Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Usulan Pajak Kendaraan Turun Untuk Dongkrak Penjualan

Usulan penurunan pajak kendaraan dongkrak penjualan otomotif. Peneliti ITB: Pajak 40% terlalu tinggi, stimulus seperti saat Covid efektif gairahkan pasar lesu.
Berita
Kamis, 16 April 2026 11:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
pajak kendaraan (Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Pasar otomotif Indonesia tengah mengalami kelesuan. Penjualan tahunannya pun terus ambles. 

Untuk kembali membuatnya bergairah, Peneliti Senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (OTB) Agus Purwadi mengusulkan pada pemerintah untuk meninjau kembali perpajakan kendaraan dengan melakukan pengurangan besaran pajak.

Saat ditemui di Jakarta, Selasa (14/04/2026), Agus mengatakan bahwa komponen pajak dalam harga kendaraan saat ini mencapai 40 persen, yang berasal dari pajak pusat maupun daerah, sehingga berdampak langsung pada harga jual kendaraan di pasar. Hal ini dinilai terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan rasio produk domestik bruto (PDB).

Ia menegaskan, kebijakan perpajakan seharusnya tidak membebani sektor yang sedang berkembang. 

BACA JUGA

Sebaliknya, pemerintah perlu mengambil manfaat dari pertumbuhan aktivitas ekonomi yang tercipta.

Stimulus pajak yang diberikan saat pandemi Covid-19 terbukti ampuh menggairahkan pasar saat itu(Foto : Otodriver/Ahmad Biondi)

Dalam penjelasannya, Agus menyoroti pendekatan kebijakan yang masih berorientasi pada pungutan (taxation mindset). 

Skema ini membuat harga kendaraan semakin mahal, yang pada akhirnya menekan volume penjualan dan berpotensi menggerus penerimaan negara itu sendiri.

Kombinasi antara harga kendaraan yang tinggi dan daya beli yang tertekan inilah yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama lesunya pasar otomotif Indonesia saat ini.

Ia juga mencontohkan bahwa stimulus fiskal yang pernah diberikan pemerintah pada masa pandemi Covid-19 terbukti mampu menggerakkan ekonomi.

Penurunan pajak dinilai dapat menjadi instrumen stimulus untuk memulihkan permintaan kendaraan. Agus memberikan contoh tentang keberhasilan fiskal saat pandemi Covid-19 yang terbukti efektif mendongkrak daya beli dan mempercepat perputaran ekonomi saat itu.

Pada kontek ini, penurunan pajak dinilai dapat kembali jadi instrument stimulus untuk kembali menggairahkan pasar otomotif. Akan tetapi Agus mewanti-wanti bahwa kebijakan insetif harus dirancang dengan target yang jelas dan perlu dievakuasi berkala. 

“Jadi tidak ada yang bersifat permanen dan stimulus itu harus ada targetnya. Dan jika sudah tercapai ya dievaluasi lagi,” jelasnya. (SS)


Tags Terkait :
Pajak Kendaraan Usulan Pengurangan Pajak
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ketuk Palu! Mobil Listrik Tetap Dapat Insentif Pajak Dan Tetap Bebas Ganjil Genap

Pemprov DKI Jakarta tetap mempertahankan insentif berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

1 hari yang lalu


Berita
Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta Dan Korlantas Polri: Bisa Perpanjang STNK Tanpa KTP

Pemprov DKI Jakarta dan Korlantas Polri izinkan perpanjang STNK tanpa KTP asli. Kebijakan sementara wajib surat pernyataan balik nama kendaraan 2027.

1 minggu yang lalu


Mobil Listrik
Mobil Listrik Sebentar Lagi Alami Kenaikan Pajak

Permendagri 11/2026 atur kenaikan pajak mobil listrik via PKB dan BBNKB. DKI Jakarta segera terapkan, besaran pajak variatif tergantung daerah.

2 minggu yang lalu


Berita
BBM Non Subsidi Wilayah Jakarta Turun Harga Serempak

Harga yang naik ataupun turun secara berkala mengikuti tren harga minyak dunia dari nilai tukar rupiah.

4 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Duel SUV BAIC BJ41 Vs iCar V27 AWD

BAIC BJ41 vs iCar V27 AWD REEV: Perbandingan SUV off-road range extender. BAIC 540 hp ladder frame bobot 2,6 ton, iCar 455 hp monokok range 1.500 km.

8 jam yang lalu


Berita
Tren Naiknya Harga BBM Menurut MG Indonesia

Model SUV masih akan jadi konsenterasi utama namun model MPV secepatnya menyusul ke pasar.

8 jam yang lalu


Berita
Zeekr 009 Mendapatkan Facelift Di Cina, Ini Peningkatannya

Geely melalui merek premiumnya, Zeekr, resmi mengumumkan bahwa Zeekr 009 terbaru yang meluncur pada 19 Mei.

9 jam yang lalu


Berita
Disedekahkan Volvo, Seatbelt Tiga Titik Jadi Standar Dunia

Volvo membagikan patent seatbelt ini secara cuma-cuma bagi pada semua pabrikan mobil.

11 jam yang lalu


Komparasi
Komparasi Spesifikasi MG S5 vs Jaecoo J5

Pasar SUV listrik di Indonesia kini semakin ramai dengan hadirnya dua pemain baru asal Tiongkok

11 jam yang lalu