OTODRIVER - Dalam satu paparannya di masa arus mudik yang lalu (13/3), pihak BYD Indonesia menjelaskan kalau periode mudik Lebaran 2024, tercatat sekitar 4.300 kendaraan listrik berangkat.
Kemudian pada tahun 2025, tercatat 13.600 unit kendaraan listrik jadi tunggangan dalam perjalanan mudik serta arus balik.
Untuk perjalanan mudik dan arus balik tahun 2026 PT PLN (Persero) mencatat lonjakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga 4,14 kali lipat.
Lonjakan tersebut seiring dengan konsumsi listrik kendaraan yang juga meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Seperti yang diutarakan oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya pekan ini (2/4).
Diuraikan lagi olehnya, seperti dikutip dari Antara, frekuensi pengisian daya pada periode 12–31 Maret 2026 mencapai 303.234 transaksi, meningkat dari 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk konsumsi listriknya sendiri tercatat sebesar 7,16 juta kilowatt hour (kWh), meningkat dari 1,75 juta kWh pada 2025.
Darmawan kemudian menjelaskan bahwa capaian ini menjadi bagian dari keberhasilan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus memastikan keandalan pasokan energi nasional selama periode RAFI.
PLN bersama mitra telah menghadirkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan rata-rata jarak antara SPKLU sekitar 22 kilometer.
Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa dan Bali, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan Idul Fitri tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, waktu itu PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis, terutama di area exit tol, yang didukung oleh ribuan personel siaga. (EW)
