Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Tengok Plus Minus Industri Mobil Listrik Di Indonesia, Patut Perhatikan Hal Ini

Bahkan saat ini, di tanah air sudah terdapat sembilan perusahaan yang mendukung industri baterai.
Mobil Listrik
Jumat, 2 Juli 2021 08:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Indonesia boleh berbangga, karena akan menjadi salah satu pemain besar indutri mobil listrik global. Bahkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia investasi mencapai 9,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 142 triliun.

Bahkan saat ini, di tanah air sudah terdapat sembilan perusahaan yang mendukung industri baterai. Lima perusahaan tersebut sebagai penyedia bahan baku, antara lain nikel murni, kobalt murni, nikel ferro, dan endapan hidroksida campuran. Keempat perusahaan lainnya adalah produsen baterai.

“Dengan demikian, Indonesia mampu mendukung rantai pasokan baterai mulai dari bahan baku, kilang, manufaktur sel baterai dan perakitan baterai, hingga daur ulang,” jelas Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier.

Pengembangan baterai nantinya juga akan diarahkan untuk mendukung program renewable energy pemerintah, salah satunya melalui solar energi.

BACA JUGA

Baterai yang termasuk dalam ekosistem solar energy akan mendorong adopsi renewable energy sekaligus memacu pertumbuhan industri sel surya yang sudah terdapat di dalam negeri.

Taufiek menambahkan, masa depan kendaraan listrik juga tergantung pada inovasi baterai yang saat ini cenderung tidak menggunakan bahan baku nikel, kobalt, dan mangan seperti lithium sulfur dan lithium ferro phosphor yang membuat baterai lebih murah, termasuk juga inovasi solid baterai dan pengembangan basis storage hidrogen.

“Dengan demikian kita harus mengantisipasi perkembangan ini karena akan membawa dampak pada baterai yang lebih murah, energi yang dihasilkan lebih tinggi dan waktu pengisian yang singkat,” tandasnya.

Meski demikian, Taufiek juga mengingatkan akan teknologi disruptive battery yang mengindikasikan ketersediaan nikel, mangan dan kobalt melimpah tidak menjamin produksi baterai yang mengandalkan material ini akan berhasil. Pertimbangan biaya dan kemampuan storage dari material baru juga harus diantisipasi.

Pengembangan industri baterai juga perlu didukung dengan industri daur ulang. Baterai yang nantinya akan menjadi limbah memerlukan penanganan yang komprehensif, antara lain dengan daur ulang agar proses pemurnian dapat dilakukan.

“Limbah baterai serta beberapa jenis scrap dari paduan nikel sangat memungkinkan untuk didaur ulang sehingga dihasilkan beberapa jenis produk yang bernilai tinggi,” pungkasnya.


Tags Terkait :
Mobil Listrik Jumlah Mobil Listrik Di Indonesia Elektrifikasi Mobil Indonesia Mobil Listrik Indonesia
I

Ilham Pratama

Reporter

Penggemar dunia otomotif yang mulai meliput sejak 2010. Hobi membaca, traveling dan bersepeda. Pengguna Kawasaki Athlete...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Mobil Listrik VinFast Akan Murah dengan Insentif Pajak Impor CBU?

Akan menjadi mobil yang melakukan uji pasar dengan CBU impor dengan insentif melalui fasilitas pajak bea masuk 0 persen dan pajak barang mewah 0 persen.

2 tahun yang lalu


Berita
Ramalan Kementerian ESDM, 2 Juta Mobil Listrik Bakal Mengaspal di Indonesia Pada Tahun 2030

Perhitungan tersebut berdasarkan hitungan dari Kementerian ESDM.

2 tahun yang lalu


Berita
Jumlah SPKLU Di Seluruh Indonesia Saat Ini 4.892 Unit

Target nasional 2030 harus ada 62 ribuan unit SPKLU

2 bulan yang lalu


Berita
Kementerian ESDM: Bangun 62.918 SPKLU Sampai 2030

Baik di kota besar maupun di kota kecil

1 tahun yang lalu


Berita
Kementerian ESDM Beberkan Hambatan Peralihan EV di Indonesia, Apa Saja?

Banyak tantangan yang dihadapi, termasuk sudah melekatnya kebiasaan masyarakat.

2 tahun yang lalu


Berita
PLN: Ada SPKLU Mobile Jika Mobil Listrik Kehabisan Daya Di Tol

Jika memerlukan bisa kontak call center di nomor 123 atau Whatsapp 087771112123

2 tahun yang lalu


Berita
BBM Subsidi Pertalite Bisa Saja Dihapus dari Peredaran

Pertamina pernah punya wacana akan menaikan BBM RON 90 ke RON 92 pada tahun 2024

2 tahun yang lalu


Berita
Jangan Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Butuh Subsidi

Seharusnya mobil hybrid juga masuk dalam daftar bantuan subsidi tersebut, hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Maxus Mifa 9 Lombardi Edition Makin Mewah, Partisi Baru Bikin Kabin Lebih Lapang dan Eksklusif

Di ajang GIIAS 2026, Maxus Mifa 9 Lombardi Edition diperkenalkan dengan sejumlah penyempurnaan yang membuat MPV listrik premium ini terasa semakin eksklusif.

26 menit yang lalu


Berita
Chery Tiggo V Diperkenalkan di Indonesia, Mobil Yang BIsa Jadi MPV Hingga Double Cabin

Chery Tiggo V resmi diperkenalkan dalam wujud prototipe di ajang GIIAS 2026.

1 jam yang lalu


Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

12 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

12 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

13 jam yang lalu