OTODRIVER – Saat ini turbo merupakan perangkat yang banyak digunakan pada mobil-mobil modern, baik itu pada mesin bensin ataupun diesel.
Insinyur asal Swiss, Alfred J. Büchi merupakan tokoh yang mematenkan turbo pada 1905. Butuh waktu hampir 60 tahun sejak pertama kali dipatenkan hingga turbo akhirnya disematkan pada mobil produksi massal.
Mengutip dari saemobilius.sae.org, sebelumnya turbo terlebih dulu digunakan pada mesin diesel berukuran besar, salah satunya untuk kapal, dan kemudian digunakan pada mesin pesawat terbang.
Prinsip kerjanya yakni memanfaatkan energi dari gas buang untuk memutar turbin yang kemudian mengompres udara masuk ke mesin. Udara yang lebih padat memungkinkan mesin membakar lebih banyak bahan bakar dan menghasilkan tenaga lebih besar.
Dengan demikian, turbo bisa memberikan peningkatan tenaga yang signifikan tanpa harus memperbesar kapasitas mesin secara ekstrem.
Mobil Turbo Pertama Bukan untuk Kencang
Masuk pada dekade 60-an, turbo mulai dilirik oleh industri otomotif. Pada 1962, Oldsmobile F-85 Jetfire tercatat sebagai mobil pertama yang diproduksi massal dengan asupan turbo.
Oldsmobile memilih turbo bukan semata-mata untuk membuat mobil lebih kencang. Saat itu mereka ingin mendapatkan tenaga lebih besar dari mesin V8 berkapasitas relatif kecil tanpa harus menambah ukuran dan bobot mesin.
Basisnya menggunakan mesin V8 215 cu.in. atau sekitar 3.500 cc berbahan aluminium. Turbo kemudian digunakan untuk memaksa lebih banyak udara masuk ke mesin sehingga tenaga meningkat menjadi 215 hp dan torsi 406,75 Nm. Jika tanpa turbo, ia hanya mencetak daya 185 hp dan torsi 311,8 Nm.
Oldsmobile menghadirkan turbo bukan supaya mobilnya kencang. Turbo berukuran kecil dipilih agar respons cepat dan torsi besar tersedia pada rentang putaran yang sering digunakan saat berkendara sehari-hari. Efeknya, mobil akan lebih bertenaga dan lebih efisien.
Pada tahun yang sama, Chevrolet juga mengadopsi teknologi ini pada Corvair Monza Spyder yang menggunakan mesin 6 silinder boxer.
Walau demikian, baik Oldsmobile ataupun Chevrolet menghadapi sejumlah tantangan. Respons mesin belum seperti yang diharapkan dan pengendalian boost juga masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri.
Namun melalui kedua mobil inilah terjadi transfer teknologi turbo untuk mobil penumpang.
Mulai Identik dengan Mobil Kencang
Memasuki era 1970-an, turbo mulai mendapatkan tempat istimewa di dunia motorsport. Kemampuannya untuk menghasilkan daya besar pada mesin kecil mulai dilirik oleh dunia motorsport.
Salah satu contohnya adalah dunia Formula 1, yang kemudian memasuki era turbo pada akhir 1970-an dan semakin berkembang pada 1980-an.
Di mobil jalan raya, Porsche menjadi salah satu merek yang berhasil membuat turbo begitu lekat dengan mobil performa tinggi.
Porsche 911 Turbo generasi pertama diperkenalkan pada 1974, dan sejak itu embel-embel Turbo perlahan berubah menjadi simbol performa.
Perkembangan dan Kebutuhan
Dari masa ke masa, prinsip kerja turbo tidak berubah. Namun, yang berubah adalah target penggunaannya. Pada mobil modern terutama mobil keluarga, fungsi turbo kembali seperti era Oldsmobile Jetfire dan Chevy Corvair, yakni lebih menargetkan downsizing kapasitas dan menggunakan mesin berkapasitas kecil tersebut untuk mendapatkan kinerja yang lebih besar. Semisal mesin 1.500 cc turbo bisa punya kinerja setara dengan mesin 2.000 cc naturally aspirated.
Hal ini berlaku baik di mesin bensin ataupun diesel. (SS)
