OTODRIVER – Reli Dakar bukan cuma soal siapa yang paling cepat sampai garis finis. Bagi Toyota, gurun Arab Saudi juga bisa menjadi laboratorium berjalan untuk menguji teknologi masa depan.
Itulah yang dilakukan Toyota Gazoo Racing lewat DKR GR FC Hilux. Prototipe ini akan turun di Dakar 2027 dengan teknologi Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang menggunakan hidrogen sebagai sumber energi.
Basisnya tetap GR DKR Hilux EVO T1+, mobil reli yang selama ini menjadi salah satu senjata Toyota di Dakar. Bedanya, mesin V6 twin-turbo digantikan sistem fuel cell yang menghasilkan listrik untuk menggerakkan motor listrik.
Mengutip dari carscoops, Toyota belum membuka berapa tenaga maupun jarak tempuh DKR GR FC Hilux. Yang jelas, teknologi ini akan mendapat ujian berat karena prototipe tersebut masuk kategori Dakar Future Mission 1000, kelas khusus untuk kendaraan eksperimental.
Targetnya bukan sekadar menyelesaikan lomba. Toyota ingin menempuh lebih dari 1.000 km dalam 13 etape, sekaligus menguji ketahanan sistem fuel cell menghadapi panas, debu, getaran dan medan ekstrem.
Ada alasan lain mengapa Toyota memilih Dakar sebagai tempat pengujian. Fuel cell menghasilkan listrik melalui reaksi hidrogen dan oksigen, dengan air sebagai hasil samping, bukan emisi CO2 dari pembakaran bahan bakar.
Namun teknologi ini juga masih punya pekerjaan rumah. Toyota menyebut pengembangan DKR GR FC Hilux akan difokuskan pada pengecilan ukuran sistem fuel cell, peningkatan pendinginan dan ketahanan komponen.
Dan hasil pengujian itu nantinya tidak berhenti di gurun.
Toyota sudah memastikan Hilux FCEV versi produksi akan diperkenalkan pada 2028. Pikap jalan raya ini ditargetkan memiliki jarak tempuh lebih dari 400 km dan kemampuan menarik beban hingga 2.500 kg.
Turunnya Hilux di ajang reli terganas di dunia ini bukan hanya misi mengejar waktu tercepat, namun Gurun Saudi juga menjadi tempat pengujian teknologi hidrogen milik pabrikan raksasa itu.
Prestasi Hilux di reli Dakar bukanlah sesuatu yang sepele. Dari catatan yang ada, Hilux pernah berjaya dengan menyabet sebagai penguasa Dakar empat kali berturut-turut yakni pada 2019, 2022, 2023 dan 2025.
Akankah Hilux Hidrogen ini akan mampu menyabet kembali gelar tersebut?
Kita tunggu saja tanggal mainnya. (SS)
