Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Kasus BYD Seal Terbakar, Ini Hasil Investigasi KNKT

Baterai 12V yang jadi penyebab keluarnya asap pada Seal di Jakarta Barat ternyata ini masalahnya.
Berita
Kamis, 17 Juli 2025 12:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
BYD Seal. (Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Pertengahan Mei silam sebuah BYD Seal mengeluarkan asap tebal dari dalam kabinnya. Walau akhirnya pihak BYD mengatakan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh kebakaran. Mereka meminta untuk bersabar menunggu investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

BYD Seal keluarkan asap di Jakarta Barat. (Foto : detik.com)

Setelah sekian lama, akhirnya hasil pihak BYD Indonesia angkat bicara mengenai hasil penyelidikan tersebut.

Head of Marketing, PR & Government Relations BYD Indonesia, Luther Pandjaitan mengatakan bahwa masalah tersebut terjadi di bagian low voltage battery. Di bagian tersebut ada gigitan binatang pengerat.

“Saya informasikan lagi bahwa kita telah melakukan investigasi bersama dengan KNKT. Dan saat itu kita juga sudah mengeluarkan hasil dari investigasinya. Bahwa ini adalah kondisi yang diakibatkan faktor eksternal. Bisa saja berupa gigitan hewan pengerat,” kata Luther.

BACA JUGA

Luther merinci bahwa masalah ada di seputar baterai 12 volt yang fungsinya untuk memasok kelistrikan seperti lampu ataupun semua instrumen yang ada pada mobil. Fungsi baterai ini mirip seperti aki pada mobil konvensional. Dan pada Seal, baterai yang digunakan sudah menggunakan tipe lithium Iron phosphate (LFP) seperti yang digunakan baterai utamanya. 

Jadi bukan baterai konvensional seperti yang digunakan sebagian mobil EV. Hanya saja Luther belum bersedia merinci lebih detail bagian mana dari baterai low voltage yang mengalami dampak dari gigitan binatang yang diperkirakan adalah tikus ini. 

“Saat ini status tinggal menunggu proses selanjutnya dari KNKT dan finalisasi investigasi resmi bersama, Namun yang paling penting dari sisi customer juga kita sudah lakukan penjelasan yang comprehensive dan yang bersangkutan sudah menerima dengan baik hasil investigasi tersebut,” imbuhnya.

Kasus gigitan tikus pada bagian atau kabel mobil listrik sebenarnya sudah menjadi masalah klasik yang juga terjadi pada mobil konvensional. Bahkan punya potensi untuk rusak karena gigitan tikus (atau binatang pengerat lainnya) sama besarnya dengan mobil konvensional.

Mengutip dari road&track, tikus dan hewan pengerat lainnya tertarik pada mobil listrik karena beberapa alasan, yakni mobil listrk punya bagian ramah lingkungan yang bisa dimakan oleh mereka. Selain itu mobil menjadi lingkungan yang nyaman dan hangat serta mampu menjadi tempat berlindung. (SS) 


Tags Terkait :
BYD Seal BEV KNKT
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Kasus BYD Seal Terbakar, Ini Hasil Investigasi KNKT

Baterai 12V yang jadi penyebab keluarnya asap pada Seal di Jakarta Barat ternyata ini masalahnya.

1 tahun yang lalu


Berita
Tak Hanya Untuk Jalan Raya, BYD Perkenalkan DMO, Sistem PHEV Untuk Off-Road

BYD memperkenalkan teknologi DMO BYD PHEV off-road yang dirancang untuk kendaraan dengan sasis tangga seperti Leopard 5 dan Shark 6.

1 bulan yang lalu


Berita
Setelah BYD M6 DM, Kini BYD Seal DM Bakal Meluncur

Peluncuran BYD Seal DM di Indonesia semakin dekat setelah kehadiran M6 DM. BYD menyiapkan model PHEV sedan ini untuk melengkapi lini elektrifikasi di pasar nasional.

1 bulan yang lalu


Mobil Listrik
Xpeng GX Belum Ke Pasar Indonesia, G9 Kemungkinan Bakal Masuk Duluan

Bos besar Xpeng mengatakan kemungkinan SUV G9 untuk pasar Indonesia

3 bulan yang lalu


Terkini

Bus
PO Haryanto Incar Sasis Dan Bodi Bus Yang Usia Pakainya Lebih Panjang

Untuk optimalisasi operasional unit bus dan peningkatan frekuensi keberangkatan

1 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Pro vs Max, Bedah Perbedaan Rp50 Juta Antara Keduanya

Changan Nevo Q05 Pro vs Max perbedaan harga Rp50 juta diulas secara detail, dengan varian Max menawarkan velg 18 inci, power tailgate, dan panoramic roof sementara performa motor listrik tetap sama.

2 jam yang lalu


Berita
Sebagai Pendatang Baru, BAW Perkenalkan Produknya Di GIIAS 2026

Model MPV premium akan rilis resmi akhir tahun ini

3 jam yang lalu


Berita
Toyota Kijang Innova Reborn Masih Tetap Dipertahankan Di Indonesia

– Toyota Kijang Innova Reborn masih memiliki tempat penting di pasar Indonesia.

4 jam yang lalu


Mobil Listrik
Hyundai Ioniq 3 Senjata Baru Untuk Gempur EV Tiongkok

Hyundai Ioniq 3 Indonesia diperkenalkan di GIIAS 2026 untuk mengukur respons pasar terhadap EV yang lebih kompak dari Ioniq 5.

6 jam yang lalu