Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Terlalu Gembrot, Tesla Cybertruck Terancam Gagal Di Pasar Eropa

Bobot Tesla Cybertruck lebih dari 4 ton, terlalu berat untuk kategori lisensi mobil pada umumnya
Berita
Selasa, 5 Desember 2023 13:10 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Setelah empat tahun penundaan, akhirnya pada 30 November 2023 silam, Tesla Cybertruck benar-benar dikirim pada pelanggannya, walau dalam jumlah sangat terbatas. Konon hanya 30 unit saja.

Pengiriman besar-besaran dikabarkan baru akan dilakukan pada tahun depan. Pemesan dari AS mungkin bisa bernafas lega dengan  hal ini, hanya saja tidak demikian dengan para pemesan dari Eropa. Pemesan Cybertruck dari benua biru ini boleh dikatakan harapannya semakin menipis. Pikap ini bahkan disebut sebagai ‘buah terlarang.’

Mengapa demikian?

Dikutip dari insideev.com, Cybertruck merupakan pikap dengan tenaga 825 hp dan mampu berakselerasi 0-60 hanya dalam 2,6 detik. Namun perlu diingat ia merupakan pikap yang berat. Varian tertingginya, Cyberbeast yang dilengkapi dengan tiga motor Listrik dan baterai 123 kWh punya bobot 6.843 pon atau sekitar 3,1 ton.

BACA JUGA

Peraturan di Eropa khususnya di Kawasan Barat memiliki batas lisensi kategori B untuk mobil penumpang biasa yang memiliki batas berat kotor hingga 3,5 ton.

Bobot Cybertruck memang masih di bawah ambang yang diberlakukan, namun perlu dipahami, angka tersebut belum termasuk bobot muatannya yang mencapai 2.500 pon atau sekitar 1,1 ton yang jika dijumlahkan berada diangka 9.343 pon atau sekitar 4,2 ton. Ini belum termasuk bobot dari penumpang.

Dengan kelebihan bobot ini, maka untuk bisa mengendarai mobil ini di Eropa maka harus memiliki lisensi di kategori C yang lebih tinggi.

Hal ini menimbulkan permasalahan baru, di mana butuh Surat Izin Mengemudi baru yang lebih tinggi. Artinya ini akan cukup mahal untuk didapatkan. Tentu ini menjadi tidak praktis dan menyusahkan.

Tesla Cybertruck dinilai terlalu gembrot untuk pasar Eropa

Selain itu ukurannya yang relatif bongsor, sehingga kurang sesuai dengan kondisi jalanan di sana.

“Truk pikap tergolong kecil dalam hal adopsi pasar dibandingkan dengan apa yang Anda lihat di pasar AS,” kata Pedro Pacheco, wakil presiden penelitian di Gartner untuk Business Insider.

“Untuk kendaraan kategori Cybertruck, pasarnya tidak besar di Eropa, karena umumnya truk pikap belum terlalu umum,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Tesla pun punya masalah pada port pengisian daya, d mana Cybertruck punya pengisian model North America Charger Standard (NACS) yang jamak digunakan pada kendaraan di AS dan Kanada. Sedangkan Eropa menggunakan konektor model CCS2 yang juga sudah digunakan perangkat Supercharger Tesla di Eropa.

Solusinya, Tesla harus menyesuaian menggunakan jenis CCS2, namun hal ini akan menyebabkan perubahan perangkat keras dan perangkat lunak. Hal yang mungkin dianggap Tesla sebagai gangguan besar dalam skema besar.

Selain itu dari sisi kultur, Eropa kurang akrab dengan pikap dan lebih familiar menggunakan van. Menurut Automotive News , tahun 2020 seluruh Eropa hanya mampu menyerap 116.280 pikap saja. Bandingkan dengan AS dalam periode yang sama di mana sekitar tiga juta pikap terjual di AS. (SS)


Tags Terkait :
Tesla Cybertruck EV Overweight
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Mobil Listrik
Pengiriman Tesla Cybertruck Tepat Waktu, Tapi Hanya Ada 10 Unit Saja. Lha Kok Bisa?

Para pemesan Tesla Cybertruck, harap bersabar (lagi)

2 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Tesla Cybertruck Akhirnya Mulai Dikirim Per 30 November 2023

Produksi dilakukan di Giga Factory Texas

2 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Update Tesla Cybertruck. Dimensi Akan Lebih Mungil dan Produksi Masal Mulai 2024

Tesla telah terlambat 3,5 tahun menghadirkan Cybertruck setelah mereka membuka pemesanan

3 tahun yang lalu


Berita
Tesla Cybertruck Akan Dikirim Pertengahan Tahun Depan. Janji Palsu Lagi?

Untuk yang kesekian kali Cybertruck mundur delivery

4 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Land Cruiser 300 Hybrid Meluncur di GIIAS 2026, Ini Spesifikasinya

Varian hybrid akan hadir di Indonesia dan menjadi pelengkap varian Land Cruiser 300 Series di tanah air.

9 jam yang lalu


Berita
Toyota Fortuner Terbaru Sepertinya Bakal Mirip Hilux

Kali ini Fortuner dan Hilux akan berpenampilan serupa, tidak seperti pada model sebelumnya dimana yang sama hanya platform saja.

10 jam yang lalu


Berita
Omoda C7 Debut Di Malaysia, Kembaran Chery Tiggo 8 CSH cs

Setelah beberapa kali diperkenalkan melalui teaser, Omoda C7 dipastikan menjalani debut publiknya dalam ajang Kuala Lumpur Fashion Week (KLFW) 2026.

13 jam yang lalu


Mobil Listrik
Belum Komplit Perkenalkan E4, Lepas Umumkan Akan Bawa E6 di Q4 2026

Lepas E6 rilis Q4 2026 Indonesia sebagai BEV kedua setelah E4. SUV listrik ini tengah menjalani pengujian untuk disesuaikan dengan kondisi jalan dan lalu lintas lokal.

14 jam yang lalu


Berita
Lepas L8 Resmi Umumkan Harga Rp 589 Juta, Sama Seperti Harga Prebooking

Lepas L8 akhirnya diumumkan harganya, konsumen di Indonesia kembali dihadapkan dengan SUV canggih di range harga Rp 500 jutaan.

1 hari yang lalu