OTODRIVER - Sub-brand GWM, Ora, memperkenalkan dua varian baru untuk crossover Ora 5, yakni Sport dan GT. Keduanya hadir dengan sentuhan kosmetik yang membuat tampilannya lebih agresif, baik untuk versi listrik (EV), hybrid (HEV), maupun bermesin bensin (ICE).
Varian Ora 5 Sport mendapatkan penyegaran yang relatif sederhana. Perubahan paling mencolok adalah penggunaan warna bodi two-tone dengan atap berwarna putih. Selain itu, mobil ini juga dibekali pelek berukuran lebih besar, kaliper rem berwarna merah, serta sensor LiDAR yang dipasang di bagian atap. Saat ini, fitur LiDAR tersebut hanya tersedia untuk varian EV.
Sementara itu, Ora 5 GT tampil jauh lebih agresif berkat paket body kit yang lebih lengkap. Mobil ini dibekali front splitter, side skirt, hingga spoiler belakang. Aksen merah turut disematkan pada pelek, lampu depan, kaliper rem, dan berbagai komponen aerodinamika sehingga memberikan karakter yang lebih sporty.
Dari gambar resmi yang dirilis GWM, Ora 5 GT juga tampak menggunakan sistem penggerak listrik, terlihat dari keberadaan port pengisian daya di fender depan.
Sayangnya, GWM belum mengungkap adanya perubahan pada sektor mekanis. Belum diketahui apakah varian Sport dan GT juga akan tersedia untuk versi bensin maupun hybrid. Pabrikan juga belum memastikan adanya peningkatan tenaga atau penyempurnaan karakter handling. Besar kemungkinan kedua varian ini hanya menawarkan ubahan kosmetik.
Pendekatan serupa sebelumnya juga diterapkan pada Ora Funky Cat atau Ora Good Cat (Ora 3). Versi GT dari hatchback tersebut juga menggunakan body kit dengan splitter dan spoiler yang lebih menonjol, namun tanpa peningkatan performa mesin maupun penyempurnaan sasis dibanding varian tertinggi standar.
Ora 5 dipasarkan dengan tiga pilihan sistem penggerak, yaitu EV, hybrid self-charging (HEV), dan mesin bensin murni (ICE).
Untuk versi listrik, Ora 5 menggunakan motor penggerak depan bertenaga 201 hp. Tenaga tersebut dipadukan dengan baterai LFP produksi SVOLT berkapasitas 45,3 kWh atau 58,3 kWh, yang masing-masing menawarkan jarak tempuh hingga 480 km dan 580 km berdasarkan standar CLTC.
Varian bensin mengandalkan mesin 1.500 cc turbo VGT yang menghasilkan tenaga 181 hp. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi kopling ganda (DCT) 7-percepatan. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim tuntas dalam 8,9 detik, dengan kecepatan maksimum 190 km/jam. Konsumsi bahan bakarnya tercatat 6,4 liter/100 km menurut standar WLTC.
Sementara itu, versi HEV memadukan mesin 1.500 cc turbo bertenaga 154 hp dengan motor listrik depan 188 hp. Keduanya bekerja melalui transmisi hybrid khusus dua percepatan DHT yang menghasilkan tenaga gabungan 223 hp.
Ora 5 sendiri merupakan kakak dari Ora 03 yang dipasarkan di Indonesia. (AW)
