OTODRIVER - Segmen Compact SUV hybrid di Indonesia kini semakin ramai. Mitsubishi akhirnya ikut meramaikan persaingan melalui XForce HEV yang langsung berhadapan dengan dua rival kuat, yakni Honda HR-V e:HEV dan Toyota Yaris Cross HEV.
Meski sama-sama mengusung mesin bensin yang dipadukan motor listrik, ketiga model tersebut memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyalurkan tenaga ke roda. Ada yang lebih mengutamakan karakter layaknya mobil listrik, ada pula yang lebih fokus pada efisiensi bahan bakar.
Mitsubishi XForce HEV mengandalkan mesin bensin 1.600 cc MIVEC berkode 4A92 yang menghasilkan tenaga 107 PS dan torsi 134 Nm. Mesin tersebut dipadukan motor listrik bertenaga 116 PS dengan torsi 255 Nm. Angka torsinya menjadi yang terbesar di antara ketiga kompetitor.
Sistem hybrid yang digunakan merupakan pengembangan terbaru Mitsubishi. Dalam sebagian besar kondisi berkendara, terutama pada kecepatan rendah hingga menengah, roda digerakkan oleh motor listrik. Sementara mesin bensin lebih banyak berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai. Mesin baru akan ikut menggerakkan roda secara langsung saat melaju pada kecepatan tinggi atau ketika dibutuhkan tenaga lebih besar. Karakter tersebut membuat akselerasi awal XForce HEV terasa responsif layaknya mobil listrik.
Di sisi lain, Honda HR-V e:HEV mengandalkan mesin 1.500 cc liter Atkinson Cycle yang menghasilkan tenaga 106 PS dan torsi 127 Nm. Pendampingnya adalah motor listrik dengan tenaga mencapai 131 PS serta torsi 253 Nm.
Meski torsinya sedikit di bawah XForce HEV, tenaga motor listrik HR-V e:HEV justru menjadi yang terbesar di kelas ini. Sistem e:HEV milik Honda juga mengadopsi konsep electric-first, di mana motor listrik menjadi sumber penggerak utama dalam mayoritas kondisi berkendara. Mesin bensin lebih sering bertugas sebagai pembangkit listrik dan baru terhubung langsung ke roda saat mobil melaju konstan di kecepatan tinggi. Hasilnya, karakter berkendara HR-V e:HEV terasa halus sekaligus responsif.
Sementara itu, Toyota Yaris Cross HEV mengandalkan mesin 1.500 cc Dynamic Force Hybrid berkode 2NR-VEX yang menghasilkan tenaga 91 PS dan torsi 121 Nm. Mesin tersebut dipadukan motor listrik bertenaga 80 PS dengan torsi 141 Nm, menghasilkan tenaga sistem gabungan sekitar 111 PS. Sumber energinya berasal dari baterai Lithium-ion berkapasitas 0,7 kWh yang ditempatkan di bawah bangku belakang sehingga tidak mengurangi ruang bagasi.
Berbeda dengan Mitsubishi dan Honda, Toyota tetap mempertahankan Toyota Hybrid System (THS) yang menggunakan mekanisme power split device dengan transmisi e-CVT. Sistem ini mengombinasikan kerja mesin bensin dan motor listrik secara otomatis sesuai kebutuhan, sehingga lebih mengedepankan efisiensi bahan bakar dibanding mengejar performa. Karena itu, di atas kertas output Yaris Cross HEV memang menjadi yang paling kecil dibanding dua rivalnya, namun sistem hybrid Toyota telah terbukti menawarkan konsumsi BBM yang sangat efisien serta karakter berkendara yang halus.
Jika dibandingkan secara langsung, Mitsubishi XForce HEV mengusung baterai lithium-ion 1,1 kWh. Honda HR-V e:HEV dibekali baterai lithium-ion 1,05 kWh. Sementara Toyota Yaris Cross HEV mengandalkan baterai lithium-ion 0,7 kWh. (AW)
