Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Aduh, Suzuki Carry Futura Terancam Stop Produksi!

Salah satunya Suzuki Carry Futura yang memberikan sumbangan penjualan 3.000 unit per bulannya. Sayangnya, pikap terlaris Suzuki ini masih menganut emisi Euro 2.
Berita
Selasa, 23 Oktober 2018 10:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Suzuki Ignis dan Suzuki Ertiga merupakan model-model terlaris merek mobil berlogo ‘S’ di Indonesia. Namun tahukan Anda, selain mobil penumpang, pick up Suzuki juga memiliki peranan penting dalam segi penjualan.

Salah satunya Suzuki Carry Futura yang memberikan sumbangan penjualan 3.000 unit per bulannya. Sayangnya, pick up terlaris Suzuki ini masih menganut emisi Euro 2. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Shodiq Wicaksono, Deputy Manager PT Suzuki Indomobil Motor.

“Semua lini produk kami (Suzuki) sudah menganut standar emisi Euro 4, kecuali Suzuki Carry Futura yang masih Euro 2,” ujarnya saat diwawancarai di pabrik Suzuki, Cikarang, Jawa Barat (22/10).

Masih menurutnya, untuk mengubah model ini menjadi berstandar Euro 4, butuh penyesuaian pada mesin yang cukup signifikan. “Untuk berubah menjadi Euro 4, kendala upgrade pada mesinnya terlalu banyak, minimal harus ganti mesin. Ini masih menjadi bahan pembelajaran kami,” ujarnya.

Shodiq juga menjelaskan, ada beberapa kemungkinan pada model Carry Futura jika standar emisi Euro 4 dicanangkan pada Maret 2019 nanti.

“Karena ubahannya sangat banyak untuk mengikuti standar Euro 4 pada Maret 2019 mendatang, kita sudah mempersiapkan beberapa kemungkinan. Yang pertama stop produksi, atau bergeser ke Mega Carry. Tapi semuanya masih jadi bahan studi kami,” tutupnya.

Sayang sekali jika Suzuki Carry Futura harus menyudahi produksi. Pasalnya, model ini menjadi tulang punggung penjualan mobil komersial Suzuki jika dibandingkan Mega Carry yang memiliki harga jual lebih mahal.


Tags Terkait :
Suzuki Carry Pick Up APV
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Pikap
Daihatsu Gran Max Masih Kuasai Pasar Pikap Ringan Nasional

Daihatsu Gran Max kuasai pasar pikap ringan 2025 dengan 56% pangsa Low Pick Up (14.849 unit) dan 92% Low Semi Commercial hingga Mei.

2 hari yang lalu

Berita
Isuzu Traga AC Meluncur di GIICOMVEC 2026, Tawarkan Kenyamanan Lebih

Peluncuran Isuzu Traga AC di GIICOMVEC 2026 oleh PT IAMI hadirkan kenyamanan AC pada kendaraan niaga ringan tangguh berkapasitas 1,5 ton.

2 minggu yang lalu

Berita
Suzuki Tampilkan Solusi Kendaraan Niaga di GIICOMVEC 2026, Dorong Bisnis Lebih Maju

Suzuki pamerkan solusi kendaraan niaga GIICOMVEC 2026 di JIExpo, tampilkan New Carry Box, Ambulance, hingga APV untuk dukung bisnis B2B dan layanan publik.

2 minggu yang lalu

Daftar Harga
Daftar Harga SUZUKI Terbaru (Maret 2026)

Daftar harga Suzuki terbaru Maret 2026 stabil dari November 2025. Ertiga mulai Rp236,1 juta hingga e-Vitara Rp755 juta.

1 bulan yang lalu


Terkini

Tips
Konsumsi BBM Dengan RON Lebih Rendah Dipandu Buku Manual

Pabrikan Hyundai dan Toyota tekankan RON minimal buku manual mobil sebagai panduan konsumsi BBM aman, hindari risiko mesin di tengah harga naik.

1 jam yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

2 jam yang lalu


Berita
Girboks Manual Masih Punya Potensi, KIA Agendakan Kehadiran Carens Manual

KIA Sales Indonesia agendakan KIA Carens transmisi manual Indonesia untuk daerah pegunungan dan pelosok. Varian manual tawarkan harga lebih kompetitif.

17 jam yang lalu


Berita
GWM Buka Dealer Ke 18 Di Kawasan PIK

GWM membuka dealer ke-18 di kawasan PIK, Jakarta Utara, dioperasikan PT Wahana Wirawan. Dealer GWM PIK hadir dengan fasilitas 3S lengkap untuk sales, service, dan sparepart.

18 jam yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

18 jam yang lalu