OTODRIVER- Sering kali kita perhatikan bahwa pelek, terutama di bagian depan nampak lebih lusuh dibandingkan dengan bagian belakangnya.
Hal ini dikarenakan oleh menempelnya partikel debu yang menempek di permukaan pelek. Debu atau dust brake ini tercipta dari proses pengereman.
Umumnya lapisan debu yang nempel di permukaan pelek ini cukup susah dibersihkan hanya dengan mengandalkan sabun saja.
Butuh bahan khusus untuk bisa membersihkannya dan di pasaran bahan ini disebut biasa disebut sebagai wheel cleaner.
Umumnya bentuknya berupa cairan dan saat ini banyak disediakan brand yang menyediakan produk pembersih untuk mobil.
Walau demikian, dalam mengaplikasikannya butuh kiat-kiat khusus agar proses pembersihan ini lebih optimal.
“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil optimal membersihkan bagian ini dengan pembersih khusus itu,” terang Andre Kusjanto dari Beberes Garasi.
“Mungkin wheel cleaner belum banyak dijumpai di toko-toko, namun relatif banyak dijajakan di toko online,” ungkapnya saat dihubungi Otodriver, Minggu (19/04/2026).
Untuk itu arsitek yang gemar Suzuki Jimny dan juga pebengkel ini pun membagi tipsnya.
- Pastikan pelek dalam kondisi sudah dingin. Kondisi pelek yang panas kemungkinan kurang optimal cairan tersebut bekerja mengikat kotoran. Dan juga ada kekhawatiran membuat perubahan pada warna, terutama pada pelek yang sudah repaint.
- Setelah dipastikan dingin, semprot dengan menggunakan air bertekan untuk merontokkan debu rem.
- Semprotkan Wheel Cleaner. Tujuannya adalah mengangkat debu rem yang sudah menempel kuat di permukaan pelek. Diamkan sampai nampak kotorannya terangkat.
- Gosok dengan sikat berbulu lembut atau bisa juga menggunakan spons untuk membersihkan sela-sela pelek
Mengapa rem depan dan rem cakram lebih mudah kotor
Jika diperhatikan lebih seksama, sering kali kita jumpai mobil dengan kondisi pelek depan lebih kotor dari belakang.
Andrie menjelaskan bahwa rem depan pada umumnya sudah berwujud disk brake. Sedangkan belakang biasanya tromol.
“Rem depan ini bekerja lebih berat dibandingkan rem belakang, lantaran harus menopang beban yang sedemikian besar saat pengereman terjadi,” jelas Andri.
Selain itu rem depan punya konstruksi terbuka, sehingga ia lebih mudah kotor dibandingkan rem belakang,” tutupnya. (SS)
