OTODRIVER – BYD mengalami kendala ketika stok model Sealion 05 DM-i di sejumlah diler domestik China terlihat menumpuk.
Dilaporkan Carnewschina pada Senin waktu setempat, sejumlah diler terlihat memiliki stok unit Sealion 05 DM-i dalam jumlah banyak, bahkan beberapa di antaranya diparkir dalam kondisi menumpuk di area distribusi.
Sebagai catatan, total produksi BYD di pabrik Changzhou sebanyak 1.200 unit perhari. Belum lagi beberapa pabrik besar lain, seperti Shenzhen, Xi’an, Zhengzhou. Produksi berlebih disinyalir jadi penyebab utama penumpukan mobil di dealer-dealer, mengingat kondisi pasar belum stabil.
Unit yang banyak terparkir tersebut merupakan model terbaru dan belum semua terjual. BYD Sealion 05 DM-I merupakan crossover kompak dengan desain bodi halus, lampu depan memanjang, serta lampu belakang tunggal.
Versi plug-in hybrid (PHEV) model ini memiliki dimensi panjang 4.620 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.630 mm dengan jarak sumbu roda 2.770 mm. Sebagai perbandingan, model ini 100 mm lebih panjang dibandingkan varian listrik murni (BEV).
Pada bagian interior, mobil ini mengusung panel instrumen LCD berukuran 8,8 inci (22,35 cm) dan layar sentuh mengambang 15,6 inci (39,6 cm).
Untuk jantung pacunya, model ini mengadopsi teknologi DM generasi kelima dengan mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated bertenaga 74 kW (99 hp).
Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik sinkron magnet permanen berkekuatan 120 kW (161 hp).
Masih dari lansiran Carnewschina, SUV ini tersedia dengan dua pilihan baterai LFP berkapasitas 26,628 kWh dan 34,275 kWh, dengan jarak tempuh listrik berdasarkan standar CLTC antara 220 km hingga 305 km.
Sebelumnya, Sealion 05 DM-i sempat terungkap melalui dokumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China dengan baterai 18,3 kWh yang mampu menempuh jarak 102 km (WLTC). Namun, sumber terkait menyebutkan bahwa varian tersebut tidak akan dipasarkan.
Model ini juga mengadopsi sistem suspensi DiSus-C dengan peredam adaptif serta sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) DiPilot 300 berbasis LiDAR.
Harga jualnya di pasar domestik China ialah 96.000 yuan sampai 126.000 yuan atau setara Rp 237 juga hingga Rp 311 juta.
Meski begitu, mobil ini belum juga masuk ke pasar Indonesia. (AB)
