Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Menjajal Langsung Teknologi Swakemudi Xpeng VLA 2.0

Otodriver uji tes swakemudi Xpeng VLA 2.0 di jalanan Beijing dengan The Next P7. Sistem AI integrasikan persepsi dan tindakan untuk kemudi natural supervised.
Berita
Selasa, 28 April 2026 21:30 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Xpeng VLA 2.0 (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Fitur sistem pengemudi cerdas menjadi salah satu daya tarik yang masuk dalam peta bersaingan mobil terkini. 

Xpeng menjadi salah satu pabrikan China yang cukup berambisi dalam melakukan pengembangan teknologi swakemudi ini.

Xpeng pun mengakselerasi pengembangan fitur Voice, Language, Action (VLA) 2.0 dan ditargetkan akan diimplementasikan secara global pada 2027 mendatang.

Dalam kesempatan menyambangi China Auto 2026, Otodriver berkesempatan mencoba langsung hasil pengembangan yang dilakukan oleh pabrikan asal Guangzhou China tersebut. 

BACA JUGA

Jalanan di sekitar Bandara Internasional Beijing di sore hari yang lumayan ramai jadi tempat kami mencoba fitur canggih ini.

Unit yang kami coba adalah Xpeng The Next P7. Sedan EV ini sebelumnya pernah dipamerkan di ajang IIMS 2026 silam.

Dalam mensuport sistem kemudi otonom terbaru ini, P7 dibekali dengan 3 chip AI Turing yang dikembangkan oleh Xpeng sendiri. Setiap Chip memiliki daya proses hingga 2.250 TOPS (tera operations per second). 

Dengan support tersebut maka sistem VLA 2.0 mampu melakukan pendekatan kecerdasan buatan yang mengintegrasi persepsi, pemikian dan tindakan yang diinput dari sistem berbasis kamera. 

Hal inilah yang membedakannya dari sistem lawas yang bergantung pada peta High Definition (HD). VLA 2.0 mampu memahami kondisi dengan lebih nyata dan alami.

Dengan segala asupan teknologinya ini VLA 2.0 menjanjikan pengendaraan yang lembut, tertata dan terprediksi.

“VLA 2.0 mampu memprediksi kondisi jalan di depan bagaikan pengemudi yang sudah sangat berpengalaman,” jelas Senior Manager of Intelligent Cockpit Product Operations Xpeng, Yin Ruizhe saat ditemui di Beijing, saat sesi workshop sehari sebelumnya.

Melalui tombol dengan pedar berbentuk lingkaran biru inilah VLA 2.0 diaktifkan (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)

Merasakan Langsung VLA 2.0 di jalanan Beijing

Unit Xpeng The Next P7 yang kami gunakan awalnya melaju dalam mode pengemudi manual tanpa fitur mengemudi pintar. 

Saat memasuki jalan raya yang lumayan rame fitur ini pun diaktifkan. Instruktur test dari Xpeng mengatakan pada kami untuk merasakan respon mobil dalam melahap tiap jengkal jalanan yang bakal kami lewati. Agar kinerja fitur ini dapat dirasakan secara maksimal.

Sedan 4 pintu inipun seolah punya nyawa sendiri dan berjalan dengan mantap menyesuaikan dengan kondisi jalanan yang rata-rata punya speed limit di 70 km/jam.

Persimpangan jalan yang ramai langsung jadi ajang pembuktian. Lampu merah menghadang laju P7 dan mobil ini pun berhenti dengan cukup smooth dan kembali berjalan dengan lembut, tanpa sentakan.

Perjalanan pun dilanjutkan mengikuti jalur yang sudah diset dan ditentukan sebelumnya. Di persimpangan selanjutnya mobil ini menyalakan seinnya kirinya sendiri mengikuti rute. 

Posisi saat itu adalah lampu hijau dan mobil pun merespons dengan mengurangi kecepatan dan langsung berbalok ke arah kiri. Ia pun bahkan sempat seolah memberikan jalan pada pengendara lainnya sebelum sambil memastikan aman untuk bermanuver.

Tiba kami masuk ke jalanan yang punya permukaan yang tak rata lantaran ada beberapa lobang pengecekan gorong-gorong (manhole) yang berderet di sepanjang jalur tersebut. 

Hebatnya, fitur ini pun seolah membaca ketidakmulusan jalan tersebut dengan melambatkan laju P7 sehingga ketidaknyamanan karena melahap medan yang tak rata dapat diminimalisir.

Seperti yang dijanjikan oleh Ruizhe, mobil ini bergerak secara natural dan lembut. Akselerasi dan pengeraman dilakukan dengan cukup lembut, demikian juga dengan gerak kemudinya. Seolah kita sedang dikemudikan oleh pengemudi yang berpengalaman.

Xpeng VLA 2.0 (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)

Bukan Pengemudi Otonom Penuh 

Layar pada sistem infotainment dan HUD mobil beberapa kali memunculkan tanda berwarna kuning yang berkedip. 

Instruktur pun memerintahkan pengemudi untuk menyentuh lingkar kemudi sebagai tanda bahwa ada pantauan dari pengemudi.

Dan benar, VLA 2.0 ini masih merupakan sistem swakemudi yang memerlukan pantauan (supervised). 

Namun demikian, Xpeng mengatakan tidak perlu menunggu lama untuk bisa sampai ke tahap kemudi full otonom. 

Tahap kemudi otonomi penuh akan bergantung pada persetujuan regulasi global. Namun, mereka memperkirakan mengemudi otonom sepenuhnya akan menjadi kenyataan dalam 1 hingga 3 tahun ke depan. (SS)


Tags Terkait :
Xpeng VLA 2.0
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

1 hari yang lalu


Berita
Xpeng Pastikan Hadirkan SUV Baru Untuk Indonesia Tahun Ini

Xpeng G9 rilis Indonesia 2026 dikonfirmasi sebagai SUV kedua setelah G6 dengan dimensi lebih besar dan upgrade ADAS berbasis AI.

2 minggu yang lalu


Berita
Menjajal Langsung Teknologi Swakemudi Xpeng VLA 2.0

Otodriver uji tes swakemudi Xpeng VLA 2.0 di jalanan Beijing dengan The Next P7. Sistem AI integrasikan persepsi dan tindakan untuk kemudi natural supervised.

3 bulan yang lalu


Mobil Listrik
Xpeng GX Belum Ke Pasar Indonesia, G9 Kemungkinan Bakal Masuk Duluan

Bos besar Xpeng mengatakan kemungkinan SUV G9 untuk pasar Indonesia

3 bulan yang lalu


Terkini

Berita
MG Hadirkan Dua SUV Elektrifikasi di GIIAS 2026, MGS5 EV dan ZS Hybrid+

MG Motor Indonesia menghadirkan dua pilihan SUV elektrifikasi di ajang GIIAS 2026, yakni MGS5 EV sebagai mobil listrik murni dan MG ZS Hybrid+ yang mengusung teknologi full hybrid.

10 jam yang lalu


Truk
UD Trucks Extra Mile Challenge 2026: Sarana Menghadirkan Pengemudi Truk Yang Profesional

Berbalut kegiatan kompetisi untuk memberi pembekalan berbagai aspek operasional kendaraan niaga

12 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Ayla Modern Vintage Jadi Hadiah Utama Undian GIIAS 2026, Basisnya Varian Terlaris

Daihatsu Ayla Modern Vintage hadiah undian GIIAS 2026. Mobil modifikasi NMAA berbasis varian 1.0 liter terlaris ini diundi di hadapan pengunjung dan dimenangkan konsumen dari Lampung.

13 jam yang lalu


Berita
Bukan Lagi Soal Tenaga Mesin, Teknologi Keselamatan Jadi Tren Baru di GIIAS 2026

Teknologi keselamatan kendaraan menjadi sorotan di GIIAS 2026. Bosch Indonesia memperkenalkan sistem Sense, Think, dan Act yang membantu pengemudi.

14 jam yang lalu


Berita
MAXUS Hadirkan Konsep 'A Quiet Luxury' di GIIAS 2026 melalui Jajaran Premium Electric MPV

MAXUS A Quiet Luxury GIIAS 2026 menampilkan konsep kemewahan tenang melalui lini premium electric MPV MIFA 7 dan MIFA 9 di ICE BSD City.

16 jam yang lalu