OTODRIVER - Range Extender Electric Vehicle (REEV) atau bisa disebut sebagai Extended Range Electric Vehicle (EREV) menjadi varian hybrid baru yang bakal mewarnai dunia otomotif Indonesia.
Changan dengan Deepal SO5 REEV saat ini diketahui sebagai mobil pertama dari jenis ini yang dipasarkan di Indonesia. Namun ke depannya, semakin banyak mobil-mobil seperti ini yang bakal hadir.
Dua nama dikatakan tengah melakukan ancang-ancang untuk masuk yakni BAIC dengan BJ41 dan iCar dengan V27.
Kebetulan keduanya didapuk sebagai kendaraan yang dibekali dengan fitur untuk mendukung kemampuan off-roadnya. Perlu diketahui bahwa walau mobil ini benar-benar berbeda, namun keduanya memiliki kesamaan yakni digerakkan oleh motor listrik (electric driven) dan juga berpenggerak 4 roda.
“Kami ingin segera membawa unit BJ40e ini ke Indonesia begitu versi setir kanannya tersedia. Diharapkan bisa terealisasi sekitar akhir tahun 2027 atau awal 2027. Kami nanti akan membawanya sebagai BJ41,” tutur Chief Executive Officer (CEO) BAIC Indonesia, Johnnathan Salim, beberapa waktu silam.
Sedangkan untuk iCar V27, nampaknya akan hadir lebih dulu. “Kita akan bawa dan jual di Indonesia pada GIIAS akhir Juli 2026 nanti,” terang Country Director iCar Indonesia, Mark Yang saat ditemui di Beijing beberapa waktu lalu.
Dengan demikian, dalam waktu tak lama lagi pasar dalam negeri akan punya varian Range Extender yang mampu diajak menjejalah berbagai ragam medan.
Berikut spesikasi teknis dari BAIC BJ41 dan iCar V27
Mesin dan penggerak
Sebagai mobil dengan mahzab Extender Range, artinya ia memiliki mesin bakar yang digunakan sebagai generator dan juga motor listrik untuk menggerakkan keempat rodanya.
BAIC BJ41 memiliki sebuah mesin 1.500 cc turbo dan dua motor listrik yang masing-masing ditempatkan pada roda depan dan belakang. Tenaga gabungan tercatat di angka 403 kW (540 hp) dan torsi 655 Nm. Uniknya BJ41 ini punya mesin yang diletakkan longituginal alias memanjang.
iCar V27 punya dua varian yakni AWD dan RWD. Namun dalam komparasi ini kita gunakan versi AWDnya.
Mesin bakar 1.500 cc turbo hadir sebagai generator bagi untuk pengisian baterainya dan kemudian disalurkan ke dua motor listrik yang ditempatkan di bagian depan dan belakang. Tenaga gabungannya di 335 kW (455 hp) dengan torsi 505 Nm. Mesin ini ditempatkan secara melintang (transversal).
Di atas kertas BAIC BJ41 unggul, namun perlu diketahui bahwa ia merupakan SUV ladder frame yang punya bobot lebih berat. Sedangkan V27 merupakan SUV dengan konstruksi monokok yang relatif lebih ringan.
Baterai
BAIC menggunakan baterai lithium ternary berkapasitas 40,3 kWh dan didukung pengisian capat DC (30%-80) dalam 30 menit. Kemungkinan baterai ini dipasok oleh anak perusahaan BAIC yakni BluePark.
Diklaim bahwa BJ41 ini mampu menempuh jarak dalam mode listrik murni sejauh 152 km. Dan berdasarkan klaim ia mampu menempuh jarak total sejauh 1.200 kilometer (CLTC) untuk sekali pengisian bensin dan listrik penuh.
V27 dibekali dengan baterai dengan pilihan 32,4 kWh hingga 34,3 kWh yang berjenis lithium ferro phosphate buatan CATL. Dalam mode listrik murni ia diklaim mampu menjelajah sejauh 210 km. Sedangkan untuk jarak total ia diklaim mampu menempuh jarak 1.500 km untuk sekali pengisian BBM dan listrk penuh.
Arsitektur
Walau sama-sama berpenggerak all wheel drive, namun pada dasarnya keduanya berbeda. BAIC BJ41 menggunakan struktur body on frame alias ladder frame.
Dengan struktur ini BJ41 menjadi mobil yang lebih berat dengan bobot mencapai 2,6 ton. Namun dengan struktur seperti ini BJ41 dipersiapkan sebagai mobil offroad yang mampu melakukan pekerjaan berat.
Beda dengan V27, walau bentuk bodinya gagah dan maskulin, namun pada dasarnya ia merupakan mobil dengan sasis monokok. Walau lebih ringan namun ia tidak sekokoh konstruksi arsitektur yang dimiliki oleh BJ41.(SS)
