Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Tuksedo Studio Bali: Bisa Bangun Mobil ’80-an Asalkan…

Setiap mobiil harus bisa dibangun serta dirawat dengan kondisi maupun ketersediaan suku cadang yang tesedia di Indonesia
Berita
Rabu, 14 Agustus 2024 19:15 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Tuksedo Studio Bali melakukan pameran di PIM 2


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Menjadi salah satu ikon dari tema kampanye pariwisata nasional “Wonderful Indonesia” dari Kemenparekraf menjadi salah satu asalasan Tuksedo Studio Bali mengadakan pameran di PIM 2, Jakarta Selatan (12-18/8). 

Tajuk kegiatannya adalah “Legendary Automobile Showcase: An Exhibition of Elegance”.

“Kami tentu tidak hanya ingin menjaring animo dari sisi sales, soal brand awareness serta product knowledge dari Tuksedo juga merupakan alasan kami mengadakan pameran ini,” buka Laksmana Gusti Handoko, Direktur Tuksedo Studio Bali. Ia dihubungi secara langsung pekan ini (14/8).

Sejauh ini, diakuinya, 90 persen konsumen dan calon konsumen Tuksedo Studio Bali berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

BACA JUGA

Sejurus kemudian dijelaskan lagi olehnya bahwa penunjukkan Tuksedo Studio Bali sebagai salah satu destinasi industri kreatif di sektor otomotif nasional merupakan hal sangat penting bagi pihaknya.

Dalam kegiatan tersebut dipamerkan sejumlah bintang seperti Mercedes Benz 300 SL, Porsche 356 Cabriolet, Porsche 550 Spyder, Toyota 2000GT, dan juga Aston Martin DB5.

Setiap mobil yang dibangun dengan memanfaatkan 90 persen materi lokal
 Proses membangun sebuah mobil bisa memakan waktu 12 bulan

Semua kegiatan produksi dilakukan di workshop mereka yang berada di bilangan Tukad Tampuangan, Ketwel, di Kabupaten Gianyar. 

Memanfaatkan ketersediaan komponen yang ada di Indonesia, semua proses produksi yang umumnya memakan waktu 12 bulan. Digawangi setidaknya oleh 80 tenaga terampil serta pekerja seni otomotif yang ada di pulau Bali. 

Saat ditanyakan apakah bisa dilakukan juga membangun mobil yang di era ’80-an, Gusti, panggilan akrabnya, menegaskan bahwa hal tersebut dapat dilakukan. 

“Secara teknis tida ada batasan, namun prinsip kami akan membangun sebuah mobil setelah melalui proses kurasi yang berdasarkan history, value dari mobil aslinya, apakah ada part-part dari engine, kelistrikan, dan mekanikal yang bisa ditemukan di Indonesia. Kami tidak bisa, jika ada client yang asal pilih mobil,” ungkap Gusti menegaskan.  

Ditambahkaannya lagi, bahwa faktor copyright yang sudah release juga jadi pertimbangan dari pihaknya untuk memenuhi permintaan membangun mobil dari era ’80-an. 

Pihak Tuksedo Studio Bali juga tidak menampik jika ada calon konsumen yang hendak membangun mobil klasik dengan topangan tenaga listrik.

Setiap mobil yang dipesan oleh calon konsumen harus dikurasi terlebih dulu oleh pihak Tuksedo
Semua proses produksi dilakukan oleh tenaga ahli dari pulau Bali

Gusti menjabarkan lagi bahwa peminat yang berasal dari luar Indonesia terbilang banyak. Saat ini setidaknya sudah ada 50-100 calon konsumen yang berasal dari wilayah Amerika Serikat, Asia, maupun Eropa. 

“Saat ini kami intensif mempelajari regulasi berkaitan dengan ekspor mobill,” katanya. Lebih spesifik hal itu berkaitan dengan regulasi nasional soal ekspor mobil yang belum memperkenankan dilakukan pada merek kendaraan yang direproduksi.

Agar lebih memasyarakatkan value kreatif di bidang otomotif, pihak Tuksedo Studio Bali sudah bisa menerima kunjungan pihak luar, khususnya pelajar sekolah maupun para mahasiswa untuk menimba ilmu. Semua bisa dilakukan secara gratis. (EW) 

Sudah mampu membangun mobil klasik bertenaga listrik

Tags Terkait :
Tuksedo Studio Bali Repro Otomotif Indonesia Ekspor
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Tuksedo Studio Bali: Bisa Bangun Mobil ’80-an Asalkan…

Setiap mobiil harus bisa dibangun serta dirawat dengan kondisi maupun ketersediaan suku cadang yang tesedia di Indonesia

1 tahun yang lalu


Berita
Menikmati Langsung Toyota 2000GT, Karya Seni Anak Bangsa

Kami melihat sebuah karya seni yang dibuat detail dan penuh dengan ketekunan

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Chery Tiggo V Diperkenalkan di Indonesia, Mobil Yang BIsa Jadi MPV Hingga Double Cabin

Chery Tiggo V resmi diperkenalkan dalam wujud prototipe di ajang GIIAS 2026.

33 menit yang lalu


Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

11 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

12 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

12 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

13 jam yang lalu