OTODRIVER – Mercedes-Benz sedang menyiapkan SUV mungil dengan DNA G-Class. Model yang dijuluki Baby G atau Little G ini disiapkan sebagai pilihan yang lebih kompak dan terjangkau bagi pengidam SUV legendaris asal Jerman tersebut.
Kabar terbaru datang dari CEO Mercedes-Benz, Ola Källenius. Dalam wawancara dengan Bloomberg, ia menyebut model ini meluncur dalam waktu kurang dari 24 bulan. Artinya, Baby G dipastikan hadir sebelum akhir 2028.
Rencana ini sebenarnya sudah diumumkan sejak 2023. Setahun kemudian, Mercedes-Benz mulai memberi petunjuk soal kehadirannya, bahkan sempat menyebutnya g-Class dengan huruf “g” kecil. Namun nama resminya belum diumumkan.
Ukurannya diperkirakan sekelas GLA, GLB, dan CLA. Namun Baby G bukan sekadar SUV perkotaan dengan tampilan ala G-Class.
Mobil ini memakai sasis ladder frame, berbeda dari mayoritas SUV kompak Mercedes-Benz yang monokok. Pilihan ini mengindikasikan Baby G memang dirancang untuk melibas medan berat.
Foto uji jalan yang beredar memperlihatkan bodi mengotak dengan permukaan relatif datar, kaca samping tinggi, lampu depan bulat, dan lampu belakang yang diposisikan rendah.
Awalnya Listrik, Kini Ada Peluang Hybrid
Awalnya Mercedes-Benz menyebut Baby G hanya hadir sebagai mobil listrik. Strategi itu berpotensi berubah karena respons pasar terhadap G580 with EQ Technology belum sesuai harapan, ditambah masukan dealer di Amerika Serikat.
Versi listriknya diperkirakan memakai dua motor dengan penggerak empat roda (AWD) dan baterai 85 kWh berteknologi NMC. Sementara varian hybrid berpeluang memakai mesin 1.500 cc elektrifikasi yang juga dipakai CLA terbaru. Semua spesifikasi ini masih perkiraan dan belum dikonfirmasi resmi. Apa pun penggeraknya, AWD diperkirakan menjadi perlengkapan standar.
Nama resmi, spesifikasi, harga, dan pasar pertamanya masih jadi tanda tanya. Namun Mercedes-Benz tampaknya tidak ingin membuat calon penggemarnya menunggu terlalu lama. (SS)
