OTODRIVER - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik dan stok masih aman di tengah dinamika konflik Timur Tengah,.
Seperti diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia, yang meminta masyarakat tetap tenang karena pemerintan memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi terutama menjelang perayaan Idul Fitri.
Selain itu, seperti diktuip dari Antara pekan ini (6/3), Anggia juga menyampaikan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak akan mengalami kenaikan harga di tenggah gejolak harga minyak saat ini.
Dijabarkan lagi oleh Anggia, hendaknya masyarakat tidak melakukan panic buying apalagi sampai melakukan penimbunan. Keduanya berpotensi malah menciptakan kondisi kelangkaan.
Selain memastikan keamanan stok BBM, lanjut dia, pemerintah juga memastikan agar distribusi BBM ke daerah berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya (4/3), Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga menerangkan kembali maksud dari pernyataan darinya yang sempat menyebut bahwa stok BBM nasional hanya cukup untuk 20 hari.
Menurutnya, juga seperti dikutip dari Antara, standar nasional minimal akan stok BBM di rentang 20-21 hari.
Soal keterbatasan stok bukanlah soal kemampuan negara dalam menyediakan pasokan bahan bakar, lebih karena kapasitas penyimpanan BBM nasional saat ini baru bisa dilakukan untuk menjamin pasokan pada rentang waktu tersebut.
Untuk lebih menjamin lagi durasi pasokan yang lebih panjang, masih menurut Bahlil, pemerintah sedang membangun storage baru yang akan selesai dala tiga bulan ke depan. Tujuannya agar rentang waktu ketersediaan stok BBM nasional lebih panjang lagi.
Indonesia sendiri saat ini mengimpor minyak tidak hanya dari kawasan Timur Tengah yang mendominasi 25 persen dari seluruh volume impor minyak nasional.
Negara lain juga sudah terikat kontrak pengiriman minyak antara lain; Angola, Brasil, Nigeria, dan juga Malaysia. (EW)
