan jarak tempuh EV 530 km dan PHEV >1.000 km.

3 jam yang lalu


Berita
Thunder EV, Aki Khusus Mobil Listrik Dari Massiv

Diklaim sebagai aki aftermarket untuk mobil listrik paling efisien saat ini

5 jam yang lalu