Beranda Berita

Hyundai Ioniq 5 N Terkena Recall di AS Karena Masalah Pengereman, Bagaimana Di Indonesia?

Berita
Senin, 24 Maret 2025 15:00 WIB
Penulis : Ahmad Biondi
Berita - Hyundai Ioniq 5 N Terkena Recall di AS Karena Masalah Pengereman, Bagaimana Di Indonesia?
Hyundai Ioniq 5 N di Mandalika. (Foto: Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Hyundai Ioniq 5 N adalah SUV EV yang berfokus pada performa dengan segudang trik yang mencakup simulasi suara mesin dan perpindahan gigi palsu. Namun, salah satu pengaturan unik ini ternyata menimbulkan masalah. 

Akibatnya, Hyundai menarik kembali 1.508 unit Ioniq 5 N 2025 karena masalah perangkat lunak yang terkait dengan fitur Left Foot Braking (LFB), yang dapat berdampak negatif pada kemampuan pengeremannya, menurut laporan penarikan kembali yang diajukan Hyundai awal bulan ini kepada NHTSA.

Penarikan kembali tersebut mencakup Ioniq 5 N yang dibuat antara 18 Desember 2023 dan 10 Desember 2024. 

BACA JUGA

Namun, menurut dokumen NHTSA, saat LFB diaktifkan, situasi berkendara tertentu dapat menyebabkan perangkat lunak kontrol Rem Elektronik Terpadu (IEB) memicu penurunan tekanan rem anti-lock. Hal ini dapat menyebabkan kinerja pengereman berkurang dan jarak pengereman menjadi lebih jauh.

Hyundai pertama kali menyadari masalah ini ketika kendaraan armada perusahaan mengalami kecelakaan pada bulan Juni 2024 saat berlatih untuk acara balap dengan LFB yang aktif, menurut dokumen NHTSA lainnya. 

Hyundai Ioniq 5 N di Indonesia. (Foto: Adit)

Hyundai mengulangi masalah tersebut dalam pengujian dan menemukan kegagalan perangkat lunak pada awal November. Dokumen tersebut menyatakan bahwa hanya satu kecelakaan yang dikaitkan dengan masalah tersebut dan tidak ada kebakaran atau kematian yang dilaporkan.

Pemilik akan diberi tahu jika kendaraan mereka terkena dampak paling lambat 7 April 2025. Perangkat lunak yang telah didesain ulang tersebut telah diterapkan ke lini produksi pada 15 Januari 2025.

“Terkait recall IONIQ 5N yang terjadi di pasar Amerika Serikat, dapat kami sampaikan bahwa Hyundai Motors Indonesia sudah berkoordinasi dengan pihak prinsipal global Hyundai. Sampai saat ini yang terkena dampak adalah spesifik di pasar AS, namun kami akan terus berkomunikasi dengan Hyundai global dan akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut apabila sudah ada arahan terkait isu ini dari pihak prinsipal mengenai market-market lainnya khususnya di Indonesia,” ucap Uria Panyalombo Nalambok Simanjuntak selaku Head Of Public Relations PT Hyundai Motors Indonesia. (AB)

Apa kelebihan mobil China dibandingkan dengan Jepang, Korea Selatan, Amerika dan Eropa?

Melihat banyaknya brand China yang hadir di Indonesia. Apa kelebihan mereka jika dibandingkan pabrikan asal negara lain?

Polling by Otodriver


Tags Terkait :
Hyundai Hyundai Ioniq Hyundai Ioniq 5 N Ioniq 5 N Ioniq Recall Korea Selatan
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Hyundai Ioniq 5 N Terkena Recall di AS Karena Masalah Pengereman, Bagaimana Di Indonesia?

1 hari yang lalu


Berita
Bos Lamborghini Tidak Suka Fitur Suara Palsu Hyundai Ioniq 5 N

1 hari yang lalu

Berita
Hyundai Siap Merilis 3 Sampai 5 Model Baru Lagi, Stargazer Facelift Duluan

1 hari yang lalu


Berita
Hyundai Ioniq 5 Hanya Dijual 50 Unit, Ini Bedanya

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Aion, Hyptec dan GAC Motor Akan Diproduksi Di Pabrik Khusus Di Jawa Barat

15 menit yang lalu


Berita
Pemudik Menggunakan EV Bakal Lebih Tenang, Ada Tambahan SPKLU Di Jalur Sumatera Dan Bali

20 jam yang lalu


Bus
Waduh Mayoritas Bus Di Terminal Kampung Rambutan Tak Lolos Uji Kelayakan

21 jam yang lalu


Tips
Ingat Lagi Tips Aman Berikut Ini Sebelum Berangkat Mudik

21 jam yang lalu


Bus
Tiga Rute Transjabodetabek Beroperasi, Termasuk Binong-Grogol Dan Bekasi-Cawang

22 jam yang lalu