Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Kemenhub: Penumpang Bus Wajib Pakai Safety Belt

Termasuk perlindungan preventif dalam kecelakaan
Berita
Senin, 13 Mei 2024 11:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Kementerian Perhubungan meminta kepada seluruh masyarakat pengguna transportasi bus agar menggunakan sabuk pengaman selama berada di dalam perjalanan demi mengurangi fatalitas (kejadian fatal) jika terjadi insiden kecelakaan. “Kami mengimbau penggunaan sabuk keselamatan pada angkutan umum demi mengurangi tingkat fatalitas kecelakaan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hendro Sugiatno,  dalam keterangannya di Jakarta akhir pekan lalu (12/5).

Hendro menyampaikan hal itu menanggapi peristiwa kecelakaan bus pariwisata Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat yang membawa rombongan SMK Lingga Kencana Depok pada Sabtu (11/5) petang. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan yang menimpa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang yang diduga akibat ‘rem blong’ pada bus,” ucap Hendro. Seperti dikutip dari Antara.

Tidak lupa, Hendro menekankan pentingnya penggunaan sabuk keselamatan pada angkutan umum selain demi mengurangi tingkat fatalitas jika terjadi kecelakaan, juga diatur dalam Permenhub Nomor PM 74 Tahun 2021 tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor, Pasal 2 ayat (1) bahwa setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis.

"Persyaratan teknis tersebut terdiri atas perlengkapan keselamatan yang salah satunya adalah Sabuk Keselamatan. Setiap bus wajib menyediakan tempat duduknya dengan sabuk keselamatan dan wajib digunakan oleh pengemudi maupun penumpang," wanti Hendro.

Ditambahkannya lagi, apabila ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis saat dilakukan uji oleh Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB), maka kendaraan bermotor dinyatakan tidak lulus uji berkala dan harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu untuk selanjutnya dapat dilakukan pengujian ulang sesuai dengan ketentuan.

Ditjen Perhubungan Darat, tambah Hendro, melalui Balai Pengelola Transportasi Darat bersama dengan Dinas Perhubungan Provinsi akan melakukan monitoring dan evaluasi pengujian berkala kendaraan bermotor yang ada di seluruh Indonesia.

"Yang tidak kalah penting adalah perlunya keterlibatan peran serta masyarakat terutama pengguna jasa dalam pengecekan kelaikan jalan armada bus melalui aplikasi Mitra Darat. Saat ini aplikasi bisa dengan mudah diunduh pada smartphone dan pengecekannya pun cukup mudah hanya dengan memasukkan nomor polisi kendaraan," jelas Hendro lebih lanjut.

Dia juga berharap ke depan para pengguna jasa agar dapat lebih selektif dalam memilih kendaraan bus yang akan digunakan. “Jangan tergiur dengan harga yang murah. Harus dapat dipastikan mengenai surat izin operasional kendaraan, status uji KIR kendaraan, kondisi pengemudi, serta penyediaan tempat istirahat yang layak bagi para pengemudi,” sarannya dengan serius.

Sebelumnya, sebuah bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5) petang.

Data terkini sementara, jumlah korban jiwa sebanyak 11 orang yang terdiri dari enam perempuan dan lima laki-laki serta jumlah korban luka berat sebanyak 12 orang dan luka ringan sebanyak 20 orang yang sedang dalam perawatan di rumah sakit daerah tersebut.

Posisi kaca yang tidak ada pelindung membuat penumpang bis potensial terlempar keluar kabin

 

Kesadaran pemakaian fasilitas keselamatan pasif masih minim

Dalam sebuah seminar “Hak-hak Konsumen & Kelengkapan Keselamatan Kendaraan" yang dihelat oleh Forum Wartawan Otomotif dan PT VKTR Teknologi Mobilitas (16/8) di sela perhelatan GIIAS 2023 terungkap bahwa masih banyak pekerjaan rumah di dunia transportasi umum yang berkaitan soal keselamatan.

“Meski belum sempurna, namun pelaksanaan Permenhub No.74 tahun 2021 Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor masih banyak phak yang belum merealisasikannya secara sungguh-sungguh, sehingga di lapangan masih banyak kegiatan berkendara yang tidak maksimal melindungi penumpang maupun pengemudi,” buka Joko Kusnantoro, PLt Kasubdit Uji Tipe Bermotor, Kementerian Perhubungan RI yang jadi pembicara di seminar tersebut waktu itu.

Joko menambahkan lagi, di banyak kejadian kecelakaan di jalan raya, malah justru penumpang yang mudah cidera atau jadi korban. “Misalnya, paling mudah, saat sebuah kendaraan berhenti di bahu jalan tol ketika ban kempis, tidak adanya dongkrak yang memadai akan membuat kendaraan menjadi lebih lama berada di bahu jalan dan itu jelas-jelas sangat membahayakan,” ujarnya mengingatkan.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Wildan, investigator senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi , yang juga jadi pembicara ikut menjelaskan vahwa paling tidak ada dua hal yang bisa berpotensi penyebab kecelakaan. “Pertama, karena pengemudi terpapar ‘hazard’ yang belum pernah teridentifikasi, dan kedua yaitu karena pengemudi terpapar ‘hazard’ yang belum pernah teridentifikasi,” ungkapnya yang kala itu juga jadi salah satu pembicara dalam seminar keselamatan angkutan darat itu.

Hal yang paling mudah untuk menjelaskan kondisi di lapangan, disebutkan Ahmad Wildan pada penyebab kedua. “Sejumlah kecelakaan yang pernah saya tangani, penumpang tidak terlindungi dengan safety belt, akibatnya saat terjadi benturan frontal mereka ternyata terlempar ke depan atau bahkan keluar dari kendaraan,” mirisnya.

Pemakaian sabuk pengaman menurut Ahmad Wildan lagi, sebenarnya sudah disadari kegunaannya oleh pengemudi, penumpang, bahkan oleh perusahaan transportasi penumpang. “Karena semua orang juga tahu soal dampak jika tidak memakai sabuk pengaman, yang terjadi memang seperti sengaja mengabaikan sampai kemudian terjadi kecelakaan,” keluhnya.

Baca juga: Sabuk Pengaman Di Bus, Penting Tapi Masih Disepelekan

Baca juga: Banyak Korban Tewas dalam Banyak Kecelakan Bus, KNKT Usul Wajib Sabuk Pengaman untuk Penumpang

Sabuk pengaman membuat tubuh penumpang tertahan di jok tidak terlempar secara sporadis saat ada benturan keras pada bodi bus


Tags Terkait :
Laka Korlantas Polri Kemenhub Dishub Rampcheck Subang Pariwisata Bus Remblong Kir Smklinggakencanadepok 11tewas Smk Depok
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Masih Terjadi, Bus Pariwisata Mengalami Kecelakaan

Dugaan penyebab masih karena berusaha menyalip kendaraan di depannya

1 tahun yang lalu


Berita
Sopir Bus Maut Tol Mojokerto Jadi Tersangka

Dampak dari microsleep yang nyata

2 tahun yang lalu


Berita
Laka Bus ‘Study Tour’ Masih Terjadi

Sopir dan operator bus pariwisata dalam kondisi darurat mutu

2 tahun yang lalu


Berita
Kemenhub: Perluasan Uji KIR Swasta

Tindakan preventif tekan kecelakaan kendaraan komersial

2 tahun yang lalu


Terkini

Mobil Listrik
Ini Alasan Logis Mitsubishi Tidak Tertarik Mengembangkan EV Sendiri

Membangun sebuah kendaraan baru dari nol membutuhkan kucuran dana yang sangat besar. Karena itulah Mitsubishi kemudian mengambil langkah dalam menghadirkan Eclipse Sportback.

36 menit yang lalu


Berita
Carsome Perkuat Showroom Mobkas di Jabodetabek, Sayang Belum Jual Mobil Listrik Seken

Carsome showroom baru Jabodetabek diresmikan di empat lokasi untuk memperluas layanan inspeksi dan transaksi mobil bekas. CARSOME Indonesia kini mengoperasikan 10 titik layanan di seluruh negeri.

1 jam yang lalu


Berita
Segera Hadir di Indonesia, Mugen Siapkan Paket Modifikasi Honda Super-ONE

Paket modifikasi Mugen Honda Super-ONE terdiri dari 46 komponen aftermarket untuk aerodinamika, handling, pengereman, dan interior yang sesuai standar pabrikan.

2 jam yang lalu


Berita
Chery Tiggo Cross CSH, Pilihan SUV Hybrid Efisien untuk Mobilitas Modern

Chery Tiggo Cross CSH hybrid menawarkan efisiensi hingga 20 km/liter dan tenaga 204 PS. Harga Chery Tiggo Cross CSH hybrid Rp329,8 juta dengan fitur ADAS lengkap.

3 jam yang lalu


Berita
Xpeng Mona L03, Saudara G6 Yang Tersedia Penggerak EV dan PHEV

Xpeng resmi memperlihatkan wujud perdana Mona L03 di China menjelang debut publiknya yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

8 jam yang lalu