OTODRIVER - Sejak beberapa waktu lalu, Honda dan Nissan punya cerita ‘putus-nyambung’. Salah satu yang paling menghebohkan adalah wacana mergernya dua pabrikan Jepang tersebut, namun rencana tersebut batal lantaran Nissan tidak setuju dijadikan anak perusahaan dari Honda.
Kisah tak berujung kesepakatan merger, namun di lain sisi kerjasama tetap dilakukan.
Mengutip dari Carscoops, saat ini Honda dan Nissan tengah mempersiapkan kerjasama strategis untuk pengembangan teknologi Engine Control Unit (ECU) alias otak dari sebuah mobil yang bakal digunakan kedua pabrikan tersebut di masa depan.
CEO Honda, Toshihiro Mibe mengungkapkan secara langsung mengenai rencana Honda menjalin kesepakatan dengan Nissan guna menciptakan teknologi ECU generasi terbaru yang nantinya digunakan pada berbagai model kendaraan.
ECU kolaborasi keduanya dikabarkan akan mulai digunakan pada model kendaraaan Honda dan Nissan. Bahkan Mitsubishi selaku bagian dari aliansi Nissan disebut juga akan menggunakannya. Lebih jauh lagi ECU ini juga akan digunakan pada EV mereka.
Langkah kerjasama ini diproyeksikan untuk model produksi massal yang dipasarkan global pada 2029 hingga 2030.
Realistis di masa sulit
Langkah kolaboratif ini dilakukan sebagai langkah realistis di mana kondisi Honda saat ini tengah mendapatkan tekanan besar dari sisi keuangan.
Mibe mengakui bahwa perusahaan mengalami kerugian signifikan yang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam sejarah bisnis Honda.
Kerjasama dengan Nissan dipandang sebagai strategi penting untuk meningkatkan efisiensi pengembangan teknologi dan memperkuat daya saing. (SS)
