Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pabrikan Jepang Mundur Teratur Dari Pasar China, Pindah Ke India

India dinilai lebih menjanjikan bagi pabrikan Jepang di masa depan.
Berita
Senin, 17 November 2025 11:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
(Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Pasar otomotif China masih menjadi yang terbesar di seluruh planet bumi ini. Walau demikian, ternyata pabrikan Jepang justru mulai mengambil langkah mundur teratur dari negeri Tirai Bambu tersebut. Ketatnya persaingan kendaraan terutama pada kendaraan listrik rupanya yang jadi alasan bagi para Samurai ini menengok investasi ke pasar lain.

India menjadi tempat berpaling baru bagi pabrikan Jepang. Negara yang saat ini memegang rekor dengan jumlah penduduk di dunia ini dinilai lebih menjanjikan bagi pabrikan Jepang di masa depan.

Dilansir Reuters, brand seperti Toyota, Honda dan Suzuki telah menghabiskan miliaran dolar untuk membangun berbagai fasilitas di Negeri Martabak itu.

Jika melihat kenaikan investasi Jepang di India untuk sektor transportasi dan otomotif telah naik tujuh kali lipat antara 2021 hingga 2024. Sedangkan untuk tahun lalu saja naik mencapai 294 miliar yen atau setara Rp 31,9 triliun.

BACA JUGA
Suzuki Jimny 5 pintu bikinan India (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Sebaliknya pada periode yang sama, investasi perusahaan Jepang di China pada sektor yang sama malah anjlog sebesar 83 persen. Pada tahun lalu Jepang hanya berinvestasi 46 miliar yen saja.

Pindahnya pabrikan Jepang ke India ini erat hubungannya juga dengan daya tarik India yang punya biaya tenaga kerja yang terbilang rendah dan juga digelontorkannya berbagai insentif. Selain itu pabrikan Cina belum masuk secara masih ke pasar India pada saat ini.

“India adalah pilihan yang baik sebagai pengganti pasar Tiongkok. Bagi pabrikan Jepang, kondisinya menguntungkan karena tidak perlu bersaing terlalu keras,” ungkap Julie Boote dari Pelham Smithers Associates London, dilansir Reuters.

Pasar India dengan jumlah penduduk yang besar diperkirakan akan terus bertumbuh, selain itu dengan labor cost rendah maka harga produk pun dapat bersaing.(SS) 


Tags Terkait :
India China Pabrik Mobil
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Chery Incar Pabrik Jaguar Land Rover Untuk Meningkatkan Produksi

Sebelumnya juga sudah ada kolaborasi berbagi platform.

1 hari yang lalu


Berita
Pabrikan Jepang Mundur Teratur Dari Pasar China, Pindah Ke India

India dinilai lebih menjanjikan bagi pabrikan Jepang di masa depan.

1 minggu yang lalu


Berita
Foton Siap Jadikan Indonesia Salah Satu Pusat Produksi Regional

Pihak Foton Motor menyebutkan adanya sejumlah program operasional tingkat regional dan internasional yang akan melibatkan Indonesia.

11 bulan yang lalu

Mobil Listrik
Setelah China dan India, Tesla Selangkah Lagi Bangun Pabrik di Thailand

Tesla melanjutkan investasinya dengan menargetkan Thailand sebagai negara tujuan selanjutnya untuk membangun pabrik mereka.

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Dari Insiden CV Joint Lepas L8, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge. Apa yang sebenarnya terjadi?

8 jam yang lalu


Berita
MG Bakal Bawa Line Up Baru Sepanjang 2026, PHEV Jadi Fokus Utama

Tidak hanya membawa line up baru. MG bakal punya beberapa pilihan powertrain untuk pasar Indonesia.

10 jam yang lalu


Berita
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Ulas Fakta Sejarah dan Kiprah di Indonesia

Perayaan 140 tahun Mercedes-Benz di Indonesia ulas sejarah Benz Patent Motorwagen 1886, mobil pertama RI 1894, pabrik CKD Bogor, dan evolusi S-Class.

13 jam yang lalu


VIDEO: MG S5 EV (ASEAN NCAP)

MG S5 EV telah menjalani crash test.

Crash Test | 16 jam yang lalu


Berita
BYD Bakal Buat SPKLU Berdaya 1.500 kW

BYD akan buat fasilitas yang mampu mendukung daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere.

17 jam yang lalu