Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Secercah Kabar Baik Bagi yang Menunggu Pesanan Jimny

Maruti Suzuki akan mulai merakit Jimny generasi keempat pada bulan Mei 2020. Kabar baik untuk para konsumen peminat Jimny di seluruh dunia.
Berita
Minggu, 1 Maret 2020 13:00 WIB
Penulis : Ahmad Biondi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Sama-sama kita ketahui bahwa Suzuki Jimny generasi keempat tengah digandrungi konsumen di seluruh dunia. Hal tersebut membuat Suzuki Jepang yang memproduksi Jimny merasa kewalahan, dan berimbas kepada pemesanannya yang terhambat di beberapa negara.

Seperti yang dirasakan di Indonesia, di mana calon konsumen harus rela menunggu hingga 5 tahun bahkan lebih untuk mendapatkan Jimny, hal tersebut dikarenakan jatah dari Suzuki Jepang yang hanya 40-50 unit setiap bulannya. Hal itulah yang kini membuat Om Mobi hampir frustasi karena Jimny pesanannya tak kunjung diterimanya.

Donny Saputra selaku Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales juga mengatakan, di mana pihaknya dan beberapa pabrik perakitan Suzuki tengah mengajukan untuk dapat melahirkan Jimny di negaranya masing-masing.

Berbeda dengan di Indonesia yang belum ada kejelasan hingga saat ini, Suzuki di India justru sudah mendapatkan lampu hijau dari Suzuki Motor Corporation untuk merakit Jimny di dalam negerinya.

Seperti dilansir Paultan.org, pihak Maruti Suzuki akan mulai membuat Jimny CKD pada bulan Mei 2020. Rencananya mereka akan membuat Jimny 4.000-5.000 unit perbulannya dan juga akan melakukan ekspor kebeberapa negara.

Dengan begitu diharapkan para konsumen yang ingin mendapatkan Jimny akan lebih mudah dan tentu akan mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Apalagi dengan kapasitas produksi yang ditingkatkan, tentunya para konsumen tidak perlu menunggu waktu lama lagi untuk memesan Jimny. Adapun spesifikasi Jimny yang akan dirakit di India juga akan mengusung mesin K15B 1.500 cc yang punya tenaga 102 ps dengan torsi puncak sebesar 130 Nm.


Tags Terkait :
Suzuki Jimny
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Wow…Suzuki Jimny 5 Door Bekas Dibanderol Rp 900 Jutaan Di Amerika

Sebuah Jimny gen IV ditemukan ditawarkan di sebuah dealer mobil bekas di Oklahoma AS

1 tahun yang lalu


Used Car
Jimny Bekas Tembus RP 500 Juta. Jeep Wrangler Bisa Jadi Pilihan

Harga Jimny bekas bergerak liar, bahkan dekati banderol Wrangler.

6 tahun yang lalu


Berita
Suzuki Jimny 5-Door Punya Handling Yang Lebih Baik Dari Versi 3 Pintu?

Suzuki Jimny 5-door lebih nyaman dibandingkan versi 3-door

1 tahun yang lalu

Berita
Suzuki Jimny 5 Pintu Di India Ambles, Indonesia Bisa Tambah Kuota?

Supaya spekulasi harga tidak berkembang lebih jauh

1 tahun yang lalu


Terkini

Tips
Cek Kondisi Kaki-Kaki Lebih Akurat Dengan Teknologi Ini

Proses lanjutan tinggal penggantian komponen yang terdeteksi mengalami kerusakan setelah pengecekan dengan metode ini.

8 menit yang lalu


Berita
Dewa Motorsport, Pasang Target Tinggi Dan Membangun Ekosistem Balap Di 2026

Dewa United Motorsport resmi mengikuti 6 cabang balap di 2026.

38 menit yang lalu


Berita
Honda Dan Sony Batalkan Proyek Mobil Listrik Mereka

Honda dan Sony batalkan proyek mobil listrik Afeela. Pengembangan sedan serta SUV EV oleh Sony Honda Mobility dihentikan akibat perubahan strategi elektrifikasi Honda.

3 jam yang lalu


Berita
Denza Bakal Ciptakan Supercar, Bertenaga 1.000 Hp

Denza gelar kampanye penamaan supercar Denza Z tenaga 1000 hp untuk varian hardtop, convertible, dan track-focused. Pengujian di Nürburgring sedang berlangsung.

4 jam yang lalu


Bus
Masa Lebaran 2026 Kemenhub Lakukan Ramp Check Ke Puluhan Ribu Bus

Ramp check bus Lebaran 2026 Kemenhub periksa 60.946 unit. 63,59% diizinkan operasi, 11,70% dilarang akibat teknis utama dan administratif.

5 jam yang lalu