OTODRIVER - Tak banyak model kendaraan, termasuk di segmen niaga ringan, yang mampu bertahan hingga generasi kesembilan dengan usia lebih dari setengah abad. Salah satu contohnya adalah Toyota Hilux, yang pertama kali diperkenalkan pada 1968 dan masih dipasarkan hingga kini.
Memasuki generasi ke-9, Hilux tidak hanya mendapatkan penyegaran dari sisi desain dan fitur, tetapi juga hadir dalam varian Battery Electric Vehicle (BEV) sebagai jawaban atas kebutuhan kendaraan komersial yang lebih ramah lingkungan.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Hiroyuki Oide, mengatakan bahwa Hilux telah dipasarkan di lebih dari 190 negara dan menjadi salah satu model Toyota yang paling diminati di dunia.
“Hilux dijual di 190 negara dan menjadi salah satu mobil yang paling diminati di dunia. Selama puluhan tahun Hilux digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas harian, bertugas di wilayah yang menantang, hingga mendukung kegiatan adventure outdoor,” ujarnya.
Menurut pria yang akrab disapa Heru itu, kunci utama ketangguhan Hilux terletak pada kualitas, daya tahan, dan keandalannya. Bahkan dalam kondisi ekstrem, kendaraan ini tetap dirancang agar dapat terus beroperasi.
“Quality, durability, dan reliability menjadi kunci Hilux. Diberi kondisi ekstrem, Hilux masih tetap bisa dijalankan. Karena itu, kami terus menyempurnakannya dari generasi ke generasi,” kata Heru.
Di pasar Indonesia, Hilux juga masih mendominasi segmen pikap 4x4. Sepanjang Januari–Juni 2026, model ini menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar di kelasnya.
“Ini bukan hanya pencapaian penjualan, tetapi menunjukkan besarnya kepercayaan pelanggan Indonesia terhadap Hilux. Kebutuhan mobilitas di Indonesia sangat beragam, mulai dari pertambangan, perkebunan, konstruksi, logistik, manufaktur, hingga aktivitas adventure,” tambahnya.
Heru menegaskan bahwa setiap pengembangan Hilux selalu berangkat dari kebutuhan nyata pelanggan. Toyota mengklaim terus mendengarkan masukan terkait performa di berbagai kondisi jalan maupun kebutuhan fitur yang menunjang kenyamanan dan keselamatan.
“Customer voice yang membuat Toyota terus menyempurnakan Hilux agar selalu relevan dan dapat diandalkan. Generasi ke-9 hadir dengan desain yang lebih tangguh dan lincah, performa lebih bertenaga, fitur keselamatan lebih lengkap, serta memberikan peace of mind bagi pelanggan,” jelasnya.
Salah satu sorotan utama adalah hadirnya Hilux BEV AWD Dual Motor. Meski mengusung teknologi listrik, Toyota menegaskan bahwa model ini tetap dirancang untuk menghadapi berbagai medan, bukan hanya penggunaan di area perkotaan.
Namun, Heru mengakui bahwa harga Hilux BEV masih memiliki jarak yang cukup jauh dibandingkan versi diesel karena perbedaan teknologi yang digunakan.
Toyota juga tetap mempertahankan varian single cabin untuk memenuhi kebutuhan segmen tertentu. Menurut Heru, posisinya berbeda dengan Toyota Hilux Rangga.
“Hilux Rangga bermain di segmen light duty dengan penggerak 4x2, cocok untuk logistik antarkota maupun dalam kota. Sementara Hilux fokus di kebutuhan 4x4 seperti area pertambangan dan perkebunan yang membutuhkan kemampuan lebih di medan berat,” pungkasnya. (IP)
