Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Begini Pabrikan EV Tiongkok Di Mata Bos Pabrikan EV AS

Pengembangan teknologi secara cepat dan rendah biaya dianggap sebagai formula yang tepat dari para pabrikan Tiongkok.
Berita
Senin, 6 Oktober 2025 15:25 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Pabrikan AS seperti Ford harus lebih cepat mengembangkan teknologi digital dalam sistem operasi mobil. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Pabrikan Tiongkok mendapatkan sorotan dari para petinggi pabrikan terutama para bos raksasa otomotif asal Amerika Serikat. 

Termasuk orang nomor satu Ford, Jim Farley, dikutip dari laman. EV.com yang terang-terangan menyebut kalau pabrikan dari Negeri Tirai Bambu merupakan kompetitor terbesar bagi pabrikan mobil listrik seperti Tesla ataupun General Motors. 

Pria kelahiran tahun 1962 itu menyebut pabrikan Tiongkok bisa diibaratkan merupakan satu sosok yang sangat kokoh dan bertenaga. Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan berinovasi, penguasaan teknologi termutakhir, serta adanya dukungan penuh dari pemerintah. 

Ketiganya dianggap Jim yang menjadi CEO Ford sejak tahun 2020, merupakan perpaduan yang langka di industri otomotif dunia.

BACA JUGA

Secara lugas juga, pria kelahiran Buenos Aires, Argentina, itu memberikan contoh atas pencapaian yang didapat oleh tiga nama besar dari industri otomotif Cina seprti BYD, Geely, Nio maupun Xiaomi.  

Kuartet pabrikan itu bisa jdi contoh betapa cepatnya terjadi proses secara internal di berbagai bidang sehingga saat ini mampu menempatkan mereka sebagai pemain global di segmen mobil listrik. 

Padahal menurut Jim lagi, banyak pabrikan otomotif di Cina tidak punya latar belakang di bidang otomotif.

Pria yang juga pernah berkarier di Lexus untuk wilayah Amerika itu menjabarkan lagi kalau pabrikan Amerika Serikat saja sebenarnya masih belum mampu mengikuti masifnya pabrikan Cina dalam menguasai pasar global. 

Pengembangan teknologi berdasarkan efisiensi anggaran 

Jim juga mengakui kalau pabrikan mobil listrik dari negara yang berpenduduk lebih dari 1,4  miliar itu memang bisa melakukan proses riset sampai produksi pemakaian anggaran yang efisien. 

Bisa jadi itu imbas dari kemampuan perusahaan teknologi seperti Huawei ataupun Xiaomi dapat masuk dengan baik ke industri otomotif dan berimbas pada penerapan pola serupa ke jenama lain yang senegara. Satu fenomena yang juga belum bisa diikuti oleh pabrikan dari negara-negara barat. 

Contohnya lagi, dengan membeli mobil listrik asal jenama Tiongkok, pengemudi maupun penumpang bisa menghubungkan telepon selulernya dengan jaringan digital eksternal secara mudah. 

Namun begitu, Jim Farley menyebutkan bahwa kemajuan teknologi yang ada di produk mobil listrik asal Tiongkok mau tidak mau harus dikejar oleh pabrikan Amerika seperti Ford agar bisa tetap kompetitif. Ford sendiri juga sudah punya produk mobil listrik seperti Mustang Mach-E maupun F-150 Lightning. (EW)

Sistem interkoneksi digital di dalam mobil Tiongkok terbaru masih jadi yang terbaik sampai saat ini (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Ev Tiongkok
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Melihat Langsung Mazda EZ-60 Di Tempat Kelahirannya (15 FOTO)

Kunjungan langsung ke markas Changan Chongqing ungkap spesifikasi Mazda EZ-60 Changan: basis Deepal S07, dimensi 4.750 mm, EV 255 hp jarak 600 km CLTC, desain Kodo premium.

1 hari yang lalu

Berita
Masih Seumur Jagung Di Indonesia, Intip Prestasi Changan Berikut Ini

Changan baru di Indonesia, tapi prestasi global Changan 2025 mencatat penjualan 2,913 juta unit, NEV 1,1 juta, dan dominasi R&D dengan 24.000 tenaga ahli.

1 hari yang lalu


Berita
Janji 20 Model Terbaru Dari Hyundai Di Auto China 2026

Spesifikasi Hyundai Ioniq V Auto China 2026: jarak tempuh 600 km CLTC, desain futuristik, interior AI canggih. Hyundai janjikan 20 model baru dalam 5 tahun.

1 hari yang lalu


Berita
Ekspansi Besar BYD dan Ambisinya di Industri Kendaraan Listrik

Ekspansi global BYD kendaraan listrik cetak penjualan 4,6 juta unit dan ekspor 1 juta unit 2025. Strategi multi-brand jangkau segmen entry hingga premium.

5 hari yang lalu


Terkini

Berita
Xiaomi Bikin Pusat Riset EV Di Eropa, Bosnya Mantan Desainer BMW

Xiaomi Auto resmikan pusat riset EV di Munich, Jerman. Dipimpin mantan desainer BMW Rudolf Dittrich, tim ahli kembangkan performa tinggi untuk YU7 GT.

11 menit yang lalu


Berita
Changan Luncurkan Deepal L06 Facelift Dan Varian Barunya Di Auto China 2026

Changan luncurkan Deepal L06 facelift dan varian L06 Max di Auto China 2026, dengan suspensi magnetorheological, baterai CATL, serta jarak tempuh hingga 670 km CLTC.

5 jam yang lalu


Berita
BYD Hadirkan Versi Baru Atto 1 Di Cina, Range Capai 550 Km!

BYD Atto 1 2026 (Seagull) rilis di Beijing Auto Show dengan range 505 km CLTC, opsi LiDAR God's Eye B, plus penyempurnaan desain dan interior.

6 jam yang lalu


Berita
Aspira Luncurkan Baterai Penunjang Untuk Mobil Sekelas Fortuner Dan Innova

Aspira luncurkan Battery LN2 dan LN3 untuk Fortuner serta Innova. Baterai standar Eropa dengan kapasitas Ah dan CCA tinggi dukung kelistrikan kendaraan modern.

17 jam yang lalu


Berita
Model Lepas Ini Segera Mengaspal Di Indonesia

Lepas E4 EV rilis Indonesia sebagai produk kedua Chery premium. Debut di Auto China 2026, tenaga 160 kW, range 500 km, platform LEX sama L8.

17 jam yang lalu