Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Sejarah Fitur Parkir Otomatis, dari Ide Nyeleneh Sampai Bisa Parkir Sendiri Tanpa Sopir

Ide parkir otomatis sudah ada sejak era tahun 30-an
Berita
Rabu, 16 September 2026 17:42 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Super Intelligent Valet Parking (SIVP) diperkenalkan pada J7 SHS-P SIVP. (Foto : Otodriver/undefined)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Mobil bisa parkir sendiri dan bahkan mencari tempat parkir lalu memarkirkan dirinya sendiri kini sudah menjadi kenyataan. Salah satunya dapat ditemui pada Jaecoo J7 yang dibekali fitur Super Intelligent Valet Parking (SIVP). Teknologi ini memungkinkan mobil mencari tempat parkir, memarkirkan diri tanpa sopir di dalam kabin, dan kembali menjemput pengguna melalui aplikasi smartphone.

Namun, sebenarnya ide untuk memudahkan proses parkir sudah cukup lama ada.

Ide parkir otomatis muncul dari gagasan nyeleneh pada tahun 1930-an. Seorang penemu asal California bernama Brooks Walker mematenkan konsep "Park Car" yang memanfaatkan roda cadangan di bagian belakang mobil sebagai "roda kelima".

Roda ini diposisikan tegak lurus terhadap roda utama, kemudian diturunkan untuk mengangkat sedikit bagian belakang mobil layaknya dongkrak. Dengan cara tersebut, mobil bisa digeser masuk ke slot parkir paralel.

BACA JUGA
Packard Cavalier (Foto : otodriver)

Walker bahkan mendemonstrasikan idenya pada Packard Cavalier 1953 yang sudah dilengkapi tambahan gear dan pompa hidrolik. Sistem ini dapat dioperasikan cukup dengan menekan satu tombol.

Namun, konsep tersebut tak benar-benar sampai ketahap produksi lantaran membutuhkan rombakan besar pada tangki bahan bakar dan sejumlah komponen lainnya. Selain itu, ruang bagasi menjadi lebih sempit dan sulit diakses.

Konsep ini akhirnya gagal memikat pabrikan dan dianggap lebih merepotkan ketimbang membantu.

Masuk sebagai fitur kendaraan

Pada 1992, Volkswagen memperkenalkan mobil konsep Futura yang dibekali sistem four-wheel steering. Seluruh roda bisa berbelok secara bersamaan sehingga mobil dapat bergerak menyamping dan langsung masuk ke slot parkir. Namun, teknologi ini hanya sebatas fitur pada mobil konsep.

Dalam perkembangannya, fitur parkir otomatis akhirnya benar-benar hadir di showroom. Toyota mencatatkan diri sebagai salah satu pelopornya.

Berdasarkan penjelasan resmi Toyota Pressroom Indonesia, Toyota memperkenalkan Intelligent Parking Assist System (IPAS) sebagai fitur opsional pada Prius Hybrid di pasar Jepang. Sistem ini menggunakan kamera depan-belakang dan sensor ultrasonik untuk mendeteksi ruang parkir, kemudian komputer di mobil mengambil alih kendali setir secara otomatis.

Pengemudi hanya perlu mengatur pedal gas dan rem sesuai instruksi yang ditampilkan di layar.

Fitur ini masih memiliki sejumlah kekurangan. Wikipedia mencatat sistem tersebut masih terbatas untuk parkir paralel dan membutuhkan cukup banyak keterlibatan pengemudi. Dalam kondisi tertentu, pengemudi bahkan bisa kesulitan mendeteksi rintangan kecil yang berada di sekitar mobil.

Namun, Toyota pantang menyerah. Tiga tahun berselang, teknologi serupa hadir ke pasar global melalui Lexus LS generasi ketiga pada 2006. Dengan sejumlah penyempurnaan, sedan mewah ini dapat melakukan parkir paralel maupun menyudut.

Selanjutnya, satu per satu produsen mobil mulai menyuguhkan fitur serupa. Ford menghadirkan Active Park Assist pada 2009, disusul BMW pada 2010, hingga Jeep yang memperkenalkan ParkSense pada Cherokee 2014.

Lexus LS Gen III (Foto : otodriver)

Lepas Setir hingga Bisa Dipanggil via HP

Perkembangan berikutnya bukan hanya soal kemampuan mendeteksi ruang dan memutar setir secara otomatis, tetapi juga seberapa jauh pengemudi bisa "lepas tangan".

Mengutip TransGO, BMW menghadirkan Remote Valet Parking Assistant Plus pada i7, Seri 7, dan X7. Fitur ini memungkinkan mobil diparkir dari luar kabin melalui smartphone, bahkan mampu mempelajari rute parkir yang sering digunakan penggunanya.

Audi memiliki teknologi serupa melalui Remote Park Assist Plus pada A8, Q7, dan e-tron GT. Sementara Hyundai menyematkan Remote Smart Parking Assist yang memungkinkan mobil dikeluarkan maupun diparkir dari jarak jauh menggunakan remote.

Konsep ini terus berkembang menujuAutomated Valet Parking (AVP). Pada sistem ini, mobil benar-benar dapat mencari ruang parkir kosong di area yang sudah dipetakan, kemudian kembali menjemput pengemudi hanya melalui sentuhan pada aplikasi.

Get My Parking mencatat Bosch sudah mendemonstrasikan sistem valet parking otomatis penuh sejak 2015. Sementara itu, produsen asal China mulai mendorong teknologi ini semakin jauh dengan mengandalkan LiDAR beresolusi tinggi.

Super Intelligent Valet Parking (SIVP) diperkenalkan pada J7 SHS-P SIVP. (Foto : Otodriver/Gemilang Isromi Nuar)

Contoh paling gres dapat ditemui pada Jaecoo yang memperkenalkan Super Intelligent Valet Parking(SIVP) pada J7 SHS-P. Sistem ini memadukan 27 sensor dan kamera 540 derajat, termasuk LiDAR 128 channel serta radar gelombang milimeter yang mampu mendeteksi objek hingga 280 meter di depan.

Fiturnya sudah mencakup smart parking, yakni mobil mencari sendiri lokasi parkir, sekaligus smart summon, yang memungkinkan mobil dipanggil kembali setelah pengguna selesai beraktivitas.(SS)


Tags Terkait :
S
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Artikel Terkait










Terkini

Terkini