OTODRIVER - Di jagad kendaraan listrik saat ini tengah terjadi pertarungan luar biasa di antara spesialis baterai.
Para produsen baterai di Tiongkok kini berlomba menghadirkan paket penampung daya listrik yang lebih cepat diisi, menampung lebih banyak, sehingga bisa mendorong mobil listrik melaju lebih jauh lagi.
Pekan ini (22/4), dalam gelaran Super Technology Day di Beijing, Tiongkok, CATL merilis enam paket baterai yang secara umum bisa memembantu mobil listrik tempuh jarak 1.000 kilometer.
Enam paket baterai itu adalah; Shenxing Superfast Charging generasi ketiga, Qilin generasi ketiga, Qilin Condensed, Freevoy Super Hybrid generasi kedua, Naxtra Sodium-ion, serta metoda solusi terintegrasi yang mencakup supercharging dan penukaran baterai.
Shenxing, yang jadi produk paling dijagokan, diklaim hanya butuh waktu 6 menit dan 27 detik untuk bisa terisi dari posisi 10 persen ke 90 persen.
Jika hendak diisi dari posisi 10 persen ke 35 persen akan butuh waktu semenit, untuk pengisian 10 persen ke 88 persen waktu prosesnya 3 menit 44 detik.
Dalam penjelasannya, seperti dikutip dari PR Newswire, Chief Scientist, CATL, Wu Kai, baterai LFP telah mendekati batas densitas energi secara teoretis.
Oleh karena itu, pengembangan baterai LFP lebih efektif jika difokuskan pada kemampuan fast charging ekstrem agar tercapai keseimbangan kinerja yang optimal.
Ditambahkannya, di sisi lain baterai NCM tetap unggul dari sisi densitas energi dan menjadi tolok ukur utama dalam persaingan global.
Sementara itu, baterai natrium-ion sangat potensial untuk penggunaan di suhu ekstrem dan sistem penyimpanan energi.
Menurutnya, industri baterai perlu mengembangkan berbagai sistem kimia baterai secara paralel demi memenuhi kebutuhan konsumen, ketahanan energi, dan potensi keberkelanjutan pengembangan.
Fitur Superfast Charging yang tidak mengorbankan umur baterai
Dalam lanjtan penjelasannya, yang jadi tantangan utama peningkatkan kecepatan pengisian daya tanpa mengurangi usia pakai baterai ada pada isu kenaikan suhu, bukan arus kecil.
Berdasarkan prinsip Arrhenius, kenaikan suhu 10 derajat Ceslius bisa menggandakan reaksi samping di dalam baterai dan mempercepat degradasi baterai itu sendiri.
Oleh karena itu, paket baterai Shenxing Superfast Charging terbaru mengoptimalkan tiga aspek utama: mengurangi panas saat baterai beroperasi, meningkatkan manajemen penyebaran panas, serta menyempurnakan kontrol sistem.
Hasilnya, setelah 1.000 siklus pengisian daya, kapasitas baterai tetap di atas 90 persen.
Dalam pengujian inetsnif didapati juga bahwa dalam kondisi suhu mius 30 derajat Celcius pengisian daya dari posisi 20 persen ke 98 persen masih bisa dilakukan dalam waktu sekitar 9 menit. (EW)
