Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Alasan Kuat Calya Facelift Masih Belum Pakai AC Double Blower

Toyota Calya masih mempertahankan sistem pendiginan tanpa double blower untuk baris kedua dan ketiga.
Berita
Rabu, 18 September 2019 08:00 WIB
Penulis : Alfons


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

New Toyota Calya resmi meluncur untuk pasar Indonesia pada Senin lalu (16/9). Ubahannya sendiri masih bersifat minor namun cukup menyeluruh, utamanya pada bagian eksterior dan beberapa fitur pendukung.

Namun ada satu bagian yang kerap dipermasalahkan dari mobil ini, justru tidak diubah. Ya, kami bicara soal AC double blower yang masih alpa dari mobil ekonomis Toyota ini.

Foto: Alfons


Masalah sirkulasi udara di baris kedua sampai ketiga memang kerap dekeluhkan dari LCGC 7-seater ini. Menggunakan format tiga baris bangku, di plafon tengah mobil ini hanya terdapat air circulator yang bekerja dengan menghisap udara dingin dari AC utama. Singkatnya bisa dibilang sistem sirkulasi udara macam ini bisa dikatakan kalah sejuk dibanding penggunaan double blower.

PT Toyota Astra Motor (TAM) bukannya abai akan persoalan ini. Mereka mengaku menangkap keluhan ini, tapi kemudian memilih tetap mempertahankan air circulator dengan beberapa pertimbangan.

Ya, tentunya jika Calya facelift ini mendapat AC double blower bukan tak mungkin akan membuat harganya kian terkerek. Apalagi konsumen di kelas Calya-Sigra cukup sensitif dengan yang namanya harga. 


"Ini memang menjadi pro dan kontra. Jadi masukan dari konsumen memang banyak yang terbiasa dengan double blower, tapi dari sisi penurunan suhu sebenarnya (air circulator) masih bisa diterima," terang Direktur Pemasaran PT TAM, Anton Jimmi Suwandy menanggapi permasalahan ini

Yang tidak kalah pentingnya, opsi tidak memasangkan double blower adalah upaya mereka menjaga iritnya konsumsi bahan bakar dari Toyota Calya. Mobil ini sendiri termasuk sebagai kendaraan LCGC yang masuk program KBH2 dari pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu syarat konsumsi bahan bakarnya 20 kilometer per liter harus dipenuhi.

"Kalau kami tambahkan dengan AC double blower sebenarnya ada hal lain yang dikorbankan, contohnya konsumsi BBM. Jadi hal itu mungkin yang masih kami pertimbangkan sehingga pada saat ini kami masih menggunakan sistem yang ada sekarang. Rasanya masih bisa memenuhi pendinginannya, tapi juga bisa mempertahankan konsumsi bahan bakarnya yang baik,” tambah Anton.

Harga New Calya ini berkisar antara Rp 137,4 juta - Rp 158,4 juta. Kenaikannya berkisar antara Rp 1,4 juta - Rp 2 juta dari model yang lama. Berikut rincian harga New Toyota Calya 2019:

New Toyota Calya 1.2 E (non ABS) M/T Rp 137,463 juta
New Toyota Calya 1.2 E M/T Rp 140,263 juta
New Toyota Calya 1.2 G M/T Rp 146,4 juta
New Toyota Calya 1.2 G A/T Rp 158,4 juta


Tags Terkait :
Toyota Calya
A

Alfons

Reporter

Alfons Hartanto

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Incar First Buyer, Daihatsu Tetap Unggul Di Segmen LCGC

Daihatsu unggul LCGC first car buyer lewat strategi penargetan konsumen. Hingga April, penjualan ritel capai 46.953 unit dengan pangsa pasar 16,3 persen dan posisi merek otomotif nomor dua.

1 bulan yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

3 bulan yang lalu


Berita
Raih 2.793 SPK Selama IIMS 2026, Ini Dia Dua Unit Paling Laris Toyota

Toyota masih menjadi brand terlaris di tanah air. Dalam pameran di bulan Februari kemarin, mereka mendulang 2.793 SPK dengan nyaris stengahnya disumbang model hybrid.

4 bulan yang lalu


Berita
Nissan Gravite, Bisa Jadi Pesaing Calya Dan Sigra

Dibangun dari basis Renault Triber dengan tampilan serta fitur lebih berkelas

5 bulan yang lalu


Berita
Raport LCGC Di 2025, Produksi Turun Drastis

Produksi LCGC dari Januari - November 2025 lebih kecil dibandingkan periode yang sama di 2024

7 bulan yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga LCGC Terbaru (Desember 2025)

Segmen Low Cost Green Car (LCGC) kini masih diminati masyarakat karena harganya yang terjangkau, konsumsi BBM yang hemat, simpel dan ringkas untuk digunakan sehari-hari.

7 bulan yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga LCGC Terbaru (Juli 2025)

Segmen Low Cost Green Car (LCGC) kini juga menjadi tren yang ramai diminati masyarakat

1 tahun yang lalu


Tips
Ada Paket Spontan Di Auto2000, Khusus Servis Mobil Yang Habis Masa Garansi

Bagi mobil yang odometernya di atas 50 ribu kilometer

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Perkuat Kepemimpinan Era Elektrifikasi, BYD-Denza Rilis Teknologi DM Yang Super Irit Sebesar 65 Km/Liter

BYD rilis teknologi DM dengan efisiensi 65 km/liter untuk pasar Indonesia. Teknologi ini gabungkan mode EV dan hybrid secara seamless di era elektrifikasi.

2 jam yang lalu


Berita
Memimpin Pasar EV 40% Dalam Waktu 2 Tahun, Kini BYD-Denza Perkenalkan Teknologi DM yang Super Irit

Setelah menguasai lebih dari 40 persen pasar EV nasional dalam dua tahun, BYD dan Denza memperkenalkan teknologi DM BYD super irit Dual Mode untuk efisiensi mobilitas yang lebih optimal.

8 jam yang lalu


Berita
Fitur Daihatsu Rocky Hybrid Ini Bikin Nyetir Nggak Gampang Pegal

S-PDL merupakan fitur yang memungkinkan pengemudi melakukan akselerasi sekaligus deselerasi hanya melalui pedal akselerator.

10 jam yang lalu


Berita
Harga Bahan Baku Ban Naik, Gajah Tunggal Tetap Jaga Daya Beli Konsumen

Harga bahan baku ban naik hingga double digit, namun Gajah Tunggal tidak langsung membebankan seluruh kenaikan biaya produksi kepada konsumen.

16 jam yang lalu


Berita
GitiXcursion RT Meluncur di GIIAS 2026, Ban Baru untuk SUV Premium dan Pikap

GitiXcursion RT akan meluncur di GIIAS 2026. Ban terbaru Giti ini menyasar SUV premium dan pikap kabin ganda dengan kemampuan 60 persen on road dan 40 persen off road.

17 jam yang lalu